Notification

×

Iklan

Iklan

8 Tradisi "Lebaran" Di Indonesia yang Tahun Ini Pastinya Dirindukan

Rabu, 20 Mei 2020 | 19:13 WIB Last Updated 2020-05-20T12:19:01Z
8 Tradisi "Lebaran" Di Indonesia yang Tahun Ini Pastinya Dirindukan
copyright shutterstock.com
Tradisi hari raya idul fitri atau di Indonesia dikenal dengan sebutan lebaran menjadi momen yang begitu ditunggu tiap tahunnya. Sama seperti negara lainnya, Indonesia memiliki tradisi hari raya idul fitri sendiri. Tradisi hari raya idul fitri menjadi salah satu hal yang paling dirindukan. Pada momen ini seluruh keluarga berkumpul dan bersukacita.

Namun idul fitri tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 belum juga mereda. Alhasil, Seluruh masyarakat pun diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan demi memutus rantai virus tersebut. Tentunya, akan banyak tradisi khas Idul Fitri yang dirindukan.

Nah, apa saja tradisi hari raya idul fitri atau lebaran di Indonesia yang tahun ini tentunya pasti dirundukan?

1. Mudik

Bagi mereka yang punya kampung halaman, mudik menjadi tradisi khas Idul Fitiri yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Setiap tahun, ada jutaan warga meninggalkan kota yang menjadi tempat perantauannya tempat mencari nafkah untuk merayakan lebaran di kampung halaman bersaman keluarga. Namun sayang, pada tahun ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bagi masyarakat untuk tidak melakukan mudik lebaran atau menunda jangan mudik dulu.

2. Takbiran

Mengumandangkan takbir menjelang idul fitri merupakan amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah. Hal ini pun menjadi sebuah tradisi tersendiri di berbagai negara termasuk Indonesia. Pada malam lebaran, umat muslim di Indonesia biasanya tumpah ruah ke jalan atau masjid untuk mengumandangkan takbir. Takbiran biasa dilakukan keliling oleh masyarakat. Kegiatan ini juga biasa diiringi oleh tabuhan bedug yang begitu khas. Tradisi ini menunjukkan kebersamaan antar sesama muslim di hari raya. Momen ini menjadi acara yang paling ditunggu-tunggu mengingat momen tersebut menjadi awal dari perayaan lebaran itu sendiri.

3. Halal Bi Halal

Acara halal bi halal menjadi tradisi yang tak terpisahkan saat idul fitri atau lebaran. Makna halalbihalal adalah kekusutan,kekeruhan atau kesalahan yang selama ini dilakukan dapat dihalalkan kembali. Artinya, semua kesalahan melebur, hilang, dan kembali sedia kala.

Halal bi halal juga merupakan salah satu kegiatan silaturahmi saat lebaran. Pada momen ini kerap juga dilakukan tradisi sungkem pada orang yang lebih tua.

Tradisi ini berasal dari budaya tanah Jawa, yang menggambarkan bakti kasih dari anak kepada orangtua. Sungkeman menjadi sebuah ritual yang tak terlewatkan saat Idul fitri tiba. Sungkeman adalah sebuah prosesi adat yang dilakukan oleh seseorang yang biasanya lebih muda kepada orang yang lebih tua dengan tujuan sebagai bentuk penghormatan ataupun sebagai bentuk permintaan maaf.

4. Bagi Angpao dan THR

Tunjangan Hari Raya atau THR adalah uang yang diberikan perusahaan kepada pekerjanya saat hari raya. THR digunakan untuk memenuhi kebutuhan lebaran. Namun, tradisi ini juga berlaku dalam masyarakat secara umum khususnya pada anak-anak yang dikenal dengan bagi-bagi angpao.

Pada momen ini biasanya orang dewasa yang telah bekerja memberi 'salam tempel' pada anak-anak. Biasanya uang yang diberikan adalah uang kertas baru dengan nominal tertentu. Hal ini pula yang membuat aktivitas penukaran uang meningkat saat lebaran.

5. Baju Baru

Sebetulnya pada hari raya Lebaran kita tidak harus menggunakan baju baru, cukup gunakan baju terbaik yang sudah kita miliki, bersih dan rapi. Namun tradisi ini berkembang sehingga hari raya lebaran identik dengan baju baru. Maka tak heran bila pusat-pusat perbelanjaan akan begitu padat pengunjung mulai dua minggu sebelum hari lebaran tiba.

6. Ketupat Khas Lebaran

Saat lebaran, terdapat hidangan khas yaitu ketupat. Dalam istilah Jawa, ketupat diartikan dengan ngaku lepat alias mengaku kesalahan, bentuk segi empat dari ketupat mempunyai makna kiblat papat lima pancer yang berarti empat arah mata angin dan satu pusat yaitu arah jalan hidup manusia dimana puastnya adalah Allah SWT.

Warna putih ketupat ketika dibelah melambangkan kebersihan setelah bermaaf-maafan. Butiran beras yang dibungkus dalam janur merupakan simbol kebersamaan dan kemakmuran. Janur yang ada di ketupat berasal dari kata jaa-a al-nur bermakna telah datang cahaya. Anyaman pada ketupat diharapkan memberikan penguatan satu sama lain antara jasmani dan rohani.

Ketupat biasanya juga disajikan bersama lauk atau makanan bersantan. Ternyata santan ini juga punya makna tersendiri, lho. Makna filosofis santan atau santen yang ada di masakan ketupat adalah pangapunten atau memohon maaf.

Biasanya makanan ini disantap bersama keluarga dan tamu yang beranjangsana setelah Sholat Idul Fitri. Namun, karena pandemi corona tradisi silaturahim tidak dianjurkan sehingga momentum makan bersama juga dapat dipastikan hilang lebaran kali ini.

7. Menyalakan Petasan

Ketika lebaran tiba, bisa dipastikan akan terdengar suara ledakan petasan di mana-mana. Meskipun kegiatan ini telah dilarang oleh pemerintah. Namun, tradisi ini sepertinya sulit dihilangkan dan menjadi warna tersendiri jelang lebaran di Indonesia.

8. Berwisata

Setelah bersilahturahmi, bertemu kerabat, menikmati makanan khas lebaran, tradisi lebaran di Indonesia biasanya berlanjut dengan melakukan wisata di sejumlah destinasi. Akibatnya, di setiap objek wisata mengalami kepadatan pengunjung. Tahun ini dapat dipastikan mayoritas objek wisata tutup akibat pandemi corona.
Semoga wabah cepat berlalu dan aktifitas kehidupan kembali normal. Selamat lebaran!
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
×
Berita Terbaru 1 Update