Tidak Membuat Keputusan Lebih Buruk Dari Membuat Kesalahan

Jika kita tidak membuat keputusan, akan ada seseorang yang akan melakukannya untuk kita dan kita kehilangan kendali atas hidup kita. Kita harus mengarahkan kemudi menuju kebahagiaan kita sendiri.
tidak-membuat-keputusan-lebih-buruk
Foto: freepik.com/wayhomestudio

Kita semua membuat keputusan setiap hari: apa yang akan dikenakan, apa yang akan dimakan untuk sarapan, merek kosmetik apa yang akan dibeli dan film apa yang akan ditonton di bioskop.

Semua tindakan kecil sehari-hari ini menentukan bagian dari kepribadian kita. Namun, yang benar-benar mendefinisikan kita adalah keputusan besar yang menentukan arah hidup kita.

Kita harus jelas: mereka yang tidak memutuskan sendiri menyerahkan nasib mereka di tangan orang lain dan membiarkan kendali atas hidup mereka sendiri.

Meskipun benar bahwa setiap keputusan datang dengan beberapa aspek ketakutan atau ketidakpastian, selalu lebih baik untuk membuat kesalahan dan belajar daripada tidak melakukan apa-apa dan menunggu.

Hari ini, kami mengundang Anda untuk merenungkan hal ini dan mempelajari strategi dasar untuk membuat keputusan yang lebih baik dan lebih efektif.

Keputusan yang mengarah pada harmoni

Lebih dari sekadar mencapai kebahagiaan ideal dan mencapai semua impian kita, apa yang paling kita inginkan setiap hari adalah hidup dalam harmoni.

  • Hidup dalam harmoni berarti bertindak sesuai dengan nilai-nilai kita dan menghormati orang lain.
  • Memelihara hubungan pribadi berdasarkan timbal balik dan pengakuan timbal balik.
  • Harmoni juga merupakan kedamaian batin, tanpa rasa takut, tidak aman atau cemas.

Sekarang kita akan melihat langkah-langkah apa yang harus diikuti untuk mencapai keberanian pribadi yang memungkinkan kita mampu membuat keputusan.

Belajar membedakan

Membedakan adalah kemampuan psikologis yang kita semua miliki dan kita harus belajar untuk berlatih.

  • Orang sering cenderung membiarkan rutinitas membimbing kita, dan jatuh ke dalam monoton psikologis di mana kita tidak lagi membuat keputusan dan bertindak.
  • Sikap apatis ini membuat pikiran kita menjadi lebih kaku sehingga setiap perubahan atau perubahan tampak berbahaya.
  • Keluar dari zona nyaman membuat kita takut dan merasa tidak aman.
  • Ketika kita menemukan diri kita dalam situasi ini, kita harus belajar mengenalinya.
  • Membedakan berarti menyadari sesuatu dan menemukan kebenaran. Itulah tepatnya yang harus kita lakukan: temukan kenyataan yang sangat tidak menyenangkan yang membuat kita terjebak.
  • Sebelum membuat keputusan yang tepat, yang terbaik adalah mengenali di mana kita menemukan diri kita dalam hidup. Kita perlu bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan yang akan menunjukkan kepada kita realitas kita sebelum kita bertindak.
  • Berikut beberapa contohnya:
 - Apakah saya merasa mengendalikan keputusan saya?

- Ketika saya bangun di pagi hari, apakah saya merasa akan melakukan apa yang benar-benar ingin saya lakukan?

- Apakah saya ingin masa depan seperti yang saya jalani sekarang?

- Apakah orang-orang di sekitar saya peduli dengan kebahagiaan saya ?

Untuk membuat keputusan, kita perlu tahu di mana kita ingin berada

Ketika kita dengan jelas menyadari bahwa kita perlu berubah, kita perlu tahu ke mana kita ingin pergi dan apa yang ingin kita capai.
  • Berubah demi perubahan tanpa tujuan yang jelas tidak ada artinya.
  • Kita harus bertanggung jawab atas setiap tindakan kita, yang berarti kita membutuhkan tujuan.
  • Sebelum membuat keputusan besar, sebaiknya mulailah membuat “keputusan kecil” yang mencerminkan tujuan sederhana yang bisa kita capai hari demi hari.
  • Contoh tujuan adalah: mulai hari ini, saya akan lebih tegas dan mengatakan "tidak" ketika saya benar-benar menyukainya dan "ya" hanya ketika saya benar-benar menginginkannya.

Perubahan kecil juga membantu meningkatkan harga diri. Dengan cara ini kita “membangun” kekuatan dan keberanian untuk membuat keputusan yang lebih besar, seperti mencari pekerjaan baru atau pindah.

Jangan takut salah

Jangan takut melakukan kesalahan, tetapi hiduplah yang tidak dijalani. Untuk melakukan ini, kita perlu memahami beberapa hal:
  • Kadang-kadang kita menyalahkan orang lain atas tidak bahagiaan yang mencekik kita ketika kitalah yang membiarkan situasi berlanjut ketika mereka seharusnya "terbakar" dengan sendirinya.
  • Kita semua bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam pikiran kita sendiri. Jika kita memahami bahwa kesalahan adalah sesuatu yang membuat kita merasa tidak enak, kita tidak akan pernah membiarkan diri kita tumbuh.
  • Sebuah kesalahan adalah kesempatan belajar. Siapa pun yang tidak mengambil keputusan, berdasarkan ketakutan sederhana untuk membuat kesalahan lain, menciptakan hambatan untuk mencapai kebahagiaan.

Kita harus bisa mengikuti intuisi alami kita. Kita semua memiliki kompas internal yang memberi tahu kita kapan sesuatu harus berakhir atau kapan kita harus memulai dari awal lagi.

Berani menjalani kehidupan yang benar-benar dibisikkan hati Anda kepada Anda, merasionalkan ketakutan Anda, memperkuat harga diri Anda dan belajar dari setiap batu yang Anda temukan di jalan Anda.

Sangat penting untuk belajar membuat keputusan dan percaya diri di dalamnya. Memutuskan adalah hidup.