Notification

×

Iklan

Iklan

10 Tips Menghadapi Remaja Yang Keras Kepala dan Melawan

Kamis, 17 September 2020 | 10:28 WIB Last Updated 2020-09-17T03:29:36Z
10-tips-menghadapi-remaja-yang-keras-kepala
Foto: Freepik

Masa remaja adalah waktu yang sama sensitifnya bagi anak-anak dan orang tua. Mereka menggunakan waktu mereka sendiri untuk memikirkan berbagai hal dan mungkin berubah menjadi pemberontak seiring bertambahnya usia. Kebiasaan ini bisa menimbulkan pertengkaran tanpa akhir dan membangkang dengan orang tua. Jika Anda adalah orang tua dari seorang remaja dan ingin dengan cerdas menangani kebiasaannya, artikel ini sangat cocok untuk Anda, dan baca hingga akhir ya.

1. Tetap tenang 

Hal pertama yang perlu Anda ingat setiap saat adalah tetap tenang. Jika kedua belah pihak mulai bertengkar, maka pasti akan menimbulkan perbincangan yang memanas. Berteriak dan memarahi mungkin akan semakin memperburuk situasi. Kontrol amarah Anda dan selalu hadapi remaja dengan tenang. 

2. Duduklah untuk menyelesaikan masalah 

Daripada berdebat kembali dengan anak remaja, Anda harus selalu memilih cara untuk membicarakannya dengan mereka. Buat mereka duduk dan mencoba memahami akar penyebab perilaku mereka. 

3. Lakukan percakapan 

Bicaralah dengan anak Anda tentang harinya atau semua masalah yang dia hadapi. Kadang-kadang, remaja tidak memiliki saluran untuk melampiaskan rasa frustrasi mereka, yang menumpuk seiring waktu. Beri anak remaja Anda obrolan yang sangat dibutuhkan, yang akan membantunya memercayai Anda saat merasa sedih. 

4. Tetapkan beberapa aturan dasar 

Aturan pengasuhan di rumah tidak akan pernah ketinggalan zaman. Pastikan Anda selalu memiliki beberapa aturan dasar. Baik itu tidak menoleransi rasa tidak hormat atau membentak orang tua, anak remaja Anda harus tahu apa batasannya. 

5. Jangan menyerah 

Jangan mudah menyerah pada permintaan anak remaja Anda. Patuhi aturan dasar yang ditetapkan untuk mereka setiap saat. Bahkan jika anak Anda memeras atau mencap Anda sebagai orang tua terburuk di dunia, pastikan Anda menangani masalah ini dengan bijaksana. 

6. Sistem peringatan 

Meskipun Anda harus menyisihkan tongkat setiap saat, menegur anak Anda atas kesalahan adalah penting. Pastikan dia tidak menganggap enteng omelan Anda dan selalu peringatkan dia tentang konsekuensi dari tindakannya. Dia seharusnya tidak takut pada Anda tetapi pada saat yang sama, dia perlu waspada tentang dampak dari berbicara balik atau sikap keras kepala. 

7. Jangan mengintip 

Biasanya orang tua yang terlalu protektif dan sembunyi-sembunyi dapat mengawasi remaja. Beri mereka privasi mereka, sambil memastikan bahwa mereka aman. Setiap orang tua memiliki kepedulian alami terhadap anak-anak mereka, tetapi berlebihan dapat membuat mereka merasa kesal seiring waktu. 

8. Tanamkan perilaku hormat 

Cobalah untuk menanamkan perilaku hormat pada anak-anak Anda sejak awal. Buat mereka belajar tentang pentingnya menjadi orang yang penuh hormat dan bagaimana hal itu dapat membantu mereka saat mereka tumbuh. Biarkan mereka tahu bahwa ini adalah kecakapan hidup dan bahwa mereka hanya bisa mendapatkan rasa hormat, jika mereka menghormati orang lain. 

9. Ajari dengan contoh 

Berikan contoh yang sering kepada anak-anak Anda, baik itu melalui video motivasi, pesan, gambar atau cerita. Ini akan terus mengingatkan mereka tentang pentingnya rendah hati dan penuh hormat. 

10. Introspeksi diri 

Selalu introspeksi diri ketika anak selalu bicara balik kepada orang tua. Lihat pola perilaku Anda sendiri. Biasanya anak-anak menyerap apa yang mereka lihat dan amati. Pastikan Anda memberikan contoh yang tepat untuk dipelajari dan diikuti anak-anak Anda saat mereka tumbuh dewasa.
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
×
Berita Terbaru Update