7 Tanda Yang Menunjukkan Bahwa Sistem Kekebalan Anda Lemah

Kekebalan sangat penting untuk membantu tubuh Anda melawan infeksi. Itulah mengapa penting untuk memahami tanda dan gejala sistem kekebalan yang lemah ini, agar Anda dapat bertindak tepat waktu.
7-tanda-yang-menunjukkan-bahwa-sistem-kekebalan-tubuh-menurun
Kalahkan flu musiman dengan tips berikut! Copyright: freepik.com/interstid

Sistem kekebalan terdiri dari sel darah putih, kelenjar getah bening, dan antibodi serta membantu tubuh melawan infeksi eksternal. Pada tahun 2020 itulah covid-19 semakin menekankan pentingnya sistem kekebalan dalam menangani virus. Tetapi bagaimana jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah?

Berikut beberapa tanda dari sistem kekebalan yang lemah yang akan membantu Anda untuk lebih memahami:

1. Tingkat stres yang tinggi

Tanda pertama dari sistem kekebalan yang melemah yang akan Anda perhatikan adalah tingkat stres yang tinggi. Jika Anda mengabaikan tingkat stres dalam waktu lama, efektivitas sistem kekebalan akan menurun. Akibatnya, jumlah sel darah putih, dan limfosit dalam tubuh berkurang, yang biasanya melawan infeksi. Ini juga mengurangi risiko terkena flu biasa, dan diare. Lekas ​​marah yang berlebihan juga merupakan cerminan dari sistem kekebalan yang lemah.

2. Sering mengalami infeksi

Terbukti secara medis bahwa jika Anda menderita lebih dari lima infeksi telinga, sinusitis bakteri kronis, lebih dari dua kasus pneumonia atau membutuhkan lebih dari tiga rangkaian antibiotik dalam setahun, maka sudah saatnya, Anda harus berkonsentrasi untuk meningkatkan sistem kekebalan Anda. Tubuh Anda harus mampu menangani bahaya kesehatan ini dengan antibiotik alami, dan jika tidak, Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah.

3. Rawan masuk angin

Menurut ilmu kedokteran, orang dewasa biasanya dapat menderita flu biasa dua hingga tiga kali dalam setahun. Sistem kekebalan yang lemah juga dapat menyebabkan batuk kronis sepanjang tahun. Ini juga menyebabkan pemulihan yang lambat dari masuk angin. Pada kasus normal, sistem imun bekerja memproduksi antibodi, sehingga dapat melawan kuman yang tidak diinginkan dalam waktu 2-4 hari.

4. Kelelahan

Sistem kekebalan yang lambat membuat Anda merasa lesu sepanjang hari, meskipun Anda cukup tidur di malam hari. Itu membuat tubuh kelelahan dan dengan tingkat energi yang rendah.

5. Pemulihan luka yang lambat

Sistem kekebalan yang lemah tidak dapat menghasilkan kulit baru dengan cepat, mengakibatkan pemulihan luka yang lambat. Ini adalah sel kekebalan yang sehat, yang membantu meregenerasi kulit baru saat kulit mengalami kerusakan.

6. Nyeri sendi

Kekebalan tubuh yang lemah berarti berulangnya nyeri sendi. Jika sistem kekebalan Anda lambat untuk waktu yang lama, Anda akan mengalami vaskulitis, peradangan pada pembuluh darah karena gangguan atau infeksi autoimun. Anda juga akan menghadapi persendian yang bengkak, kaku atau sering nyeri, akibat peradangan pada lapisan dalam persendian.

7. Masalah usus kronis

Menurut ilmu kedokteran, sekitar 70-75% sistem kekebalan ada di saluran pencernaan. Oleh karena itu, sistem kekebalan yang lambat menyebabkan sembelit, keasaman, gas, diare, dll. Dengan penurunan jumlah mikroorganisme dan bakteri yang berguna di saluran pencernaan, akan ada risiko lebih tinggi untuk peradangan kronis, dan gangguan autoimun.

Bagaimana cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh?

Beberapa kebiasaan baru dan beberapa perubahan gaya hidup dapat secara efektif mempertahankan kekebalan yang kuat secara alami, seperti makan makanan bergizi seimbang setiap hari, berolahraga setiap hari, menjaga berat badan yang sehat, cukup tidur, meminimalkan tingkat stres, menghindari minum alkohol, berhenti merokok, dll.

Kita harus tetap waspada untuk memperhatikan gejala awal dari sistem kekebalan yang lemah, karena ini menandakan beberapa masalah kesehatan yang serius. Kunjungan rutin ke dokter, mengonsumsi suplemen penting seperti vitamin C, Zinc, dll membantu menjaga dan meningkatkan kekebalan.