Notification

×

Iklan

Iklan

Tidak Ada Lagi Kata "Ladies And Gentlemen" Japan Airlines Memilih Salam Yang Netral Gender

Rabu, 30 September 2020 | 21:30 WIB Last Updated 2020-09-30T14:30:40Z
tidak-ada-lagi-kata-ladies-and-gentlemen-japan-airlines-memilih-salam-yang-netral-gender
Pramugari Japan Airlines (Foto: Facebook)

Sama seperti hal lainnya tahun ini, industri penerbangan juga telah menyaksikan beberapa perubahan. Meskipun Anda mungkin terbiasa disambut dengan cara tertentu dalam penerbangan domestik dan internasional, maskapai penerbangan Jepang telah berpikir di luar kebiasaan, untuk membuat salam lebih netral gender dan, karenanya, inklusif. 

Menurut CNN, Japan Airlines (JAL) akan mencabut kata "ladies and gentlemen" dari pengumumannya, dan sebaliknya akan memilih salam yang lebih inklusif seperti "perhatian semua penumpang" dan "selamat datang, semuanya" di semua penerbangan dan bandara, mulai 1 Oktober 2020. “Kami telah mempromosikan keberagaman dalam komunitas sejak 2014, dan ini adalah salah satu tindakan kami yang diambil untuk memperlakukan semua orang [sama] tanpa memandang gender,” Yutaro Iwasaki, humas JAL, mengatakan. 

Menurut The Independent, meskipun ungkapan yang digunakan oleh maskapai penerbangan dalam bahasa Jepang sudah netral gender, mandat ini akan berlaku untuk pengumuman yang dibuat dalam bahasa lain juga. Dengan ini, Japan Airlines (JAL) menjadi maskapai penerbangan Jepang pertama yang mengadopsi pendekatan inklusif ini untuk menyambut penumpang yang terbang dengannya. 

Namun, ini bukan pertama kalinya inklusivitas di maskapai penerbangan menjadi bahan pembicaraan. Sesuai laporan CNN, maskapai yang berbasis di Tokyo itu, sebelumnya, telah pindah ke paritas gender pada Maret 2020, ketika diumumkan bahwa mereka akan memberi pramugari pilihan untuk memakai celana panjang daripada rok, supaya mereka bisa merasakan lebih nyaman saat berada di pesawat. 

Selain itu, maskapai penerbangan Australia Qantas termasuk di antara yang pertama meluncurkan inisiatif "Spirit of Inclusion" pada Maret 2018, lapor The Independent. 

Saat ini banyak perusahaan yang menyarankan agar karyawannya menahan diri dari menggunakan kata-kata khusus gender seperti 'sayang', 'cinta' 'wanita' dan 'pria'. Istilah 'pasangan', dan 'orang tua' lebih disukai daripada 'suami dan istri' dan 'ibu dan ayah'.
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
×
Berita Terbaru Update