Empat Jenis Kemalasan dan Cara Mengatasinya

Sangat penting untuk berhenti melihat kemalasan hanya sebagai kekurangan atau keburukan. Faktanya, dalam semua jenis kemalasan ada realitas yang lebih kompleks, yang bisa kita abaikan.
empat-jenis-kemalasan-dan-cara-mengatasinya
Foto: freepik.com/lookstudio

Ada beberapa jenis kemalasan dan masing-masing dari mereka mempengaruhi Anda dengan cara yang berbeda. Faktanya, perasaan tidak ingin melakukan suatu aktivitas ini lebih kompleks daripada yang terlihat pada pandangan pertama . Ini sering secara otomatis dilabeli sebagai sesuatu yang negatif, tetapi ini seharusnya tidak terjadi. Karena, di mana ada kemalasan, biasanya ada penyebab penting yang mendasarinya.

Berbagai jenis kemalasan memiliki penyebab, karakteristik, dan intensitas yang berbeda. Karakteristik umum dari semua itu adalah Anda merasa menolak untuk mengambil tindakan, meskipun Anda tahu bahwa tindakan yang benar adalah bertindak. Reputasi buruk kemalasan berasal dari agama, di mana itu tidak dianggap sebagai keadaan psikologis, tetapi dosa yang mematikan.

Kemalasan sering dikaitkan dengan penundaan. Memang, kurangnya minat dalam melakukan sesuatu biasanya membuat Anda menundanya tanpa batas. Jika ini terjadi terlalu sering, itu jelas akan mempengaruhi kinerja dan kehidupan Anda secara umum. Untuk lebih memahami keadaan ini, mari kita lihat jenis kemalasan apa yang ada.

“Jangan menyerah pada fatalisme. Ini akan menyebabkan inersia dan kemalasan. Kenali Kekuatan Besar Pikiran. Dengan menggunakan pemikiran yang benar, buatlah dirimu sendiri menjadi takdir yang hebat.”

-Sivananda-
empat-jenis-kemalasan-dan-cara-mengatasinya
Foto: freepik.com/benzoix

1. Kemalasan fisik

Ini adalah salah satu jenis kemalasan yang paling umum. Sesuai dengan namanya, ini menyangkut ketahanan terhadap aktivitas fisik. Biasanya, jenis kemalasan ini lahir dari tiga faktor: kelelahan sebelumnya, kedekatan, atau kurangnya minat. Contoh tipikal adalah ketika Anda ingin memulai latihan rutin tetapi Anda tidak pernah berhasil, karena kurangnya keinginan Anda.

Terkadang, hal ini terjadi karena Anda ingin berolahraga tetapi tidak memiliki cukup energi untuk melakukan aktivitas tersebut. Di lain waktu, Anda mungkin tidak terlalu mementingkan manfaat olahraga di masa depan dan Anda malah berkonsentrasi pada kenyamanan langsung Anda. Atau, Anda mungkin benar-benar tidak tertarik dan kesejahteraan fisik Anda tidak cukup menjadi insentif bagi Anda.

Dalam kasus ini, hal terbaik yang harus Anda lakukan adalah merenungkan apakah benar-benar layak untuk memulai latihan rutin. Jika Anda mengetahui bahwa manfaatnya cukup penting, keyakinan Anda akan mengarah pada mengatasi penolakan Anda. Hal yang sama berlaku untuk jenis aktivitas fisik lainnya.

2. Kemalasan mental

Kemalasan mental terkait dengan penggunaan kemampuan kognitif. Ini adalah jenis kemalasan yang lahir terutama dari kurangnya motivasi. Umumnya, dengan jenis kemalasan ini, Anda tidak melihat manfaat nyata dalam aktivitas intelektual dan karena itu menolak melakukannya.

Anda sering merasa bahwa aktivitasnya terlalu kompleks dan ini menurunkan motivasi Anda. Seperti dalam kasus sebelumnya, Anda tidak melihat manfaat langsung yang bisa diperoleh dari jenis tugas ini. Untuk alasan ini, sekali lagi, Anda perlu melakukan refleksi.

Faktanya, aktivitas intelektual tidak hanya melindungi otak Anda, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kompetensi harian Anda. Bahkan memiliki efek yang sangat positif pada emosi Anda. Otak Anda ada di sana untuk bekerja dan, jika tidak, perasaan bosan muncul. Di sisi lain, aktivitas intelektual membangkitkan, menggairahkan, dan meningkatkan kehidupan Anda.

3. Kemalasan eksistensial

Kemalasan eksistensial adalah yang paling erat kaitannya dengan keadaan depresi. Ini bermanifestasi sebagai kurangnya minat dan antusiasme untuk hidup secara umum. Dalam hal ini, Anda tidak memiliki cukup energi untuk mengambil inisiatif, merencanakan, atau menetapkan tujuan.

Kemalasan eksistensial adalah indikasi yang jelas bahwa ada hambatan psikologis yang tidak diketahui. Ini sering terjadi ketika Anda melalui, atau telah melalui, situasi emosional yang sangat menuntut yang tidak sepenuhnya terselesaikan. Bahkan, kemungkinan ini telah menyebabkan Anda kelelahan emosional yang perlu diperbaiki.

Paling umum, kemalasan eksistensial muncul sebagai akibat dari beban psikologis yang belum diproses. Ini mengisi dan tidak meninggalkan ruang untuk energi baru yang tersedia untuk muncul. Jenis kemalasan ini biasa terjadi ketika Anda sering mengalami pikiran yang merenungkan dan tidak percaya pada diri sendiri.

4. Kemalasan spiritual (rohani)

Kemalasan spiritual sering dikaitkan dengan kemalasan eksistensial. Yang membedakannya adalah, dalam kasus kemalasan spiritual, gejala utamanya adalah perasaan tidak tertarik pada aspek transenden kehidupan.

Anda mengalami kemalasan spiritual ketika Anda memutuskan untuk beradaptasi dengan rutinitas dan mengikutinya secara mekanis, tanpa mencoba melangkah lebih jauh. Anda percaya bahwa keberadaan tidak lebih dari serangkaian kewajiban sehari-hari, yang Anda lakukan tanpa antusiasme yang besar dan tanpa tujuan nyata apa pun.

Dalam semua kasus, penting untuk dicatat bahwa kemalasan bisa menjadi gejala dari gangguan yang mendasarinya. Ini sering menandakan kelelahan atau kelebihan, dan itulah mengapa Anda harus selalu memperhatikannya. Namun, jika tidak demikian, motivasi diri adalah kuncinya. Ini sulit pada awalnya tetapi selalu sepadan. Di sisi lain, jika kasusnya lebih kritis, Anda harus mencari bantuan profesional.