Notification

×

Iklan

Iklan

Ilmuwan Rusia Mengklaim Telah Menemukan Kelemahan Virus Corona

Minggu, 09 Agustus 2020 | 02:28 WIB Last Updated 2020-08-08T19:28:39Z
ilmuwan-rusia-mengklaim-telah-menemukan-kelemahan-virus-corona
Karena lebih dari 160 kelompok di seluruh dunia melanjutkan pencarian mereka untuk vaksin COVID-19 yang efektif, komunitas medis dan kelompok penelitian belajar lebih banyak tentang penularan baru setiap hari. Sementara perlombaan untuk mengembangkan vaksin potensial untuk menahan pandemi masih berlangsung, para ilmuwan Rusia sebenarnya telah memahami titik lemah dari virus corona baru. Menurut laporan baru-baru ini, tim peneliti dari Pusat Penelitian Virologi dan Bioteknologi VECTOR Rusia di Novosibirsk, Siberia telah menemukan bahwa air bersuhu ruangan sebenarnya dapat menghentikan pertumbuhan penularan yang sangat menular. 

Apa yang dikatakan dalam penelitian ini 

Para peneliti dari VECTOR State Research Center of Virology and Biotechnology telah mengidentifikasi bahwa air normal dapat membantu dalam membatasi pertumbuhan virus corona baru. Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa 90 persen partikel virus korona mati di air bersuhu ruangan dalam rentang waktu 24 jam, sedangkan 99,9 persen tewas dalam 72 jam. 

Air mendidih cepat membunuh COVID-19 

Peneliti Rusia selanjutnya menemukan bahwa virus corona baru cepat menyerah pada air mendidih, karena membunuh virus dengan segera dan sepenuhnya. 

Air klorin juga sangat efektif dalam membunuh virus 

Menurut laporan Sputnik News, tim peneliti juga menemukan bahwa air yang diklorinasi sangat efektif dalam membunuh virus. Ditemukan juga bahwa virus corona tidak berkembang biak di air yang mengandung klor dan air laut, meski bisa bertahan untuk beberapa waktu. Umur penularan secara langsung tergantung pada suhu air. 

Rusia berencana untuk menghasilkan 'jutaan' dosis vaksin virus pada tahun 2021 

Rusia berencana untuk memulai produksi vaksin virus corona bulan depan yang telah dikembangkan oleh lembaga Gamaleya di Moskow. 

"Kami akan dapat memastikan volume produksi beberapa ratus ribu sebulan, dengan akhirnya meningkat menjadi beberapa juta pada awal tahun depan," kata Menteri Perindustrian Denis Manturov dalam wawancara yang diterbitkan oleh kantor berita negara TASS, menurut sebuah kantor berita melaporkan. 

Pendekatan jalur cepat Rusia dalam mengembangkan vaksin virus corona 

Rusia telah membuat langkah besar dalam mengembangkan kandidat vaksin untuk melawan pandemi. Menurut laporan baru-baru ini, negara itu berencana untuk meluncurkan kampanye vaksinasi massal melawan virus corona baru pada bulan Oktober. Para pekerja garis depan, termasuk dokter dan guru, diyakini akan menjadi yang pertama di garis depan untuk menerima vaksin. 

Bisakah Rusia meluncurkan vaksin pada bulan Oktober? 

Para ilmuwan Rusia telah mengumumkan pada 15 Juli bahwa uji coba pendahuluan dari kandidat vaksin berbasis adenovirus yang dikembangkan oleh Gamaleya Institute telah selesai. Sesuai laporan media, Menteri Kesehatan negara itu Mikhail Murashko telah membuat pernyataan untuk memulai "vaksinasi ekstensif" pada bulan Oktober, sebuah pernyataan yang menuai keraguan dari para ahli di seluruh dunia.
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
×
Berita Terbaru 1 Update