Notification

×

Iklan

Iklan

Lima Aplikasi e-Wallet Teratas di Indonesia

Minggu, 26 April 2020 | 12:00 WIB Last Updated 2020-04-26T05:09:43Z
Lima Aplikasi e-Wallet Teratas di Indonesia
Foto: Shutterstock/Paisit Teeraphatsakool
Saat ini masyarakat Indonesia tampaknya telah menerima solusi transaksi tanpa uang tunai dengan sepenuh hati, dengan beragam bisnis dan layanan di seluruh kota menawarkannya sebagai alternatif pembayaran.

Sekitar 38 aplikasi e-wallet saat ini terdaftar di Bank Indonesia. Menurut sebuah laporan oleh situs web meta-search iPrice Group, total nilai transaksi yang dilakukan melalui aplikasi ini di Indonesia adalah US $ 1,5 miliar pada tahun 2018, dan pada tahun 2023 diperkirakan mencapai $ 25 miliar.

Berikut adalah beberapa data menarik terkait e-wallet di Indonesia yang dikumpulkan oleh iPrice Group bekerja sama dengan data pasar aplikasi dan perusahaan wawasan App Annie.

Aturan aplikasi e-wallet berbasis lokal Industri fintech di Indonesia saat ini didominasi oleh pemain lokal.

Lima Aplikasi e-Wallet Teratas

Menurut data Q2 2019 App Annie, lima aplikasi e-wallet teratas berdasarkan pengguna aktif bulanan dari Google Play Store dan iOS adalah GoPay, OVO, DANA, LinkAja dan Jenius.

Pada bulan Februari saja, transaksi yang dilakukan menggunakan GoPay mencapai $ 6,3 miliar, hampir 70 persen dari total transaksi Gojek.

Pertumbuhan stabil OVO sebagian besar didukung oleh kemitraannya dengan Grab dan Tokopedia.

Pertama kali diperkenalkan pada 2018, DANA, perusahaan patungan Emtek Group dan Ant Financial dan mitra resmi Bukalapak, telah berhasil meningkatkan popularitasnya dan menggantikan LinkAja di posisi ketiga di Q2 tahun ini.

Diluncurkan pada tanggal 30 Juli, LinkAja telah menikmati posisi yang nyaman karena mengintegrasikan layanan pembayaran yang disediakan oleh bank-bank pemerintah, yaitu TCash Telkomsel, e-cash Bank Mandiri, BNI UnikQu, t-Money Telkom dan T-Bank BRI. Dan juga bermitra dengan Gojek sebagai salah satu opsi pembayaran aplikasi.

Berdasarkan jumlah unduhan, lima aplikasi e-wallet teratas adalah GoPay, OVO, DANA, LinkAja dan iSAKU.

Menurut sebuah studi oleh Jakpat Mobile Survey Platform dan DailySocial, 74,6 persen pengguna aplikasi e-wallet di Indonesia berusia 20 hingga 35 tahun.

Ruang besar untuk ekspansi


Aplikasi E-wallet yang dimiliki oleh perusahaan berbasis internet telah meningkat sebesar 50 persen dalam dua tahun terakhir. Empat dari perusahaan ini yang termasuk dalam 10 aplikasi e-wallet teratas di Indonesia adalah Go-Jek, DANA, Paytren, dan DOKU.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam upaya untuk meningkatkan pembangunan ekonomi negara, karena tiga perempat dari 250 juta orang Indonesia dilaporkan masih tidak memiliki akses ke layanan keuangan dasar.

Tiga dari 10 aplikasi e-wallet paling populer dimiliki oleh bank, yaitu Jenius dari BTPN, Go Mobile oleh CIMB dari CIMB dan Sakuku dari BCA.

Gimmick adalah kuncinya

Bagi banyak pengguna, di antara daya tarik menggunakan aplikasi e-wallet sebagai metode pembayaran tanpa uang tunai adalah penawaran cashback instan dan poin tambahan. Pedagang mengklaim bahwa promo uang kembali, yang berkisar antara 20 hingga 40 persen, juga membantu meningkatkan penjualan mereka.

Layanan e-wallet terpopuler

Menurut data iPrice, di antara layanan yang paling umum untuk aplikasi e-wallet adalah transaksi offline, pembayaran e-commerce dan transportasi umum.

Di antara yang lain dalam daftar 10 teratas, GoPay memiliki opsi terbanyak yang tersedia dengan 10 jenis layanan, diikuti oleh LinkAja (sembilan), Paytren (delapan) dan OVO dan DANA (tujuh).

QR Pay memimpin

QR Pay atau QRC (Quick Response Code) saat ini digunakan sebagai opsi pembayaran oleh 19 dari 38 aplikasi e-wallet terdaftar di Indonesia.

Pada bulan Mei tahun lalu, pemerintah mengeluarkan QRIS (Standar Respon Cepat Indonesia) sebagai upaya standardisasi untuk meningkatkan penggunaan pembayaran tanpa uang tunai, karena terbukti menjadi solusi penggantian kartu yang nyaman untuk mencapai 65 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
×
Berita Terbaru 1 Update