Rambut rontok mengganggu Anda? Atasi Dengan Masker Rambut Buatan Sendiri

cara-membuat-masker-rambut-sendiri
Foto: www.freepik.com/spongepo
Banyak hal, termasuk perubahan cuaca, peningkatan tingkat stres atau perubahan gaya hidup tanpa disadari, dapat berdampak pada pertumbuhan rambut Anda. Ini bahkan dapat menyebabkan masalah lain seperti rambut rontok dan ketombe yang tidak normal. Kerontokan rambut yang berlebihan dapat menjadi perhatian. Jadi, jika Anda telah mengalami kerontokan rambut yang persisten, sekarang saatnya Anda menghentikannya dan menerapkan masker rambut buatan sendiri. Sementara jus bawang yang dianggap sebagai obat yang efektif untuk menyuburkan rambut, ketika dikombinasikan dengan lidah buaya dan minyak kelapa, itu menjadi kombinasi yang lebih efektif.

Inilah yang Anda butuhkan!

Bahan:
  • Minyak kelapa,
  • Jus Bawang,
  • Gel lidah buaya segar

Langkah membuat masker rambut:
  • Dalam wajan, ambil minyak kelapa dan campur gel lidah buaya. Campuran tersebut rebus selama lima menit.
  • Kemudian ambil sekitar 2 sendok campuran tersebut dan tambahkan empat sendok jus bawang ke dalamnya.
  • Pindahkan campuran ke dalam botol semprot.

Cara menggunakan:

Oleskan campuran atau semprotkan pada kulit kepala sekitar satu jam hingga satu setengah jam sebelum keramas. Pijat ringan dengan ujung jari Anda.

Bagaimana bahan-bahan ini efektif?
  • Minyak kelapa dikenal untuk membantu pertumbuhan rambut. Minyak ini memiliki sifat anti-mikroba.
  • Gel lidah buaya memiliki asam amino, vitamin dan mineral. Secara totalitas, gel lidah buaya memiliki 200 nutrisi. Ketika gel dipanaskan dengan minyak kelapa, minyak tersebut juga mendapatkan kualitas tersebut.
  • Jus bawang mengandung fosfor, kalsium, zat besi dan sulfur yang dianggap efektif untuk mengatasi masalah rambut.

Seberapa sering digunakan?

Gunakan masker rambuat ini dua kali seminggu selama satu bulan.

Disclaimer: Konten ini murni bersifat informatif dan edukatif dan tidak boleh ditafsirkan sebagai saran medis. Harap gunakan konten hanya dengan berkonsultasi dengan profesional medis atau ahli kesehatan bersertifikasi yang sesuai.