Notification

×

Iklan

Iklan

Menurut Penelitian Dampak COVID-19 Memperburuk Masalah Obesitas Pada Anak-anak

Sabtu, 06 Juni 2020 | 12:37 WIB Last Updated 2020-07-04T15:48:50Z
penyebab-obesitas-pada-anak-anak
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas di Buffalo telah menemukan bahwa lockdown atau berdiam diri di rumah dapat berdampak negatif pada diet, tidur dan aktivitas fisik di antara anak-anak dengan masalah obesitas.

Ketika semua harus tinggal di rumah saat pandemi coronavirus berdampak pada gaya hidup kita. Meskipun mungkin memotivasi beberapa orang untuk tetap bugar dengan makan sehat dan berolahraga, untuk beberapa orang juga menyebabkan pola tidur dan pola makan yang tidak teratur. Belum lagi dampak lockdown pada kesehatan mental seseorang.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas di Buffalo kini menemukan bahwa lockdown atau selalu harus berdiam diri di rumah juga dapat berdampak negatif pada diet, tidur, dan aktivitas fisik di antara anak-anak dengan obesitas. Dan sangat penting bagi orang tua untuk menjaga anak-anak selalu aktif walau harus berdiam diri di rumah.

Penelitian tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Obesity, meneliti anak-anak kelebihan berat badan di Italia, yang berada di bawah kurungan sepanjang Maret dan April. Pola tidur dan makan mereka, dan waktu skrining setahun sebelum dan selama lockdown dibandingkan. Ditemukan bahwa anak-anak makan makanan tambahan per hari, tidur setengah jam ekstra per hari, dan hampir lima jam per hari mereka menggunakan atau memainkan ponsel pintar, televisi dan komputer. Namun, aktivitas fisik menurun lebih dari dua jam per minggu.

"Anak-anak dan remaja yang berjuang melawan obesitas ditempatkan pada posisi isolasi yang tidak menguntungkan yang tampaknya menciptakan lingkungan yang tidak menguntungkan untuk mempertahankan perilaku gaya hidup sehat," Myles Faith, PhD, pakar obesitas dan penulis studi tersebut, mengatakan pada Science Daily.

"Lingkungan sekolah menyediakan struktur dan rutinitas di sekitar waktu makan, aktivitas fisik, dan tidur, tiga faktor gaya hidup utama yang terlibat dalam risiko obesitas," tegas Faith.

Penelitian ini dipimpin oleh Steven Heymsfield, MD, profesor, Pusat Penelitian Biomedis Pennington Universitas Negeri Louisiana dan Angelo Pietrobelli, MD, profesor, Universitas Verona, Italia.
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
×
Berita Terbaru Update