Apa Itu Berpikiran Open Minded? Kenali Ciri-ciri dan Manfaatnya

Notification

×

Iklan

Iklan

Apa Itu Berpikiran Open Minded? Kenali Ciri-ciri dan Manfaatnya

Sabtu, Februari 27, 2021 | 00:55 WIB Last Updated 2021-02-26T17:55:55Z
apa-itu-berpikiran-open-minded-kenali-ciri-ciri-dan-manfaatnya
Keterbukaan pikiran adalah karakteristik yang melibatkan penerimaan terhadap beragam ide, argumen, dan informasi. (Foto: freepik.com/kamranaydinov)

Open minded
adalah berpikiran terbuka. Keterbukaan pikiran adalah karakteristik yang melibatkan penerimaan terhadap beragam ide, argumen, dan informasi. Berpikiran terbuka umumnya dianggap sebagai kualitas positif. Ini adalah kemampuan yang diperlukan untuk berpikir kritis dan rasional.

Jika Anda tidak terbuka terhadap ide dan perspektif lain, sulit untuk melihat semua faktor yang berkontribusi terhadap masalah atau menghasilkan solusi yang efektif. Dalam dunia yang semakin terpolarisasi, mampu melangkah keluar dari zona nyaman Anda dan menganggap perspektif dan ide lain adalah penting.

Ini tidak berarti bahwa berpikiran terbuka itu mudah. Bersikap terbuka terhadap ide dan pengalaman baru kadang-kadang dapat menyebabkan kebingungan dan disonansi kognitif ketika kita mempelajari hal-hal baru yang bertentangan dengan kepercayaan yang ada.

Namun, mampu mengubah dan merevisi kepercayaan yang sudah ketinggalan zaman atau salah adalah bagian penting dari pembelajaran dan pertumbuhan pribadi.

Nah, untuk menjadi orang yang open minded berikut ini 5 cara sederhana yang bisa Anda terapkan. Yuk simak tipsnya berikut ini!

1. Tahan Emosi Negatif

Salah satu ciri orang yang close minded adalah sulit menahan emosi ketika orang lain memiliki pendapat atau pandangan yang berbeda darinya. Kalau kamu memiliki kebiasaan ini, sebaiknya mulailah latih dirimu untuk menahan emosi negatif itu ya. Luangkanlah waktumu sejenak untuk tenang dan nilai situasinya sambil mempertimbangkan sudut pandang orang lain.

2. Hindari Mengurung Diri

Dalam hidup ini, kamu pasti akan selalu menghadapi perbedaan. Ketika Anda dihadapkan pada situasi ini, jangan langsung pergi dan mengakhiri pembicaraan ya. Apalagi sampai menolak untuk mendiskusikan masalah tersebut dengan siapapun. Tenangkan dirimu dan hindari perdebatan yang tidak sehat termasuk silent treatment. Jadi, simpan diskusi tersebut untuk nanti saat Anda dan rekan Anda sudah siap untuk mendiskusikannya dengan baik.

3. Keluar dari Zona Nyaman

Keluar dari zona nyaman juga bisa Anda lakukan untuk melatih dirimu menjadi orang yang open minded. Pergilah ke tempat-tempat baru yang belum pernah Anda kunjungi atau coba lakukan hal-hal baru. Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk berinteraksi dengan orang baru. Dengan begini, Anda bisa menambah wawasan dan membuat pikiran menjadi lebih terbuka.

4. Hilangkan Pandangan Hitam Putih

Untuk menjadi orang yang open minded, cobalah untuk enggak berpikir bahwa Anda memegang kebenaran yang mutlak dan memosisikan orang lain sepenuhnya salah. Sebab, mungkin saja Anda tidak mengetahui fakta secara langsung dan ada hal-hal yang bahkan tidak Anda pertimbangkan dengan baik. Jadi, Anda belum tentu sepenuhnya benar dan orang lain belum tentu sepenuhnya salah.

5. Jadilah Pendengar yang Baik

Menjadi pendengar yang baik nyatanya tidak semudah itu. Masih banyak orang yang sulit menerapkan hal ini. Kalau Anda mau jadi orang yang open minded, pastikan Anda bisa menjadi pendengar yang baik. Jangan menegur saran atau pendapat orang lain sejak awal. Ketika Anda memiliki pendapat lain, sampaikanlah setelah orang lain selesai menyampaikan pendapatnya.

Mengenal Tentang Berpikiran open minded

Ada beberapa aspek berbeda dari keterbukaan pikiran:

Dalam penggunaan sehari-hari, istilah berpikiran terbuka atau open minded sering digunakan sebagai sinonim untuk tidak berprasangka atau toleran.

Dari perspektif psikologis, istilah ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana orang mau mempertimbangkan perspektif lain atau untuk mencoba pengalaman baru.

Keterbukaan pikiran juga dapat berupa mengajukan pertanyaan dan aktif mencari informasi yang menantang keyakinan Anda.

Ini juga mencakup keyakinan bahwa orang lain harus bebas mengekspresikan keyakinan dan argumen mereka, bahkan jika Anda tidak harus setuju dengan pandangan itu.

Kebalikan dari pikiran terbuka adalah pikiran tertutup atau dogmatis. Orang yang berpikiran tertutup biasanya hanya mau mempertimbangkan sudut pandang mereka sendiri dan tidak mau menerima gagasan lain.

Karakteristik dan Tanda-tanda Orang Open Minded
  • Mereka penasaran mendengar apa yang dipikirkan orang lain
  • Mereka dapat ditantang gagasannya
  • Mereka tidak marah ketika mereka salah
  • Mereka memiliki empati terhadap orang lain
  • Mereka berpikir tentang apa yang dipikirkan orang lain
  • Mereka rendah hati tentang pengetahuan dan keahlian mereka sendiri
  • Mereka ingin mendengar apa yang dikatakan orang lain
  • Mereka percaya bahwa orang lain memiliki hak untuk membagikan kepercayaan dan pikiran mereka

Manfaat Menjadi Berpikiran Open Minded

Apa manfaat dari menjadi lebih berpikiran open minded atau terbuka?

Mendapatkan Wawasan:

Menantang keyakinan Anda yang ada dan mempertimbangkan bagaimana ide-ide baru dapat memberi Anda wawasan baru tidak hanya tentang dunia; itu juga dapat mengajarkan Anda hal-hal baru tentang diri Anda.

Memiliki Pengalaman Baru:

Terbuka untuk ide-ide lain juga dapat membuka Anda terhadap pengalaman baru sebagai pembelajaran baru.

Mencapai Pertumbuhan Pribadi:

Menjaga pikiran terbuka dapat membantu Anda tumbuh sebagai pribadi. Anda belajar hal-hal baru tentang dunia dan orang-orang di sekitar Anda.

Menjadi Kuat Secara Mental:

Tetap terbuka terhadap gagasan dan pengalaman baru dapat membantu Anda menjadi orang yang lebih kuat dan lebih bersemangat. Pengalaman dan pengetahuan Anda terus saling membangun.

Merasa Lebih Optimis:

Salah satu masalah dengan tetap berpikiran tertutup adalah sering menimbulkan perasaan negatif yang lebih besar. Bersikap terbuka dapat membantu menginspirasi sikap yang lebih optimis terhadap kehidupan dan masa depan.

Mempelajari Hal-Hal Baru:

Sulit untuk terus belajar ketika Anda mengelilingi diri Anda dengan ide-ide lama yang sama. Mendorong batas-batas Anda dan menjangkau orang-orang dengan berbagai perspektif dan pengalaman dapat membantu menjaga pikiran Anda tetap segar.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Open-Mindedness

Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi seberapa terbuka atau tertutupnya seseorang:

1. Kepribadian

Dalam model lima faktor kepribadian manusia, keterbukaan terhadap pengalaman adalah salah satu dari lima dimensi luas yang membentuk kepribadian manusia. Ciri kepribadian ini memiliki banyak sifat yang sama dengan pikiran terbuka, seperti mau mempertimbangkan pengalaman dan gagasan baru dan terlibat dalam pemeriksaan diri.

2. Keahlian

Penelitian menunjukkan bahwa orang berharap para ahli menjadi lebih dogmatis tentang bidang keahlian mereka. Ketika orang merasa bahwa mereka lebih berpengetahuan atau terampil dalam suatu bidang daripada orang lain, mereka cenderung berpikiran terbuka.

3. Nyaman dengan Ambiguitas

Orang memiliki berbagai tingkat kenyamanan ketika berhadapan dengan ketidakpastian. Terlalu banyak ambiguitas membuat orang merasa tidak nyaman dan bahkan tertekan.

Dogmatisme kadang-kadang merupakan upaya untuk menjaga hal-hal sederhana dan lebih mudah dipahami. Dengan menolak ide-ide alternatif yang mungkin menantang status quo, orang dapat meminimalkan ketidakpastian dan risiko atau setidaknya persepsi risiko mereka.

Penelitian yang lebih lama memang mendukung gagasan ini, menunjukkan bahwa orang yang berpikiran tertutup kurang mampu mentolerir ketidakkonsistenan kognitif.

Sementara beberapa faktor yang menentukan seberapa terbuka Anda mungkin merupakan karakteristik bawaan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menumbuhkan pola pikir yang lebih terbuka.

Referensi:
- Beautynesia
- Merdekacom
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
×
Berita Terbaru Update