Jangan Lakukan 5 Hal Ini Ketika Pecah Ban

jangan-lakukan-5-hal-ini-ketika-pecah-ban
Jangan lakukan 5 hal ini ketika pecah ban

Terkacang, kondisi yang tidak diinginkan bisa saja terjadi ketika kita mengendarai mobil, seperti pecah ban. Hal ini bisa menyebabkan kecelakaan nahas bahkan mobil juga dapat terguling akibat ban pecah.

Namun, pada dasarnya akibat fatal yang ditimbulkan ban pecah bisa diminimalisir, dengan catatan penanganannya dilakukan dengan tepat.

Selain itu, Anda juga sebaiknya tidak melakukan 5 hal berikut ini ketika terjadi pecah ban:

1. Memindahkan gear ke posisi rendah

Momen paling krusial ada di lima detik pertama setelah ban pecah untuk pertama kalinya. Jadi kalau sudah terlewat lima detik saja, Anda sebaiknya tidak mengganti gear ke posisi rendah.

2. Menginjak pedal rem

Tekanan ban mobil yang pecah bakal semakin berat. Oleh karena itu, sangat tidak disarankan menginjak pedal rem dalam-dalam. 

3. Ragu-ragu

Ketika pecah ban, jangan ragu-ragu. Kebanyakan kecelakaan fatal yang diakibatkan pecah ban terjadi karena pengemudi menginjak pedal rem, kemudian memutuskan mengangkat kaki dari atas pedal rem.

Nah, hindari keraguan, karena cara yang paling baik adalah tidak menginjak pedal rem ketika mengalami pecah ban mobil.

4. Menginjak pedal gas

Ini merupakan tindakan yang paling tidak disarankan. Dalam kondisi panik karena pecah ban, orang biasanya tetap menginjak pedal gas, dan secara reflek menginjak pedal rem.

Padahal cara yang benar adalah mengurangi kecepatan dengan cara mengangkat kaki dari atas pedal gas.

5. Menginjak pedal kopling

Khusus untuk pemilik mobil bertransmisi manual, jangan sampai menginjak pedal kopling ketika mengalami pecah ban. Laju kendaraan justru tidak akan tertahan, sehingga mobil tidak akan melambat.

Ingat ya, ketenangan adalah kunci. Jangan panik dalam menghadapi kondisi semacam ini dan yang penting tetap waspada, serta sigap.

Apa yang harus dilakukan pengemudi saat pecah ban?
  • Satu hal yang paling penting adalah jangan panik. Saat ban meletus biasanya pengemudi akan kaget dan mobil akan oleng. Di saat inilah pengemudi harus bisa menguasai kendaraan dan tidak panik.
  • Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghindari penggunaan rem dan jauhkan kaki dari pedal rem.
  • Untuk mengurangi laju kendaraan, lepas pedal gas secara perlahan. Jangan lakukan dengan mendadak karena ban mobil akan tidak sempurna menempel aspal.
  • Tetap genggam setir atau kemudi dengan erat dan pertahankan arah mobil supaya tetap lurus. langsung nyalakan lampu sein kiri untuk memberitahu mobil akan bergerak menuju tepi jalan.
  • Setelah berada di tepi jalan, langsung nyalakan lampu hazard dan segera mulai melakukan pengereman sampai mobil benar-benar berhenti.
  • Setelah berhenti, tetap nyalakan lampu hazard supaya pengendara lain tahu mobil Anda sedang bermasalah.
Referensi: mTOYOTA