Unjungan, Tradisi Sakral Masyarakat Indramayu Sebagai Penghormatan Kepada Leluhur

unjungan-tradisi-sakral-masyarakat-indramayu
Acara unjungan (Foto: facebook Pemerintah Desa Sidamulya)

Kabupaten Indramayu sangat kaya akan adat istiadat leluhur yang hingga saat ini masih terus terpelihara.

Setiap satu tahun sekali di antara bulan Muharam dan Safat selalu diadakan tradisi mermule atau yang biasa disebut dengan Tradisi Unjungan oleh masyarakat setempat. 

Tradisi Unjungan yang digelar setiap tahun ini merupakan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus dalam rangka doa bersama untuk arwah leluhur dan kerabat yang telah meninggal dunia serta demi keselamatan seluruh warga desa 

Kegiatan tahunan ini pada intinya bersedekah makanan dan uang untuk warga desa yang kurang mampu juga sebagai cermin diri agar selalu bersyukur atas hasil bumi yang berlimpah. 

Pada tradisi Unjungan itu, setiap warga desa membawa tumpeng berukuran besar yang dihiasi bunga yang terbuat dari uang kertas mulai dari seribuan hingga uang kertas seratus ribuan dan berbagai macam makanan lainnya. 

unjungan-tradisi-sakral-masyarakat-indramayu
Acara unjungan (Foto: facebook Pemerintah Desa Sidamulya)

unjungan-tradisi-sakral-masyarakat-indramayu
Acara unjungan (Foto: facebook Pemerintah Desa Sidamulya)

Unjungan dari arti kata mengunjungi itu digelar setiap tahunnya. Dalam acara adat tradisi tersebut juga diisi dengan berbagai macam kegiatan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat setempat, umumnya tradisi unjungan ini dilaksanakan ditempat keramat atau kebuyutan atau makam sesepuh desa atau pendiri desa pada masa lampau. 

Acara ini selain mengenang dan memberikan penghormatan kepada leluhur kita, yaitu Buyut, juga warga berziarah ke makam orang tua atau keluarganya yang sudah meninggal dunia. 

unjungan-tradisi-sakral-masyarakat-indramayu
Hiburan seni sandiwara pada acara unjungan (Foto: facebook Pemerintah Desa Sidamulya)

Rangkaian acara pelaksanaan upacara adat Unjungan Buyut ini selain diisi acara tahlilan dan doa bersama juga dimeriahkan berbagai macam karnaval dan hiburan, seperti hiburan wayang kulit atau kesenian sandiwara.