Tips Mengatur Manajemen Keuangan Pribadi Dengan Baik
  • Jelajahi

    Copyright © tosupedia.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Tips Mengatur Manajemen Keuangan Pribadi Dengan Baik

    Atiqa Fairuz Khalisa
    11/02/19, 22:29 WIB Last Updated 2019-11-24T11:41:20Z
    tips-manajemen-keuangan

    Cara Mengatur Keuangan

    Penghasilan sebesar apapun tidak akan pernah cukup memenuhi kebutuhan jika kamu tidak pernah puas dan pkamui mengatur keuangan pribadi. Orang-orang yang beruntung secara finansial pun akan mengalami masalah finansial jika tidak dapat mengatur keuangan pribadi dengan baik.

    Sejatinya, mengatur keuangan pribadi merupakan kunci utama dalam menggapai kesuksesan finansial. Apalagi dengan semakin meningkatnya biaya hidup menuntuk kita untuk lebih cerdas dalam mengatur keuangan agar tidak terperangkap dalam utang. Jika kamu belum atau telah berkeluarga, mari biasakan diri dari sekarang untuk mengatur keuangan lebih baik yang mana akan banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.

    Ingin tahu bagaimana cara manajemen keuangan pribadi? Mari kita simak ulasan berikut ini yang dilansir dari financer.com:

    Atur Keuangan Pribadi Kamu

    Kita dapat mengatur keuangan pribadi dengan memahami dua konsep sederhana, yaitu pemasukan dan pengeluaran. Penghasilan adalah jumlah uang yang kamu peroleh seperti gaji bulanan, pendapatan usaha, pendapatan investasi, uang pensiun, uang sewa dan lain sebagainya. Sedangkan, pengeluaran adalah pembayaran produk atau jasa yang dikonsumsi melalui penghasilan kita.

    Keuangan pribadi terdiri atas berbagai topik seperti mencatat pendapatan, membuat anggaran, dan mengelola pinjaman dengan bijak. Dengan memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan akan membuat kamu hidup dengan baik hari ini dan membangun masa depan keuangan yang stabil.

    Mencatat Rincian Pendapatan

    Sudahkah kamu mencatat pendapatan setiap bulannya? Jika belum, mulailah mencatat pendapatan bulan ini agar kamu dapat mengatur keuangan pribadi dengan baik. Rincian pendapatan ini berasal dari gaji sebagai seorang karyawan perusahaan atau pegawai negeri.

    Jika kamu juga menjalankan profesi lain dan usaha sampingan seperti freelancer, sopir taksi online, bisnis jualan online, guru les, bisnis sewa rumah dan sebagainya untuk menambah pemasukan harus kamu catat juga. Contohnya seperti dibawah ini:

    tips-mengatur-keuangan
    Membuat Anggaran Pengeluaran

    Setelah kamu mencatat rincian pendapatan kamu, selanjutnya alokasikan pendapatan kamu ke anggaran pengeluaran seperti dibawah ini:

    Sedekah

    Dengan bersedekah, seseorang tidak akan jatuh miskin dan melarat. Justru semakin banyak bersedekah, semakin besar potensi rezeki seseorang akan berlimpah. Sisihkan minimal 2,5% dari pendapatan per bulan kamu untuk bersedekah ke anak yatim piatu, fakir miskin, pengungsi, korban bencana alam, atau orang-orang yang sedang membutuhkan.

    Kebutuhan Rutin

    Setiap bulan, ada kebutuhan penting yang harus dipenuhi secara rutin, seperti membeli kebutuhan dapur, membeli keperluan mandi, membayar listrik dan air, dan lain sebagainya. Setidaknya 50% dari pendapatan bulanan harus disisihkan untuk kebutuhan rutin ini.

    Tabungan

    Tabungan adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki dan dipersiapkan bagi semua orang tanpa terkecuali, karena dapat digunakan untuk berbagai hal seperti membeli rumah, membayar keperluan tak terduga, musibah dan lain-lain. Pendapatan dana yang harus disisihkan untuk tabungan minimal 10%.

    Asuransi

    Sejatinya, asuransi memberi perlindungan dan menjamin kehidupan dan aset kamu. Biaya polis asuransi yang kamu bayarkan ke perusahaan asuransi kelak akan bermanfaat bagi kehidupan dan aset kamu. Sehingga ketika peristiwa buruk terjadi, kamu dan keluarga yang kamu tinggalkan tidak perlu lagi pusing memikirkan peristiwa buruk yang menimpa kamu. Sisihkan minimal 5% dari pendapatan kamu untuk premi asuransi.

    Investasi

    Apabila Tuhan berkenan memberikan umur yang panjang, kamu dapat menikmati kesuksesan finansial kamu ketika memiliki investasi. Oleh karena itu, alokasikan 12,5% pendapatan kamu untuk investasi di berbagai sektor, seperti properti, bursa efek, P2P, forex, reksadana, atau lainnya. Dana investasi juga dapat digunakan untuk menyiasati mahalnya biaya pendidikan anak atau untuk mempersiapkan dana pensiun kamu di masa depan.

    Biaya Entertainment atau Liburan

    Tidak dapat dimungkiri, stres dapat dialami oleh setiap orang. Jika dibiarkan berlarut-larut, stres akan berubah menjadi depresi bahkan menimbulkan penyakit kronis seperti penyakit jantung. Karenanya, Kamu perlu menyiapkan bujet khusus untuk entertainment atau liburan guna melepaskan stress. Kumpulkan dana sekitar 10% untuk keperluan entertainment atau liburan ini.

    Dana Darurat

    Hal-hal yang tak terduga bisa saja terjadi. Jangan sampai pengeluaran yang tidak terduga seperti membeli kado pernikahan untuk keluarga atau teman, membeli obat, syukuran dan lain sebagainya membuat rencana keuangan kamu berantakan. Oleh sebab itu, kamu wajib menyisihkan 10% dari pendapatan kamu untuk keadaan darurat ini. Namun, jika dalam sebulan kamu tidak mengalami hal-hal tak terduga atau harus membayar keperluan tersebut, sebaiknya dana darurat ini kamu simpan di tabungan untuk persiapan di kemudian hari.

    Mengelola Pinjaman Dengan Bijak

    Hampir setiap penduduk di Indonesia memiliki pinjaman, baik itu kredit tanpa agunan, pinjaman karyawan, kredit kepemilikan rumah KPR, kredit mobil atau modal usaha. Apalagi dengan berkembangnya perekenomian Indonesia, pemerintah beserta perusahaan swasta berbondong-bondong mendukung dan memberi pinjaman modal usaha ke masyarakat untuk merintis atau mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

    Bagi kamu yang mengajukan pinjaman dana dari bank atau perusahaan penyedia pinjaman, sebaiknya kamu mengetahui cara mengelola pinjaman dengan bijak agar tidak menimbulkan kerugian di masa depan:

    1. Memisahkan Dana Pribadi dengan Dana Usaha

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah berkomitmen untuk memisahkan dana pribadi dan dana usaha. Dengan langkah ini, kamu dapat mengontrol arus pendapatan dan pengeluaran dana usaha kamu. Oleh sebab itu, kamu wajib memiliki dua rekening tabungan berbeda untuk memisahkan ke dua dana tersebut.

    2. Membuat Laporan atau Pembukuan Keuangan

    Mengetik atau mencatat semua arus pengeluaran dan pendapatan keuangan yang terbagi atas buku atau file kas masuk dan buku atau file kas keluar merupakan salah satu cara mengelola pinjaman dengan bijak. Jika kamu memiliki laporan atau pembukuan keuangan yang lengkap akan memudahkan kamu untuk melihat keuntungan atau kerugian kamu. Tidak menutup kemungkinan, kamu dapat memperoleh pinjaman dana lebih besar ke depannya jika kamu memiliki laporan atau pembukuan yang rutin dan teratur.

    3. Memanfaatkan Dana Pinjaman untuk Produktivitas Kerja

    Manfaatkanlah dana pinjaman kamu sebaik mungkin, terutama untuk meningkatkan produktivitas kerja seperti membeli bahan baku produk, membeli peralatan kerja, mengikuti pelatihan kerja dan sebagainya, sehingga kamu dapat melancarkan kinerja usaha kamu.

    4. Mampu Mengatur Alur Kas

    Untuk mendukung keberlangsungan sebuah bisnis, kamu harus mampu mengatur arus kas. Jadi, kamu harus memonitor alur perputaran kas bisnis kamu yang meliputi pengelolaan utang piutang dan persediaan barang berjalan dengan baik dan tidak ada keterlambatan.

    5. Alokasi Dana Untuk Pembayaran Angsuran

    Pastikan kamu mengalokasikan dana khusus untuk membayar angsuran pinjaman setiap bulannya. Kamu harus mendisiplikan diri kamu untuk tidak menggunakan dana khusus ini untuk kebutuhan apapun agar kamu dapat membayar angsuran pinjaman dengan tepat waktu sehingga beban kamu pun berkurang setiap bulannya.

    6. Hindari Penggunaan Dana Pinjaman Untuk Kebutuhan Konsumtif

    Menghindari penggunaan uang pinjaman untuk kebutuhan konsumtif seperti berbelanja, liburan, makanan, dan kebutuhan pribadi lainnya merupakan tindakan yang tepat dilakukan untuk mengelola pinjaman dengan bijak. Yang harus selalu kamu tanamkan di dalam pikiran kamu adalah tujuan awal untuk mengambil pinjaman hanya untuk keperluan perintisan atau pengembangan bisnis.

    7. Investasi Keuntungan untuk Pengembangan Bisnis

    Hal terakhir yang harus kamu lakukan untuk mengelola pinjaman dengan bijak agar memiliki keuangan pribadi yang baik adalah menginvestasikan keuntungan yang telah kamu peroleh untuk mengembangkan bisnis kamu. Selalu menyisihkan hasil keuntungan bisnis kamu untuk membeli peralatan baru yang lebih canggih, meningkatkan kualitas produk atau jasa bisnis, dan membuka cabang baru dari usaha kamu.

    Kesimpulan

    Demikian langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatur keuangan pribadi kamu. Memiliki pengetahuan tentang keuangan dapat menstabilkan perekonomian kamu. Mulailah mengatur keuangan pribadi agar kamu tidak hanya terbebas dari lilitan tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan seperti memiliki bisnis yang lancar, membeli rumah, berliburan ke luar negeri, menyekolahkan anak hingga sarjana dan lain sebagainya. Banyak orang mungkin tidak tahu harus memulai dari mana.

    Apabila kamu memulainya dari sekarang, kamu bisa menikmati kesuksesan finansial di kemudian hari.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Bisnis

    +