Apa itu Fungsi Kognitif?

Fungsi kognitif adalah kemampuan yang memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan dunia dengan cara yang memadai dan efektif. Fungsi kognitif sesuai dengan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari.
apa-itu-fungsi-kognitif
Foto: freepik.com/author/jcomp

Fungsi kognitif adalah kapasitas intelektual seseorang. Berkat kemampuan tersebut, kegiatan berpikir dasar dapat dilakukan, seperti berikut:

  • Pilihan/Orientasi
  • Penerimaan
  • Memori
  • Transformasi
  • Elaborasi
  • Pencarian informasi

Dalam praktiknya, fungsi kognitif memungkinkan kita untuk melakukan segala jenis aktivitas. Yaitu termasuk, misalnya, mengorientasikan diri dalam ruang, berbicara, membaca, menulis, dan mendengarkan musik. Tanpa kemampuan ini, mustahil untuk berinteraksi dengan kenyataan.

Ada beberapa jenis, tetapi semuanya saling terkait. Oleh karena itu, jika salah satu fungsi ini diubah, kemungkinan besar fungsi lainnya juga akan terpengaruh.

Apa itu fungsi kognitif?

Fungsi kognitif adalah proses mental yang memungkinkan kita untuk melakukan tugas atau aktivitas apa pun. Singkatnya, kita dapat mengatakan bahwa itu adalah fungsi yang memungkinkan kita untuk menangkap, memfilter, dan memproses informasi.

Seperti yang telah kami catat, ada beberapa jenis yang berbeda. Mari kita lihat lebih dekat.

Orientasi

Orientasi adalah kemampuan yang memungkinkan untuk menyadari diri kita sendiri dan konteks di mana kita menemukan diri kita pada saat tertentu. Sangat penting untuk menempatkan diri kita dalam waktu, ruang, dan realitas individu kita.

Ada tiga cara kemampuan ini memanifestasikan dirinya:

  1. Pribadi: Ini adalah kemampuan untuk mengasimilasi dan mengintegrasikan informasi tentang identitas dan sejarah pribadi seseorang.
  2. Temporal: Ini adalah kemampuan untuk menempatkan peristiwa atau situasi dalam waktu secara kronologis.
  3. Orientasi Spasial: Ini adalah kemampuan untuk mengidentifikasi di mana kita berada, ke mana kita pergi, atau dari mana kita berasal.

Penerimaan

Penerimaan adalah kemampuan untuk mengenali informasi yang telah dipelajari sebelumnya. Ada bentuk resepsi yang sederhana dan kompleks.

Yang pertama adalah yang hanya melibatkan satu indera. Yang terakhir ini melibatkan beberapa indera sekaligus.

Dari sudut pandang ini, kami menemukan yang berikut:

  • Penerimaan visual: Kemampuan untuk mengenali rangsangan melalui penglihatan
  • Penerimaan pendengaran: Pengenalan rangsangan melalui pendengaran
  • Penerimaan penciuman: Kemampuan untuk mengenali rangsangan melalui penciuman
  • Penerimaan gustatif: Pengenalan rangsangan melalui rasa
  • Penerimaan taktil: Kemampuan untuk mengenali rangsangan melalui sentuhan
  • Penerimaan skema tubuh: Mengenali tubuh dan bagian-bagiannya secara keseluruhan, serta apa yang dapat dilakukan dengan setiap elemennya (ini juga melibatkan orientasi tubuh dalam ruang tertentu)

Penglihatan menempatkan kita dalam kontak dengan kenyataan, tetapi tidak bertindak sendiri. Pada kenyataannya, ia menggabungkan dengan semua indra lainnya.

Perhatian

Perhatian adalah kapasitas untuk menghasilkan keadaan aktivasi, mengarahkannya, dan memeliharanya dengan cara yang memadai, sehingga informasi dapat diproses dengan cara yang benar. Ini mengacu pada proses pengamatan dan kewaspadaan, yang memungkinkan kita untuk menyadari apa yang terjadi di lingkungan.

Ada 3 jenis perhatian yang berbeda:

  1. Perhatian berkelanjutan: Ini adalah fokus perhatian yang konstan untuk jangka waktu yang lama. Keadaan ini disebut juga dengan kewaspadaan.
  2. Perhatian yang selektif: Ini melibatkan pemusatan perhatian pada sesuatu tanpa membiarkan rangsangan lain mengganggu untuk mengganggu proses itu.
  3. Perhatian bergantian: Ini berarti mengalihkan fokus perhatian dari satu tugas ke tugas lainnya dengan cara yang lancar.

Demikian juga, ada proses lain yang merupakan bagian dari fungsi kognitif perhatian. Ini adalah kecepatan pemrosesan. Ini adalah tingkat di mana tugas dikembangkan atau waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengeluarkan respons setelah menerima stimulus.

Fungsi eksekutif

Fungsi eksekutif berhubungan dengan proses mental yang kompleks. Yaitu memungkinkan perencanaan, pengorganisasian, membimbing, meninjau, mengatur dan mengevaluasi perilaku seseorang, baik untuk beradaptasi atau untuk mencapai tujuan.

Di antara fungsi eksekutif adalah sebagai berikut:

  • Penalaran adalah kemampuan untuk menghubungkan ide-ide atau konsep-konsep sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan atau suatu pertimbangan dibangun.
  • Fleksibilitas adalah kemampuan untuk memodifikasi strategi perilaku sehingga memungkinkan untuk beradaptasi dengan tuntutan baru dari realitas tertentu.
  • Inhibisi adalah kemampuan untuk mengabaikan rangsangan atau informasi yang kurang penting.
  • Estimasi temporal adalah kemampuan untuk memperkirakan berlalunya waktu atau lamanya suatu peristiwa.
  • Perencanaan adalah kemampuan untuk menguraikan urutan efektif yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Memori kerja adalah sistem kompleks yang memungkinkan pemeliharaan, manipulasi, dan transformasi informasi yang ditemukan dalam pikiran.
  • Pengambilan keputusan adalah kemampuan untuk membedakan dan menimbang berbagai pilihan, serta kemungkinan hasil dan konsekuensinya.
  • Kinerja ganda adalah kemampuan untuk melakukan dua tugas secara bersamaan, tanpa kehilangan perhatian pada salah satunya.
  • Multitasking atau percabangan adalah kemampuan untuk menyisipkan kinerja beberapa aktivitas pada saat yang sama tanpa kehilangan salah satu dari mereka.

Praxis

Praxis adalah fungsi kognitif yang memungkinkan gerakan terorganisir untuk mencapai tujuan atau melaksanakan rencana tindakan. Fungsi kognitif ini juga melibatkan pengetahuan tentang objek atau alat yang digunakan untuk melakukan gerakan atau tindakan.

Ada empat jenis praxis:

  • Ideomotor: Ini adalah kemampuan untuk melakukan gerakan atau gerakan sederhana dengan sengaja.
  • Ideasional: Ini adalah kemampuan untuk memanipulasi objek melalui serangkaian tindakan. Ini mengasumsikan pengetahuan tentang objek, fungsinya, hasil dari tindakan dan langkah-langkah yang harus diambil.
  • Facial: Ini adalah kemampuan untuk melakukan gerakan sukarela dengan bagian-bagian wajah.
  • Visokonstruktif: Ini melibatkan membuat gambar atau gambar, merencanakannya, dan melakukan gerakan yang diperlukan untuk mendapatkannya.

Bahasa

Bahasa adalah salah satu fungsi kognitif yang paling kompleks dan mendasar. Ini melibatkan kemampuan untuk beroperasi dengan tanda-tanda suara atau tertulis, yang melambangkan objek atau ide. Tanda-tanda tersebut harus sesuai dengan konvensi komunitas linguistik atau orang-orang yang berbicara bahasa yang sama.

Ada beberapa proses yang terdiri dalam bahasa:
  • Penamaan adalah kemampuan untuk menamai orang, objek, atau fakta.
  • Kosakata adalah pengetahuan kita tentang kata-kata dan artinya.
  • Ekspresi adalah kemampuan kita untuk merumuskan ide-ide yang masuk akal, menggunakan skema tata bahasa yang benar.
  • Pemahaman adalah kemampuan kita untuk memahami bahasa.
  • Diskriminasi memungkinkan kita untuk membedakan dan menafsirkan isi bahasa yang berbeda.
  • Pengulangan adalah kemampuan kita untuk menghasilkan suara yang sama dengan yang kita dengar.
  • Menulis melibatkan mengubah ide menjadi gambar, simbol, dan karakter.
  • Membaca mengacu pada kemampuan untuk menafsirkan gambar, simbol, dan karakter dan kemudian mengubahnya menjadi ucapan.
  • Kefasihan adalah kemampuan untuk menghasilkan konten linguistik dengan cepat dan efisien.

Memori

Memori adalah salah satu fungsi kognitif yang paling penting. Ini didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengkodekan, menyimpan, dan mengambil informasi yang terkandung dalam pembelajaran atau pengalaman.

Ada tiga tipe dasar memori:
  • Memori episodik: Ini berkaitan dengan peristiwa atau situasi yang dialami, dengan waktu dan ruang yang dapat dikenali.
  • Memori semantik: Ini mengacu pada pengetahuan secara umum.
  • Memori prosedural: Ini mengacu pada urutan tindakan yang sudah dipelajari.

Kognisi sosial

Keterampilan kognitif lainnya adalah kognisi sosial. Hal ini sesuai dengan proses intelektual dan emosional yang memungkinkan menganalisis, menafsirkan, mengingat dan menggunakan informasi yang berasal dari dunia sosial.

Ini adalah cara di mana hubungan dengan diri sendiri dan orang lain diproses secara mental. Hal ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi dan memahami emosi sendiri dan orang lain. Ini adalah dasar dari perilaku sosial dan empati.

Keterampilan visuospasial

Keterampilan visuospasial mengacu pada kemampuan untuk secara mental mewakili, menganalisis, dan memanipulasi objek. Ini memungkinkan kita, misalnya, untuk menghitung jarak antara dua objek. Ini juga memungkinkan kita untuk membayangkan tempat dari mana kita berbicara atau menebak seperti apa ruang setelah melakukan beberapa modifikasi.

Jaga fungsi kognitif Anda dengan kebiasaan sehat

Fungsi kognitif adalah dasar dari aktivitas kita di dunia. Kapasitas ini dapat memburuk karena berbagai faktor, seperti penuaan, penyakit, penyalahgunaan zat, atau tidak aktif.

Sebaliknya, fungsi kognitif sangat terpelihara dengan baik ketika gaya hidup sehat diterapkan. Aktivitas fisik, diet seimbang, mengurangi stres, dan kehidupan sosial yang merangsang adalah cara untuk menjaga kemampuan yang berharga ini.