Diabetes Pada Pria: Tanda Dan Gejala Awal Yang Harus Diperhatikan

diabetes-pada-pria-tanda-dan-gejala-awal
Skrining kesehatan merupakan bentuk deteksi dini untuk penyakit yang berpotensi menimbulkan bahaya besar seperti diabetes.

Diabetes
adalah kondisi kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi atau memanfaatkan insulin yang cukup. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor: lingkungan, gaya hidup dan genetik. 

Sering diasumsikan bahwa prevalensi diabetes tidak bias menurut jenis kelamin. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko diabetes lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa prevalensi diabetes tipe 2 adalah 14,6% pada pria dan 9,1% pada wanita karena jumlah lemak visceral yang lebih besar (lemak yang tersimpan di area perut).

Studi lain menunjukkan bahwa ayah dengan diabetes tipe 1 lebih mungkin menularkan kondisi tersebut kepada anak dibandingkan dengan ibu dengan diabetes. Namun, keragaman dalam biologi, gaya hidup, budaya, status sosial ekonomi, genetika, faktor nutrisi dan hormon seks secara keseluruhan berkontribusi pada risiko diabetes.

Mengenali gejala-gejala ini pada tahap awal dapat mencegah terjadinya kematian. Gejalanya mungkin terlihat berbeda pada pria dibandingkan dengan wanita. Tanda-tanda awal dari gejala tersebut harus dikenali agar para pria yang menderita diabetes bisa mendapatkan penanganan dini. 

Berikut ini beberapa gejala diabetes pada pria yang sering diamati.

1. Sering merasa haus dan ingin buang air kecil

Ini adalah salah satu gejala diabetes pertama yang muncul pada pria. Penderita diabetes sangat sering merasa haus disertai dengan keinginan untuk buang air kecil. Sering buang air kecil atau poliuria disebabkan karena peningkatan kadar glukosa ketika ginjal tidak dapat menyaringnya. Dalam kasus seperti itu, air diserap dari darah. Frekuensi buang air kecil menyebabkan dehidrasi, yang menyebabkan rasa haus berlebihan atau polidipsia pada pria. Namun, hanya penelitian terbatas yang mengidentifikasi poliuria sebagai faktor independen pada diabetes.

2. Disfungsi ereksi

Disfungsi seksual adalah komplikasi diabetes yang sudah akut. Gejala awal diabetes pada pria antara lain kerusakan saraf di sekitar area penis. Hal ini terjadi karena tingginya kadar glukosa yang cenderung menumpuk di bagian tubuh ini dan menyebabkan disfungsi ereksi.

3. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan

Penurunan berat badan tanpa diet, olahraga atau terapi diuretik umumnya diidentifikasikan sebagai gejala diabetes (terutama diabetes mellitus tipe 2) dan juga dapat menjadi faktor risiko komplikasi diabetes. Ini bisa terjadi karena ketidakmampuan untuk menyerap dan memanfaatkan kadar glukosa dalam tubuh Anda.

4. Kelelahan

Kelelahan pada diabetes atau 'sindrom kelelahan diabetes' dapat terjadi pada penderita diabetes karena variasi nutrisi, gaya hidup, faktor endokrin dan psikologis. Meski kelelahan tidak hanya dikenali sebagai gejala diabetes, para ahli mengatakan bahwa keluhan kelelahan lebih banyak ditunjukkan oleh penderita prediabetik. Ini juga merupakan faktor penting dalam mengidentifikasi kondisi untuk mencegahnya memburuk. 

5. Nafsu makan meningkat

Perilaku makan yang tidak teratur dan gangguan makan umumnya dikaitkan dengan diabetes, terutama pada pria dan pasien diabetes tipe 2. Ketika kadar glukosa melonjak, tubuh memutuskan untuk memproduksi insulin tingkat tinggi untuk menurunkan glukosa. Kadar insulin yang tinggi, sebaliknya menyebabkan nafsu makan meningkat, sehingga menyebabkan bertambahnya berat badan karena peningkatan pola makan. Jika Anda cenderung mengamati peningkatan nafsu makan yang tidak beralasan, Anda harus memeriksanya cukup awal. 

6. Kerusakan sistem saraf

Peningkatan kadar glukosa yang konsisten dapat menyebabkan kerusakan saraf, terutama yang termasuk dalam sistem saraf tepi. Dengan kata lain, pria cenderung menderita neuropati diabetik yang ditandai dengan efek kesemutan pada saraf bersama dengan mati rasa pada kaki dan organ tubuh terkait lainnya.

7. Penurunan daya penglihatan 

Edema makula diabetes sering terjadi pada penderita diabetes yang ditandai dengan penglihatan kabur yang dapat segera menyebabkan kehilangan penglihatan sedang atau berat. Orang yang terkait dengan hiperglikemia sering mengeluhkan gejala ini. Kadar gula darah yang tinggi cenderung merusak retina dan berdampak pada penglihatan.

8. Kulit menjadi gelap

diabetes-pada-pria-tanda-dan-gejala-awal
Perubahan warna kulit adalah gejala diabetes yang umum pada pria dan wanita

Acanthosis nigricans (perubahan warna gelap pada lipatan kulit seperti ketiak dan leher) adalah gejala diabetes terkait kulit yang umum pada pria dan wanita yang termasuk dalam semua kelompok umur. Gejalanya bisa jinak dan mengancam jiwa. Itu juga merupakan tanda pertama pada pasien diabetes yang tidak terdiagnosis. Identifikasi gejala tersebut pada tahap awal dapat membantu dalam pengendalian glikemik dan pengelolaan diabetes.

9. Mulut kering

Mulut kering atau xerostomia merupakan keluhan subjektif dari penderita diabetes. Disfungsi ludah akibat gejala pradiabetes bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti penuaan, penggunaan beberapa obat dan gangguan sistemik lainnya. Mulut kering akibat gangguan kontrol glikemik lebih besar pada penderita diabetes dibandingkan non penderita diabetes.

10. Sakit kepala

Penderita diabetes melitus sering mengalami sakit kepala (terutama migren) akibat konduksi saraf dan reaktivitas vaskuler. Meskipun kaitan antara keduanya masih kontroversial, migrain pada penderita diabetes sering dilaporkan dalam beberapa penelitian.

FAQ Umum

1. Apa tiga gejala paling umum dari diabetes yang tidak terdiagnosis?

Tiga gejala paling umum dari diabetes yang tidak terdiagnosis adalah rasa haus yang meningkat, perubahan warna pada lipatan kulit seperti selangkangan dan ketiak, serta sering buang air kecil. Konsultasikan dengan ahli medis segera jika Anda melihat gejala tersebut.

2. Bagaimana diabetes mempengaruhi pria?

Diabetes dapat menyebabkan berbagai masalah serius pada pria seperti disfungsi ereksi, penyakit jantung, dan kerusakan sistem saraf.

3. Bisakah diabetes disembuhkan?

Tidak, diabetes adalah kondisi kronis yang tidak kunjung sembuh tetapi hanya dapat dikelola seumur hidup untuk menjalani hidup yang berkualitas. Namun, jika Anda prediabetik, Anda dapat mencegah kondisi tersebut dengan diagnosis dini kondisi tersebut dan dengan mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegahnya.

4. Makanan yang cocok untuk diabetes: Makanan Terbaik yang Merupakan Diet Sehat Pra-Diabetes

sumber: Boldsky