5 Kebiasaan Kebersihan Pribadi Yang Harus Dipelajari Anak Anda Sebelum Usia 5 Tahun

Penulis | Editor : Mas Tosu

5-kebiasaan-kebersihan-pribadi-yang-harus-dipelajari-anak-anda
Ilustrasi: mengajari anak cuci tangan - ©orami.co.id

Ketika kita terus berupaya untuk beradaptasi dengan normal baru kita sendiri (mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker ke mana pun kita pergi), sama pentingnya untuk menanamkan kebiasaan kebersihan yang sehat pada anak-anak kecil. Anak-anak dalam masa tumbuh kembang kerap suka mengambil apa saja dengan tangan mungil mereka dalam upaya mempelajari lebih banyak tentang dunia di sekitar mereka.

Namun, di tengah wabah virus corona, standar kebersihan kita telah berubah 180 derajat dan mengikuti kebiasaan higienis baru yang menjadi satu-satunya langkah pencegahan terhadap COVID-19. Bahkan ketika para ilmuwan dan ahli medis terus berpacu dengan waktu untuk menemukan obat untuk virus ini, kita tidak memiliki petunjuk sama sekali tentang kapan kita dapat kembali berjabat tangan dan berpelukan.

Ajarkan lima kebiasaan kebersihan penting ini kepada anak-anak Anda


Oleh karena itu, ketika menyangkut anak-anak kecil kita, penting untuk mengajari mereka dasar-dasar kebiasaan higienis yang harus diikuti secara ketat, terutama dalam situasi saat ini. Ingat, Anda adalah guru pertama bagi anak Anda, jadi jika Anda mengikuti langkah-langkah kebersihan sederhana ini, yakinlah bahwa mereka akan mengikuti yang dicontohkan oleh Anda selaku orang tuanya.

1. Cuci tanganmu


Salah satu aturan emas menjaga kesehatan dan kebersihan tetap sama yaitu cuci tangan Anda secara menyeluruh dan secara berkala. Ajari anak Anda untuk membersihkan tangan dengan benar dengan sabun dan air yang mengalir setidaknya selama 20 detik, setiap kali terlihat kotor. Anda dapat meminta mereka untuk melafalkan lagu selamat ulang tahun dua kali (dari awal hingga selesai) untuk menandai waktu. Buatlah peraturan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet dan bahkan setelah mereka selesai bermain dengan mainan mereka di luar. Mencuci tangan tidak bisa dinegosiasikan.

2. Jangan batuk atau bersin di tangan


Ajari si kecil untuk menutup mulutnya dengan sapu tangan atau tisu saat bersin dan batuk dan buang tisu dengan benar. Anak-anak juga dapat belajar untuk menggunakan bagian dalam siku mereka untuk menutupi wajah mereka. Jika anak Anda menggunakan tangannya, ia harus segera mencucinya dengan air bersih dan sabun. Anak-anak juga harus tahu untuk tidak membagikan sapu tangan atau tisu bekas mereka.

3. Pakai masker


Gagasan untuk mengenakan penutup wajah atau masker wajah mungkin tampak menakutkan bagi si kecil, terutama ketika mengenakannya dalam jangka waktu yang lama. Ingatlah untuk memilih masker yang pas tetapi juga tidak terasa tidak nyaman atau mencekik si kecil. Untuk membuat mereka mengenakan masker, Anda harus memberi tahu si kecil tentang serangga tak kasat mata yang diperangi semua orang. Juga, biarkan anak Anda memilih masker pilihannya secara daring, menjahitnya dari awal di rumah atau membiarkannya menghiasi masker yang ada dengan kilauan dan aksesoris lain untuk meningkatkan minatnya mengenakan masker.

4. Hindari tangan dari wajah


Yang ini akan sedikit sulit untuk diterapkan karena kita cenderung menyentuh wajah kita sebagai kebiasaan bawah sadar hampir seperti refleks. Karena itu, kita perlu mengajari anak-anak kita mengapa mereka tidak boleh menyentuh wajah mereka. Anda bisa mulai dengan menjelaskan bagaimana tangan kita mengumpulkan kuman dan bakteri yang sama sepanjang hari, bahkan ketika kita tidak bisa melihatnya. Ketika kita menyentuh wajah kita (mata, hidung, mulut) kita memindahkannya ke wajah kita.

5. Pentingnya mandi


Jika anak Anda cenderung tidak sering mandi, Anda dapat mengajarinya cara mandi untuk menghilangkan bakteri dan kuman yang kita sentuh sepanjang hari dan mandi juga membantu kita merasa segar dan santai.