Yuk Cobain Kuliner Khas Bandung yang Penuh Nilai Historis

yuk-cobain-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis

Tanah Pasundan diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum. Begitu kata-kata yang sering kita dengar jika menyebut kota Bandung. Kota Kembang memang punya daya tariknya sendiri. Dari mulai cuaca yang sejuk, warga yang ramah sampai tempat destinasi wisata yang beragam. 

Tidak lengkap rasanya kalau belum mencoba kuliner khas saat berkunjung di Paris Van Java ini julukan lain kota Bandung. Wisata kuliner di kota Bandung tidak kalah dengan kota-kota lain. Makanan dan minuman di ibu kota Jawa Barat ini memiliki cita rasa yang khas dan otentik yang sayang jika dilewatkan. Berikut ini adalah daftar makanan khas Bandung yang memiliki nilai historis sendiri. Yuk simak untuk informasi selengkapnya!

1. Batagor 

icip-icip-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Batagor Bandung

Batagor (akronim dari bakso tahu goreng) merupakan jajanan khas Bandung yang mengadaptasi gaya Tionghoa-Indonesia dan kini sudah dikenal hampir di seluruh wilayah Indonesia. 

Secara umum, batagor dibuat dari tahu yang dilembutkan dan diisi dengan adonan berbahan Ikan tenggiri dan tepung tapioka lalu dibentuk menyerupai bola yang digoreng dalam minyak panas selama beberapa menit hingga matang. Variasi lainnya yaitu siomay, digoreng dan dihidangkan bersama batagor dan dikombinasikan dengan bumbu kacang, kecap manis, sambal, dan air perasan jeruk nipis sebagai pelengkap. 

2. Peyeum

icip-icip-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Peyeum Bandung (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Peyeum adalah makanan tradisional Bandung. Peyeum dikenal juga sebagai tape di daerah lain. Namun peyeum memiliki tekstur yang lebih berair. Untuk menikmati jajanan ini kamu tidak mesti mengeluarkan uang banyak lho. Peuyeum ditawarkan dengan cara digantung di toko pusat jajanan tradisional khas bandung. 

3. Tahu Susu Lembang 

yuk-cobain-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Tahu Susu Lembang

Tahu Susu Lembang mulai muncul pada tahun 2008 dan kemudian populer sebagai salah satu oleh-oleh khas Bandung. Dilihat bentuknya, tahu ini sebenarnya sangat mirip dengan tahu pada umumnya, ada yang berwarna putih dan kuning. Permukaannya berubah kering dan renyah setelah digoreng, sementara bagian dalamnya terasa lembut, gurih dan enak. 

Sama dengan jenis tahu lainnya, makanan ini berbahan dasar kacang kedelai. Hanya saja, tahu jenis ini dicampur dengan susu sapi murni sehingga selain gurih, teksturnya juga lebih padat. Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dan tanpa bahan pengawet, sehingga pada suhu udara terbuka, makanan ini hanya bertahan sampai 2 hari saja dan maksimal seminggu jika dimasukkan ke dalam kulkas. 

4. Surabi Bandung 

yuk-cobain-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Surabi Bandung (Tastemade)

Surabi Bandung merupakan camilan tradisional Indonesia yang melegenda dan sudah terkenal sejak zaman dulu. Nama surabi sendiri berasal dari bahasa Sunda yaitu “sura” yang berarti besar. Padahal, makanan khas yang sudah terkenal dan tersebar di beberapa wilayah ini memiliki bentuk bulat dan kecil.

Surabi Bandung, berbahan dasar tepung beras yang terkadang dicampur dengan tepung terigu. Bahan campuran lainnya adalah santan kental. Inilah yang membuat jajanan pasar berbentuk seperti pancake ini terasa gurih dan sedikit manis. 

Selain itu, pada proses pembuatannya pun surabi ditambahkan dengan parutan kelapa. Adonan yang sudah tercampur dimasak disebuah cetakan kecil berupa tungku dari tanah liat. Untuk menjaga cita rasa yang tradisional, proses memasak Surabi Bandung ini dilakukan di atas arang. 

5. Pisang Bolen 

yuk-cobain-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Pisang Bolen (Cookpad)

Kartika Sari adalah salah satu nama toko kue terlaris di Bandung, yang namanya telah dikenal masyarakat secara luas. Pisang bolen ini pun melejit berkat sang pemilik toko kue tersebut, Ratnawati Purnomo, yang mulai diperkenalkan di tahun 1984. 

Mulanya Ratnawati hanya menjual kue lapis dan bolu kukus, tapi kegemarannya pada dunia kue membuatnya berinovasi dan membuat pisang bolen dengan adonan kulit pastry yang nikmat ini. 

Nama bolen sendiri diambil dari bentuk kue ini yang hampir menyerupai truk pengaduk semen, yakni truk bolen. Sama halnya seperti nastar, pisang bolen ini merupakan inovasi yang diciptakan dari resep-resep pastry asal Belanda, sehingga rasanya lebih diterima oleh lidah masyarakat Indonesia dan variasi isian yang lebih mudah didapat. 

6. Cireng 

yuk-cobain-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Cireng Bandung (Cookpad)

Cireng (singkatan dari aci goreng, bahasa Sunda untuk 'tepung kanji goreng') adalah makanan ringan yang berasal dari daerah Sunda yang dibuat dengan cara menggoreng campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji atau tapioka. Makanan ringan ini sangat populer di daerah Priangan, dan dijual dalam berbagai bentuk dan variasi rasa. Makanan ini cukup terkenal pada era 80-an. Bahan makanan ini antara lain terdiri dari tepung kanji, tepung terigu, air, merica bubuk, garam, bawang putih, kedelai, daun bawang dan minyak goreng. 

Seiring dengan perkembangan zaman, cireng telah terinovasi hingga variasi rasa yang ada mencakup daging ayam, sapi, sosis, baso, hingga keju dan ayam teriyaki. Bahkan inovasi tidak hanya secara rasa namun bentuk, contohnya adalah cimol. Sekarang Cireng tidak hanya terdapat di Priangan saja, tetapi sudah menyebar ke hampir seluruh penjuru Nusantara. 

7. Seblak 

yuk-cobain-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Seblak (www.genpi.co)

Seblak adalah makanan Indonesia yang dikenal berasal dari Bandung, Jawa Barat yang bercita rasa gurih dan pedas. Terbuat dari kerupuk basah yang dimasak dengan sayuran dan sumber protein seperti telur, ayam, boga bahari atau olahan daging sapi, dan dimasak dengan kencur. Seblak kini menjadi makanan jajanan jalanan yang digemari berbagai kalangan masyarakat, terutama di Jawa Barat dan Jabodetabek. Seiring berkembangnya tren jajanan tradisional dan kaki lima, seblak tidak hanya disajikan dengan toping biasa di gerobak. Seblak berkembang menjadi makanan yang modern dan berhasil menarik perhatian. Makanan yang bertekstur kenyal ini memiliki rasa yang pedas dan menyegarkan, serta memiliki beberapa variasi, baik rasa maupun bahan tambahan juga kemasan penjualan. 

8. Karedok
 
yuk-cobain-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Karedok (flickr.com)

Karedok atau keredok adalah salah satu makanan khas Sunda. Karedok dibuat dengan bahan-bahan sayuran mentah antara lain; mentimun, taoge, kol, kacang panjang, ubi, daun kemangi, dan terong atau leunca. Sedangkan sausnya adalah bumbu kacang yang dibuat dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah, air asam, gula jawa, garam, dan terasi. 

Karedok disajikan dengan taburan kerupuk di atasnya. Karedok biasanya menjadi makanan pelengkap dalam menu sehari-hari orang Sunda atau Bandung. 

9. Bandros 

yuk-cobain-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Bandros (Shutterstock)

Bandros adalah salah satu makanan khas daerah Bandung. Kue tradisional ini terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, daun suji dan santan. Kue ini biasanya dihidangkan dengan taburan gula pasir. Bentuk kue ini mirip dengan kue pukis karena memang di cetak pada cetakan yang serupa, yakni cetakan yang berbentuk setengah lingkaran dan berjejer cukup banyak, dengan tungku arang. Kue bandros biasanya disajikan bersamaan dengan teh manis atau kopi. Di daerah lain kue ini disebut kue pancong. 

10. Colenak

yuk-cobain-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Colenak - Tya Eka Yulianti | Beritabaik.id

Colenak atau dikenal juga dengan tape bakar adalah nama yang diberikan pada kudapan yang dibuat dari peuyeum (tapai singkong) yang dibakar yang disantap dengan dicocolkan pada gula jawa cair yang dicampur dengan serutan kelapa. Kuliner khas Bandung ini dikenalkan oleh Aki Murdi pada tahun 1930. Penamaan makanan ini merupakan lakuran dari kata dalam bahasa Sunda, dicocol enak. Dalam teknik memasaknya kandungan gula dalam tapai membuat tapai tersebut mudah gosong meskipun demikian bagi beberapa orang, ini merupakan bagian yang terenak. 

Sayangnya hari ini tinggal sedikit orang yang berjualan colenak. Meski begitu kamu masih bisa menemukan makanan tradisional ini di tempat-tempat tertentu di kota Bandung. 

11. Cuanki 

yuk-cobain-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Cuanki (food.detik.com)

Cuanki merupakan salah satu jajanan yang berasal dari kota bandung yang berbahan dasar ikan, daging sapi, tepung tapioka, dan bumbu penyedap lainnya yang disajikan dengan kuah kaldu yang kuat berisi bakso, siomay kukus, siomay goreng, tahu goreng, dan tahu rebus dengan taburan bawang goreng dan daun seledri. Cuanki sendiri dapat ditemukan pada pedagang kaki lima yang memikul dagangannya sambal berjalan kaki. 

Cuanki pertama kali dikenalkan oleh orang Tionghoa pada tahun 60-an. Cuanki sendiri berasal dari singkatan “Cari Uang Jalan Kaki”. Hal ini berawal dari para penjual cuanki menjajahkan dagangannya dengan berjalan kaki sambil memikul dari satu kampung ke kampung lainnya, dengan membunyikan suara khasnya “tok tok tok” yang menandakan adanya penjual cuanki. 

Dengan seiring perkembangan waktu dan teknologi, para pedagang cuanki tidak lagi memikul sambil berjalan kaki. Namun dengan cara menetap disatu tempat maupun menjual cuanki instan yang dapat disajikan dalam waktu singkat, dihidangkan kapan saja, dan dapat dikirim ke berbagai daerah melalui daring internet sosmed. 

12. Es Goyobod 

yuk-cobain-kuliner-khas-bandung-yang-penuh-nilai-historis
Es Goyobod (theboxsceneproject.org)

Es goyobod merupakan sajian minuman berbahan dasar santan. Di dalamnya berisikan potongan puding dengan bahan dasar tepung beras yang dicampur dengan tape singkong, roti tawar, dan biji pacar cina. Es goyobod asal Jawa Barat ini ternyata punya sejarah panjang yang bisa dirunut dari zaman penjajahan Belanda. Menurut Ketua Harian DPD Perkumpulan Pengusaha Jasaboga Indonesia (PPJI) Jawa Barat, Fahrur Rosidi, dari cerita mulut ke mulut es goyobod hadir sejak zaman Belanda dahulu.

Kata goyobod kabarnya berasal dari Bahasa Belanda yang artinya basah, pedagang pertama yang memulai menjual es goyobod konon bernama Abah Aca yang berjualan di daerah Banceuy, Bandung. Ia kemudian pindah ke Garut akibat peristiwa Bandung Lautan Api. Sejak itulah es goyobod asal Garut semakin terkenal sebagai kuliner khas Bandung. 

Minuman ini terbuat dari pacar cina, tape singkong, serutan kelapa muda, agar-agar tepung hunkwe, irisan nangka, alpukat, dan potongan roti tawar.

Referensi: berbagai sumber