Notification

×

Iklan

Iklan

Inilah Bagaimana Kurangnya Istirahat Mempengaruhi Otak

Sabtu, September 04, 2021 | 09:35 WIB Last Updated 2021-09-04T02:35:11Z
Tidak ada yang meragukan fakta bahwa kurang istirahat mempengaruhi otak. Ketika kita kurang tidur, kita mudah tersinggung dan kurang terhubung keesokan harinya. Pelajari sains di balik mengapa kurang istirahat memengaruhi otak kita di artikel ini!
inilah-bagaimana-kurangnya-istirahat-mempengaruhi-otak
Akibat kurang istirahat adalah penurunan produksi melatonin. (foto: freepik.com/user18526052)

Saat kurang istirahat, fungsi di otak kita mulai kehilangan efektivitasnya. Kami merasa lebih lambat untuk merespons, memiliki lebih sedikit memori, dan mengalami kelelahan otot yang signifikan.

Semua efek ini memiliki penjelasan ilmiah, dan ini menunjukkan pentingnya jaringan otak untuk kehidupan sehari-hari. Namun, pemeliharaan optimal jaringan ini membutuhkan tidur yang cukup.

Berbagai faktor berperan dalam kurangnya istirahat. Beberapa orang kurang tidur karena gangguan psikologis, seperti insomnia kecemasan, dan yang lainnya kurang tidur karena kebiasaan waktu tidur yang buruk.

Situasinya cukup serius dalam jangka panjang. Mari kita berpikir bahwa seorang siswa yang kurang tidur dan, sebagai akibatnya, tidak akan dapat maju secara memadai dalam karir mereka. Atau pikirkan tentang seorang pekerja yang tidak akan berkinerja baik dalam pekerjaan mereka, dan bahkan akan menghadapi risiko penting jika mereka mengoperasikan mesin, misalnya.

Apa yang terjadi pada otak karena kurang istirahat? Apa saja proses yang mempengaruhi kurang istirahat?

Di bawah ini, kami akan meninjau efek kurang istirahat pada tiga area utama yang terkait dengan kesehatan otak: Suasana hati, memori, dan ritme sirkadian.

Kurang istirahat mengubah suasana hati Anda

Orang tua yang telah bekerja semalaman untuk anak-anak mereka tahu ini. Hari berikutnya penuh dengan kejengkelan, dan segala sesuatu tampaknya membuat kita terlalu marah, bahkan hal-hal terkecil.

Gangguan mood ini berasal dari terputusnya hubungan yang disebabkan oleh kurangnya istirahat antara amigdala otak dan jaringan sistem saraf lainnya. Amigdala yang terputus bertindak dengan impuls, tanpa memediasi tindakan di korteks otak.

Negatif menjadi lebih negatif dan bahkan lebih buruk dalam interpretasi amigdala tentang berbagai hal. Dalam kondisi normal, dengan tidur yang cukup, cara menafsirkan itu melewati hambatan otak lainnya, yang menguraikan respons yang lebih tepat. Setelah malam tanpa tidur, tidak ada batasan untuk kemarahan kita.

Ini bukan efek permanen, karena, setelah tidur pada jam-jam yang diperlukan, sistem terhubung kembali. Namun, pada orang yang kurang tidur, iritabilitas seringkali dapat secara signifikan mengubah hubungan sosial mereka.

Mari kita ingat bahwa melalui sistem saraf, kita berkomunikasi dengan dunia luar dan dengan orang yang kita cintai. Jadi, merawatnya adalah prioritas. Istirahat yang baik akan memastikan suasana hati yang lebih baik dan lebih banyak perhatian pada hari berikutnya.

Kurang tidur menyebabkan hasil ujian yang buruk

Penelitian tidur menunjuk ke hippocampus sebagai wilayah lain yang terpukul keras oleh kurang istirahat. Area ini adalah kunci bagi siswa, karena di situlah memori dibuat.

Istirahat malam yang buruk mengurangi kemungkinan menyimpan informasi baru pada hari berikutnya. Bahkan merusak retensi gambar, di luar data, yang dapat memengaruhi elaborasi ingatan hari sebelumnya dan hari yang sedang berlangsung.

Hal ini memperkuat tujuan tercapainya sleep hygiene yang memadai pada pelajar, khususnya mahasiswa. Karir profesional menuntut tingkat perhatian dan retensi yang dapat dirangsang oleh tidur malam hari.

Saat tidur, hippocampus mentransfer ingatan dari neuronnya ke lobus otak lainnya. Proses ini penting untuk merekam pikiran dan penyelesaiannya di masa depan.

Kurang istirahat dan melatonin

Manusia bergerak dalam ritme sirkadian harian yang berlangsung sekitar 24 jam. Siklus bangun-tidur ini telah ditentukan, secara eksternal, oleh jam-jam sinar matahari. Di dalam tubuh, regulasi ini merespons hormon melatonin.

Melatonin menghentikan produksinya ketika menerima cahaya, dan sebaliknya, diproduksi dalam jumlah yang lebih besar dalam gelap. Dengan cara ini, hormon meningkatkan konsentrasinya untuk mendorong kita tidur dan istirahat.

Tidak beristirahat pada jam yang tepat mendorong kembali jam biologis kita dan membuat kita keluar dari siklus bangun-tidur biasa. Ini salah menghadapkan kita pada cahaya, baik matahari maupun buatan, yang mengubah produksi melatonin.

Dalam jangka menengah, jika siklus bangun-tidur terus-menerus menggeser jadwal, kita bisa memasuki pergeseran fase. Artinya kita semakin sulit untuk tidur di saat kita ingin tidur, dan kita semakin sulit bangun untuk beraktivitas di pagi hari.
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
×
Berita Terbaru Update