Sejarah Kabupaten Indramayu dan Nama-nama Bupatinya Dari Masa Ke Masa
  • Jelajahi

    Copyright © tosupedia.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sejarah Kabupaten Indramayu dan Nama-nama Bupatinya Dari Masa Ke Masa

    Mas Tosu
    08/09/15, 20:55 WIB Last Updated 2019-12-02T05:22:46Z
    bupati-indramayu-dari-masa-kemasa

    Menurut Tim Panitia Peneliti Sejarah Kabupaten Indramayu bahwa hari jadi Indramayu jatuh pada tanggal 7 Oktober 1527 M yang telah disahka pada sidang Pleno DPRD Kabupaten Daerah tingkat II Indramayu pada tanggal 24 Juni 1977 dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Daerah tingkat II Indramayu Nomor 02 Tahun 1977 tentang Penetapan Hari Jadi Indramayu, dimana dalam Peraturan Daerah tersebut disebutkan bahwa hari jadi Indramayu ditetapkan jatuh pada tanggal 7 (tujuh) Oktober 1527 M hari Jumat Kliwon tanggal 1 Muharam 934 H. Dalam menentukan hari jadi tersebut tim panitia peneliti sejarah Indramayu berpegang pada sebuah patokan peninggalan jaman dulu dan atas dasar beberapa fakta sejarah yang ada, yaitu prasasti, penulisan-penulisan masa lalu, benda-benda purbakala/benda pusaka, legenda rakyat serta tradisi yang hidup ditengah-tengah masyarakat.

    Proses Sejarah Berdirinya Kabupaten Indramayu

    Menurut cerita Babad Dermayu penghuni partama daerah Indramayu adalah Raden Aria Wiralodra yang berasal dari Bagelen Jawa Tengah putra Tumenggung Gagak Singalodra yang gemar melatih diri olah kanuragan, tirakat dan tapa brata.

    Suatu saat Raden Wiralodra tapa brata dan semedi di perbukitan melaya di kaki gunung sumbing, setelah melampau masa tiga tahun ia mendapat wangsit “Hai wiralodra apabila engkau ingin berbahagia berketurunan di kemudian hari carilah lembah Sungai Cimanuk. Manakala telah tiba disana berhentilah dan tebanglah belukar secukupnya untuk mendirikan pedukuhan dan menetaplah disana, kelak tempat itu akan menjadi subur makmur serta tujuh turunanmu akan memerintah disana”.

    Singkat cerita dengan didampingi oleh Ki Tinggil dan berbekal senjata Cakra Undaksana berangkatlah mereka ke arah barat untuk mencari sungai Cimanuk. Suatu senja sampailah mereka di sebuah sungai, Wiralodra mengira sungai itu adalah Cimanuk maka bermalamlah disitu dan ketika pagi hari bangun mereka melihat ada orang tua yang menegur dan menanyakan tujuan mereka. Wiralodra menjelaskan apa maksud dan tujuan perjalanan mereka, namun orang tua itu berkata bahwa sungai tersebut bukan cimanuk karena cimanuk telah terlewat dan mereka harus balik lagi ke arah timur laut. Setelah barkata demikian orang tarsebut lenyap dan orang tua itu menurut riwayat adalah Ki Buyut Sidum, Kidang Penanjung dari Pajajaran. Ki Sidum adalah seorang panakawan tumenggung Sri Baduga yang hidup antara tahun 1474 - 1513.

    Kemudian Raden Wiralodra dan Ki Tinggil melanjutkan perjalanan menuju timur laut dan setelah berhari-hari berjalan mereka melihat sungai besar, Wiralodra berharap sungai tersebut adalah Cimanuk, tiba-tiba dia melihat kebun yang indah namun pemilik kebun tersebut sangat congkak hingga Wiralodra tak kuasa mengendalikan emosinya ketika ia hendak membanting pemilik kebun itu, orang itu lenyap hanya ada suara “Hai cucuku Wiralodra ketahuilah bahwa hamba adalah Ki Sidum dan sungai ini adalah sungai Cipunegara, sekarang teruskanlah perjalanan kearah timur, manakala menjumpai seekor Kijang bermata berlian ikutilah dimana Kijang itu lenyap maka itulah sungai Cimanuk yang tuan cari.”.

    Saat mereka melanjutkan perjalanan bertemulah dengan seorang wanita bernama Dewi Larawana yang memaksa untuk di persunting Wiralodra namun Wiralodra menolaknya hingga membuat gadis itu marah dan menyerangnya. Wiralodra mengelurkan Cakranya kearah Larawana, gadis itupun lenyap barsamaan dengan munculnya seekor Kijang. Wiralodra segera mengejar Kijang itu yang lari kearah timur, ketika Kijang itu lenyap tampaklah sebuah sungai besar. Karena kelelahan Wiralidra tertidur dan bermimpi bertemu Ki Sidum , dalam mimpinya itu Ki Sidum berkata bahwa inilah hutan Cimanuk yang kelak akan menjadi tempat bermukim.

    Setelah ada kepastian lewat mimpinya Wiralodra dan Ki Tinggil membuat gubug dan membuka ladang, mereka menetap di sebelah barat ujung sungai Cimanuk. Pedukuhan Cimanuk makin hari makin banyak penghuninya. diantaranya seorang wanita cantik paripurna bernama Nyi Endang Darma. Karena kemahiran Nyi Endang dalam ilmu kanuragan telah mengundang Pangeran Guru dari Palembang yang datang ke lembah Cimanuk bersama 24 muridnya untuk menantang Nyi Endang Darma namun semua tewas dan dikuburkan di suatu tempat yang sekarang terkenal dengan “Makam Selawe”.

    Untuk menyaksikan langsung kehebatan Nyi Endang Darma, Raden Wiralodra mengajak adu kesaktian dengan Nyi Endang Darma namun Nyi Endang Darma kewalahan menghadapi serangan Wiralodra maka dia meloncat terjun ke dalam Sungai Cimanuk dan mengakui kekalahannya. Wiralodra mengajak pulang Nyi Endang Darma untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan pedukuhan namun Nyi Endang Darma tidak mau dan hanya berpesan, “Jika kelak tuan hendak memberi nama pedukuhan ini maka namakanlah dengan nama hamba, kiranya permohonan hamba ini tidak berlebihan karena hamba ikut andil dalam usaha membangun daerah ini”.

    Untuk mengenang jasa orang yang telah ikut membangun pedukuhannya maka pedukuhan itu dinamakan “DARMA AYU” yang saat ini dikenal dengan nama “INDRAMAYU”.

    Berdirinya pedukuhan Darma Ayu sendiri sampai saai ini belum diketahui jelas tanggal dan tahunnya. Namun berdasarkan fakta sejarah Tim Peneliti menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada jum’at kliwon, 1 sura 1449 atau 1 Muharam 934 H yang bertepatan dengan tanggal 7 Oktober 1527M.

    Bukti proses berdirinya Indramayu dari sumber lainnya

    Cerita pedukuhan Darma Ayu adalah salah satu catatan sejarah daerah Indramayu namun ada beberapa catatan lainnya yang juga berkaitan dengan proses pertumbuhan daerah Indramayu antara lain:

    a. Berita yang bersumber pada Babad Cirebon bahwa seorang saudagar China beragama islam bernama Ki Dampu Awang datang ke Cirebon pada tahun 1415. Ki Dampu Awang sampai di desa Junti dan hendak melamar Nyi Gedeng Junti namun ditolak oleh Ki Gedeng Junti, disini dapat disimpulkan bahwa Desa Junti sudah ada sejak tahun 1415M .

    b. Catatan dalam buku Purwaka Caruban Nagari mengenai adanya Desa Babadan, dimana pada tahun 1417 M Sunan Gunung Jati pernah datang ke Desa Babadan untuk mengislamkan Ki Gede Babadan bahkan menikah dengan puteri Ki Gede Babadan.

    c. Di tengah kota Indramayu ada sebuah desa yang bernama Lemah Abang, nama itu ada kaitannya dengan nama salah seorang Wali Songo Syeikh Siti Jenar yang dikenal dengan nama Syeikh Lemah Abang, mungkin dimasa hidupnya (1450 - 1406) Syeikh Lemah Abang pernah tinggal di desa tersebut atau setidak-tidaknya dikunjungi olehnya untuk mengajarkan agama islam.

    Setelah bangsa Portugis pada tahun 1511 menguasai Malaka antara 1513-1515 pemerintah Portugis mengirimkan Tom Pires ke Jawa. Dalam catatan harian Tom Pires terdapat data-data bahwa :

    Tahun 1513-1515 pedukuhan Cimanuk sudah ada bahkan sudah mempunyai pelabuhan.

    Pedukuhan Cimanuk ada dalam wilayah kerajaan sunda (Pajajaran).

    Melihat bukti-bukti atau sumber di atas diperkirakan pada akhir abad XVI M daerah Indramayu sekarang atau sebagian dari padanya sudah dihuni manusia. *)

    *) Sumber: Buku Sejarah Indramayu (cetakan ke 2) terbitan pemerintah Kabupaten DT II Indramayu
    Ditemukannya Prasasti Aria Wiralodra

    prasasti-aria-wiralodra
    Prasasti Aria Wiralodra

    Nanging Benjing Allah Nyukani
    Kerahmatan Kang Linuwih
    Darma Ayu Mulih Harja
    Tan Ana Sawiji - wiji
    Pertelane
    Yen Wonten Taksana Nyabrang Kali Cimanuk
    Sumur Kejayaan Deres Mili
    Dlupak Murub Tanpa Patra
    Sadaya Pan Mukti Malih
    Somahan Lawan Prajurit
    Rowang Lawan Priagung
    Samya Tentram Atine
    Sadaya Harta Tumuli
    Ing Sekehing Negara Pada Raharja

    Artinya :
    Akan tetapi Allah melimpahkan
    RahmatNya yang berlimpah
    Darma Ayu kembali makmur tiada ada suatu hambatan
    Tanda
    Jika ada ular menyebrangi sungai cimanuk
    Sumur kejayaan mengalir deras
    Lampu menyala tanpa minyak
    Semua hidup makmur
    Bekerja sama dengan tentara
    Membantu penguasa
    Semua hidup aman dan tentram
    Gemah ripah loh jinawi
    Seluruh negara hidup makmur

    1. Nama-nama Pemimpin Indramayu (Bupati) Dari Masa Ke Masa
    2. Raden Singalodra ------> (WIRALODRA I)
    3. Raden Wirapati ------> (WIRALODRA II)
    4. Raden Sawedi ------> (WIRALODRA III)
    5. Raden Banggala ------> (WIRALODRA IV)
    6. Raden Banggali ------> (WIRALODRA V)
    7. Raden Samaun ------> (WIRALODRA VI)
    8. Raden Krestal ------> (WIRALODRA VII)
    9. Raden Warngali
    10. Raden Wiradibrata I
    11. Raden T. Suraneggala
    12. Raden Dilari (Purbadi Negara I) ------> 1900
    13. Raden Rolat (Purbadi Negara II) ------> 1900 - 1917
    14. Raden Sosrowardjoyo ------> 1917 - 1932
    15. Raden AA. Moch. Soediono ------> 1933 - 1944
    16. Dr. Raden Murdjani ------> 1944 - 1946
    17. Raden Wiraatmaja ------> 1946 - 1947
    18. M. I. Syafiuddin ------> 1947 - 1948
    19. Raden Wachyu ------> 1949 - 1950
    20. Tikol Al moch. Ichlas ------> 1950 - 1951
    21. Tb. Moch. Cholil ------> 1951
    22. Raden Djoko Said Prawirawidjoyo ------> 1952 - 1956
    23. Raden Hasan Surya satjakusumah ------> 1956 - 1958
    24. Raden Firman Ranuwidjoyo ------> 1958 - PJ
    25. Entol Djunaedi Satiawiharja ------> 1958 - 1960
    26. H. A. Dasuki ------> 1960 - 1965
    27. M. Dirlam Sastro Mihardjo ------> 1965 - 1973
    28. Raden Hadian Suria Adiningrat ------> 1974 - 1975
    29. H. A. Djahari, SH ------> 1975 - 1985
    30. H. Adang Suryana ------> 1985 - 1990
    31. H. Ope Mustofa ------> 1990 - 2000
    32. H. Irianto MS Syafiuddin ------> 2000 - 2010
    33. Hj. Anna Sopanah ------> 2010 - 2015 (2016 - 2021)
    34. Drs. H. Supendi, M.Si (Menggantikan Bupati Hj. Anna Sopanah) -------> 2019
    35. H. Taufik Hidayat, SH (Menggantikan Drs. H. Supendi, M.Si) -----------> 2019 - 2021
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Bisnis

    +