Notification

×

Iklan

Iklan

Mengapa Tidak Boleh Mengoleskan Vaseline Pada Kulit Yang Terbakar Sinar Matahari. Inilah Alasannya

Jumat, 25 September 2020 | 22:11 WIB Last Updated 2020-09-25T15:11:55Z
mengapa-tidak-boleh-mengoleskan-vaseline-pada-kulit-yang-terbakar-sinar-matahari

Seperti yang diketahui sebagian besar dari kita, sengatan matahari bukan hanya tidak sedap dipandang, tapi juga sangat tidak nyaman. Hanya beberapa jam di bawah sinar matahari langsung dapat menyebabkan nyeri, kulit lembut yang terasa panas saat disentuh (via Mayo Clinic). Paparan yang lebih sedikit dapat menyebabkan pembengkakan, lepuh berisi cairan, sakit kepala, demam, mual, dan kelelahan. Gejala-gejala ini tidak hanya tidak menyenangkan, tetapi juga membutuhkan waktu berhari-hari untuk sembuh, membuat pengobatan yang dijual bebas menjadi kebutuhan mutlak. 

Lidah buaya sangat baik untuk mengurangi peradangan, melembabkan kulit, dan bahkan dapat membantu mencegah kulit mengelupas saat menyembuhkan (via Healthline). Namun, lidah buaya saja biasanya tidak cukup untuk meredakan sengatan matahari yang lebih parah daripada "ringan sampai sedang". Kekeringan dan gatal akibat sengatan matahari yang parah mungkin menggoda Anda untuk mengaplikasikan produk yang lebih mungkin menempel, daripada langsung meresap, tetapi bantulah diri Anda sendiri dan tahan keinginan untuk mengambil Vaseline (alias petroleum jelly). Itu sebenarnya bisa membuat sengatan matahari Anda semakin parah. Alasannya adalah karena Vaseline tidak berfungsi sebagai pelembab, tetapi lebih seperti penghalang yang menyumbat pori-pori Anda, yang dapat menyebabkan berbagai macam masalah. 

Mengapa Vaseline bisa memperburuk sengatan matahari pada kulit

Ini mungkin terdengar membingungkan, mengingat perusahaan itu sendiri merekomendasikan untuk mengaplikasikan produk pada luka bakar ringan (via Vaseline). Tapi itu bukan ide yang bagus, terutama pada luka bakar baru. Alasannya ada dua: pertama, mengoleskan Vaseline ke kulit yang terbakar sinar matahari akan menciptakan penghalang oklusif antara kulit dan udara yang akan mencegah kulit melepaskan panas dan keringat, yang tidak hanya akan memperburuk perasaan panas yang tidak nyaman pada kulit dan gatal, tetapi juga dapat menyebabkan infeksi (via MedlinePlus). Alasan kedua adalah karena Vaseline tidak steril, artinya mengoleskannya pada kulit yang terkena luka bakar dapat membiakkan bakteri (via National Institutes of Health). Hal yang sama berlaku untuk produk pelembab berbasis minyak lainnya, jadi hindari produk tersebut sampai luka bakar Anda dalam tahap pengelupasan untuk menghindari ketidaknyamanan tambahan dan kemungkinan komplikasi (via Insider). 

Untungnya, ada banyak cara aman untuk mendinginkan dan membantu penyembuhan kulit, seperti mandi air dingin atau mengoleskan produk pelembap yang mengandung lidah buaya, menghindari sinar matahari, dan minum banyak air sampai gejala Anda mereda.

sumber: The List
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
×
Berita Terbaru Update