Semua yang perlu Anda ketahui tentang cedera kepala

Notification

×

Iklan

Iklan

Semua yang perlu Anda ketahui tentang cedera kepala

Senin, Maret 22, 2021 | 02:27 WIB Last Updated 2021-03-21T19:28:19Z
Cedera bisa ringan seperti benjolan dan memar, atau bahkan luka di kepala, atau lebih bersifat traumatis, seperti cedera otak dalam kecelakaan yang dapat menyebabkan patah tulang tengkorak, pendarahan internal, dan bahkan kerusakan otak, kata dokter
semua-yang-perlu-anda-ketahui-tentang-cedera-kepala
Berikut cara mencegah cedera kepala dengan tindakan pencegahan penting. (Foto: freepik.com/bilahata)

Cedera kepala mengancam jiwa dan merupakan salah satu penyebab umum kematian dan kecacatan pada manusia. Cedera dapat terjadi karena terjatuh atau kecelakaan saat Anda tertabrak benda apa pun di kepala atau saat berolahraga.

Cedera dapat berkisar dari ringan hingga parah. Jadi cederanya bisa ringan seperti benjol, lebam, atau bahkan luka di kepala. Tapi, seseorang dapat mengalami cedera otak traumatis dalam kecelakaan yang dapat menyebabkan patah tulang tengkorak, pendarahan internal, dan bahkan kerusakan otak. Fraktur tengkorak akibat depresi, hematoma epidural, dan hematoma subdural adalah jenis cedera kepala serius lainnya yang memerlukan perhatian Anda tepat waktu.

Gejalanya

Ini mungkin berbeda dari orang ke orang tergantung pada tingkat keparahan cedera kepala. Mereka yang mengalami cedera kepala ringan mungkin menunjukkan gejala seperti sakit kepala, kepekaan terhadap cahaya dan suara, pusing, mual, muntah, kelelahan, perubahan pola tidur, masalah keseimbangan dan penglihatan, dan masalah kognitif. Jika cedera Anda sedang sampai parah, maka gejala yang mungkin Anda wakili adalah bicara cadel, tidak sadar, ketidakmampuan berjalan, kelemahan yang mungkin terjadi di satu sisi tubuh, berkeringat, kejang-kejang, cairan yang keluar dari telinga, koma, luka dalam di kulit kepala, berada dalam kondisi vegetatif, atau bahkan perubahan perilaku seperti iritasi.

Diagnosis dan pengobatan

Dokter Anda akan melakukan rontgen, CT scan, atau MRI untuk menentukan cedera dan lokasinya. Kemudian, tergantung pada usia Anda, jenis, dan lokasi cedera Anda, Anda akan disarankan untuk menjalani perawatan yang sesuai. Ini mungkin termasuk masuk rumah sakit, pembedahan, jahitan jika terjadi cedera parah dan istirahat, mengkompres dengan es, dan observasi jika cedera minimal. Jangan menunda-nunda mencari pengobatan jika cederanya serius karena dapat mengakibatkan hilangnya nyawa.

Tips mencegah cedera kepala
  • Kenakan helm saat bepergian dengan sepeda motor.
  • Pastikan anak Anda tidak bermain di taman bermain yang permukaannya keras dan bisa menyebabkan cedera kepala.
  • Anda harus menghindari olahraga jika Anda lelah.
  • Hindari bersepeda atau berseluncur di permukaan yang tidak rata.
  • Ganti alat pelindung yang rusak.
  • Jika Anda berada di kolam renang, taman, atau pantai, Anda harus mengikuti pedoman. Anda mungkin akan melukai diri sendiri jika gagal melakukannya.
  • Kenakan sabuk pengaman saat mengemudi. Jangan mengemudi di bawah pengaruh alkohol karena dapat menyebabkan kecelakaan.
  • Jaga kebersihan tangga agar tidak licin.
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
×
Berita Terbaru Update