Sabtu, 04 Agustus 2018

Bahan Renungan Agar Sukses Diusia Muda

Sukses di Usia Muda, Why Not?
©shutterstock
Sukses diusia muda merupakan impian semua anak muda namun untuk meraihnya harus dibayar dengan perjuangan yang keras. Sukses usia muda tentu beda rasanya dengan usia dewasa yang biasanya ditandai dengan usia di atas 50 tahun. Bila kita bisa mencapai sebuah keberhasilan saat usia masih belia ada banyak hal yang bisa dilakukan ketimbang bila telah memasuki masa uzur.

Tapi, bukan hal mudah untuk bisa sukses di usia muda. Kamu perlu kerja keras, ketekunan dan diiringi dengan doa dan kesungguhan. Beberapa orang bahkan harus jatuh bangun terlebih dahulu agar benar-benar bisa sampai di tangga sukses.

Dan pernahkah kamu merasa heran mengapa seseorang bisa terlihat segar dan bersemangat setiap harinya meski bekerja melebihi dari waktu normal? Sementara kamu dalam situasi yang sama seringkali merasa kelelahan. Pertama-tama itu karena waktu produktif setiap orang berbeda-beda, dan kedua karena kemampuan untuk mengatur waktu juga tidak semuanya sama.

Ada banyak sisi dari gaya hidup manusia yang terkadang diabaikan karena terpaku dengan rutinitas. Cobalah kembali melihat ke dalam diri apakah rutinitas yang kamu lakukan bertahun-tahun ini sudah membuat diri kamu utuh sebagai individu? Berikut ini bahan renungan agar sukses diusia muda, seperti yang dilansir dari laman hipwee:

1. Maksimalkan jatah waktu 24 jam

Semua orang punya 24 jam yang sama setiap harinya dan terserah kamu bagaimana menggunakannya. Jam kerja kamu yang 8 jam tidak cukup untuk menyelesaikan semua tugas? Coba tambahkan ekstra 1 jam sesudahnya atau datang lebih pagi esok hari untuk menebus pekerjaan yang belum usai.

Bila itu belum berhasil juga mungkin ada masalah lain, apakah tugas yang kamu pegang terlalu banyak? Atau ada waktu kerja yang kamu habiskan dengan tidak efektif? Terlalu banyak rapat atau sering keluar untuk merokok bisa jadi sebabnya. Coba dirinci secara detail kegiatan kamu setiap hari, identifikasi mana yang hanya membuang waktu dan segera tinggalkan. 

2. Miliki target jangka pendek dan jangka panjang

Jangan hanya jalani hari demi hari demi mendulang uang. Cobalah untuk memiliki sasaran yang jelas. Target jangka pendek bisa sesimpel keinginan untuk menurunkan berat badan dengan mendaftar sebagai anggota gym.

Target jangka panjang bisa saja pandangan kamu mengenai berapa lama akan bertahan di satu pekerjaan sebelum akhirnya pindah ke kantor lain atau bidang lain yang lebih prestis misalnya. Apapun itu, kamu harus punya tujuan! Target yang ingin kamu capai untuk memotivasi diri.

3. Bangun reputasi dan hubungan baik

Membangun reputasi baik di lingkungan profesional mudah saja dilakukan. Bekerja dengan baik dan bertanggung jawab atas apa yang dikerjakan sudah cukup. Apalagi bila ditambah dengan perilaku menyenangkan. Percaya atau tidak perilaku kamu langsung maupun tidak, dapat berkontribusi atas kesuksesan diri kamu.

4. Sering-seringlah gagal dan ambil pelajarannya

Seseorang pernah berkata bahwa setiap orang punya jatah gagal dan suksesnya masing-masing. Jadi bila kamu merasa gagal terus menerus mungkin itu artinya kamu sedang menghabiskan jatah gagal kamu, sehingga nanti yang tersisa tinggal sukses dan sukses saja. 

5. Perhatikan kesehatan keuangan kamu

Punya tabungan itu bagus, apalagi bila sifatnya investasi. Namun jangan biarkan semua tanpa pangawasan. Periksalah secara berkala apa-apa saja aset yang kamu sudah miliki. Bukan berarti kikir namun kamu harus tahu dari mana saja dan ke mana saja uang kamu mengalir.

Apalagi bila kamu tipe orang yang memiliki beberapa sumber pendapatan sekaligus. Jangan sampai apa yang sudah kamu kerjakan lupa dibayar oleh pihak lain dan kamu baru sadar 2 bulan setelahnya. 

6. Tetaplah waras di tengah kerasnya hidup

Pekerja dan profesional rentan stress akibat tuntutan hidup. Di Jepang malah orang nyaris tidak punya kehidupan lain selain untuk kerja dan kerja. Seberat-beratnya tuntutan hidup, rasanya kamu masih bisa menyiasati dengan berbagai cara. Liburan itu HARUS! Butuh biaya memang, tapi kalau sepulangnya kamu menjadi bergairah kembali untuk berkarya dan menghasilkan uang dari situ maka tidak ada ruginya bukan? 

Baca juga: 5 Tips Liburan Hemat dan Asyik

Bila kamu pikir lebih baik simpan saja uang untuk liburannya karena sayang, bisa dikompensasi dengan jalan-jalan ke mall dan makan enak misalnya. Yang terpenting adalah beri penghargaan kepada diri sendiri yang sudah bekerja keras sepanjang hari, minggu, bulan, dan tahun.
Hai : Untuk mendapatkan konten terbaru dan pemberitahuan postingan baru, silahkan subscribe email Anda.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search