Bijak Gunakan Media Sosial Di Tahun Politik

 bijak-gunakan-media-sosial-di-tahun-politik

Memasuki tahun politik pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden, situasi sosial masyarakat menjadi sangat panas. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan bijak dalam memanfaatkan media sosial agar tidak tergelincir dalam perbuatan yang berujung pada permasalahan hukum.

Di tahun politik (momen menjelang pemilihan umum) biasanya perang antar pendukung pasangan calon (paslon) di media sosial sangat panas. Jika para pendukung paslon menjadi lepas kontrol dengan terlalu aktif menyebarkan berita-berita hoax sehingga berujung pada pelanggaran hukum.

Sebagian orang mungkin tidak suka ketika menerima berita hoax, tapi bagi sebagian orang yang terlalu mendukung pihak politik tertentu, ia akan bersuka cita menerima berita hoax tersebut. Apalagi berita hoax itu merugikan rival politiknya, ia cenderung untuk membagikan sebanyak banyaknya ke publik berita hoax tersebut, berharap elektabilitas rivalnya akan turun. Tapi dia tak menyadari, jika publik tahu bahwa berita itu hoax, justru akan menguntungkan elektabilitas rivalnya tersebut.

Masyarakat harus melihat bahwa itu semua hanya proses biasa, bukan segala-galanya. Masyarakat juga tidak boleh terpancing karena berita-berita yang mungkin isinya hasutan atau adu domba. Cari sumber-sumber yang resmi dan cek ricek. Kalau kesadaran ini dibangun sejak awal, pasti tidak akan terjadi apa-apa.

Untuk membangun kesadaran masyarakat itu, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Pertama, masyarakat harus diberi edukasi bahwa pilkada dan pilpres adalah proses biasa di alam demokrasi seperti sekarang.

Kedua, rasa saling menghormati dan tenggang rasa harus terus dikembangkan. Bukankah saling menghormati dan tenggang rasa adalah semboyan bangsa Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila.

Selanjutnya, hindari melakukan sesuatu yang bisa menyakiti orang lain dengan mengembuskan isu-isu sukuisme, agama, ras dan lain-lain. Selain itu, hindari berita yang tak terklarifikasi.

Kesadaran ini perlu terus dibangun di masyarakat. Sebab, saat persaingan pilkada atau pilpres tinggi, maka hoaks dan hate speech (ujaran kebencian) di media sosial sangat tinggi.

Bagaimana cara menghindari berita-berita hoax, Anda bisa membacanya di link dibawah ini:

5 Tips Menghindari Berita Hoax Ala Netizen Cerdas.