Fakta Terbaru Jumlah Korban Virus Corona di Indonesia

Iklan

Fakta Terbaru Jumlah Korban Virus Corona di Indonesia

tosupedia
11/03/20, 22:41 WIB Last Updated 2020-03-24T06:33:16Z
Fakta Terbaru Jumlah Korban Virus Corona di Indonesia
Foto: Shutterstock
Virus Corona pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada bulan Desember 2019. Seperti dilansir Worldometer, hingga 11 Maret 2020, sekitar 118 ribu orang positif terinfeksi virus Corona di 119 negara. Dari jumlah tersebut, sekitar 65 ribu orang sudah dinyatakan sembuh, 4 ribu orang meninggal, dan sisanya masih dalam penanganan.

Di Indonesia sendiri, ketika berita ini ditulis Kementerian Kesehatan RI mencatat ada 579* Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Sebanyak 7 orang di antaranya tertular penyakit ini di luar negeri dan kembali ke Indonesia sudah dalam keadaan terinfeksi. *(update 24/03/2020).

Imbauan Pemerintah

Terkait bertambahnya kasus positif Corona di Indonesia Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan protokol umum pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) untuk setiap sekolah maupun perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

Berikut 16 poin protokol penanganan Corona di institusi pendidikan:
  1. Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi Covid-19.
  2. Menyediakan sarana untuk cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol di berbagai lokasi strategis di sekolah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
  3. Menginstruksikan kepada warga sekolah melakukan cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya seperti: makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, Olahraga yang teratur, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya.
  4. Membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin (minimal 1 kali sehari) dengan desinfektan, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, meja, keyboard dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan.
  5. Memonitor absensi (ketidakhadiran) warga sekolah, Jika diketahui tidak hadir karena sakit dengan gejala demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas disarankan untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri.
  6. Memberikan himbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala demam batuk/pilek sakit tenggorokan/sesak napas untuk mengisolasi diri dirumah dengan tidak banyak kontak dengan orang lain.
  7. Tidak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran (jika ada). (dalam hal ini bukan kewenangan Kemkes untuk menetapkan, sehingga Kemkes tidak memberikan masukan).
  8. Jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan, Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.
  9. Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada tenaga kependidikan lain yang mampu. (dalam hal ini bukan kewenangan Kemkes untuk menetapkan, sehingga Kemkes tidak memberikan masukan).
  10. Pihak institusi pendidikan harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga pendidikan yang punya keluhan sakit, untuk selanjutnya diinformasikan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk dilakukan pemeriksaan Iebih Ianjut.
  11. Memastikan makanan yang disediakan di sekolah merupakan makanan yang sehat dan sudah dimasak sampai matang.
  12. Menghimbau seluruh warga sekolah untuk tidak berbagi makanan, minuman, termasuk peralatan makan, minum dan alat musik tiup yang akan meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit.
  13. Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dsb).
  14. Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar sekolah (berkemah, studi wisata).
  15. Melakukan skrining awal berupa pengukuran suhu tubuh terhadap semua tamu yang datang ke Institusi pendldikan.
  16. Warga sekolah dan keluarga yang bepergian ke negara dengan transmisi lokal Covid-19 (lnformasi daftar negara dengan transmisi lokal COVlD-19 dapat diakses di www.covid19.kemkes.go.id) dan mempunyai gejala demam atau gejala parnapasan seperti batuk pilek/sakit tenggorokan, sesak napas diminta untuk tidak melakukan pengantaran, penjemputan. dan berada di area sekolah. 

Untuk memantau perkembangan secara real-time penyebaran virus corona Anda bisa mengunjungi tautan ini dasbor dan peta virus corona.

Referensi:
Wold Health Organization. Coronavirus Disease (COVID-19) Advice for The Public.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2020). 16 Protokol Penanganan Virus Corona Di Sekolah.
Worldometer (2020). Covid-19 Coronavirus Outbreak.
Alodokter (2020). Fakta Terbaru Jumlah Korban Virus Corona.
Coronavirus COVID-19 Global Cases by the Center for Systems Science and Engineering (CSSE).
Komentar

Tampilkan

Terkini