Notification

×

Iklan

Iklan

10 Tips Persiapan Puasa Ramadan Hari Pertama

Kamis, 23 April 2020 | 23:54 WIB Last Updated 2020-04-25T07:39:46Z
10 Tips Persiapan Puasa Ramadan Hari Pertama
Photo: Pexels
Bulan Ramadan 2020 hari ini akan tiba dalam beberapa jam kedepan. Menunaikan puasa di bulan yang penuh berkah ini merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang telah balig dan mampu melaksanakannya. Selain akan mendapatkan pahala, berpuasa juga bermanfaat untuk kesehatan. Berpuasa juga dapat mencegah kolesterol tinggi, penyakit jantung serta meningkatkan kesehatan mental, sebagaimana ditulis Aljazeera dikutip Selasa (14/4/2020).

Agar puasa Ramadan tahun ini dapat berjalan lancar dan tanpa masalah, simak persiapan puasa Ramadan yang perlu Kamu lakukan berikut ini.

1. Membatasi porsi makan

Cobalah untuk mengurangi porsi makan agar pencernaan menjadi terbiasa saat sedang berpuasa. Jika tidak dibiasakan, maka akan sering merasakan lapar saat belum memasuki waktu berbuka puasa.

2. Makan makanan yang sehat dan bergizi

Salah satu persiapan puasa Ramadan yang perlu kamu lakukan adalah menjaga kesehatan dan stamina tubuh dengan asupan makanan yang sehat dan bergizi. Ya, agar tubuh tetap sehat sejak hari pertama hingga hari terakhir puasa Ramadan maka asupan makanan perlu diperhatikan.

Upayakan untuk memenuhi asupan nutrisi harian tubuh yang berasal dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, daging merah, dan susu.

Dengan tercukupinya seluruh nutrisi tersebut, kamu dapat mempertahankan stamina dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Ini artinya, kamu pun dapat terhindar dari infeksi penyakit selama berpuasa.

Jadi, pastikan untuk melakukan persiapan puasa Ramadan satu ini sejak jauh-jauh hari sebelum melaksanakan puasa hari pertama, ya.

3. Hindari makan gorengan, makanan asin, dan makanan tinggi gula

Bagi orang yang melaksanakan puasa, makan hidangan yang berminyak, bercita rasa asin, dan mengandung tinggi gula tentu rasanya menyenangkan. Meskipun makanan-makanan tersebut dapat memanjakan lidah dalam waktu sesaat, kebiasaan ini sebenarnya tidak baik untuk kesehatan.

Selain kenaikan berat badan dengan mudah, mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula dapat menyebabkan kelesuan dan kelelahan. Kamu juga perlu membatasi makanan dengan asupan garam tinggi, terutama saat sahur, karena dapat meningkatkan rasa haus.

Sebagai solusinya, cobalah memasukkan makanan sehat dan bergizi, termasuk sayuran, buah-buahan, dan daging merah dalam menu sahur dan berbuka puasa. Konsumsi makanan tinggi serat selama puasa Ramadan sangat disarankan karena jenis makanan tersebut lebih lambat dicerna oleh tubuh. Dengan ini, Kamu akan merasa kenyang lebih lama.

4. Memperbanyak asupan air putih

Langkah persiapan puasa Ramadan berikutnya adalah memperbanyak asupan air putih. Minum banyak air putih bertujuan untuk mengurangi risiko dehidrasi selama berpuasa, terutama saat waktu sahur dan berbuka puasa.

Cairan termasuk jus, susu, makanan berkuah, juga dapat membantu memenuhi asupan cairan dalam tubuh, tetapi air putih tetap pilihan minuman terbaik.

Tak hanya itu, Kamu juga harus mengurangi minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman soda. Sebab, jenis minuman tersebut memiliki efek diuretik atau dapat menyebabkan buang air terus menerus sehingga meningkatkan kehilangan cairan dalam tubuh kamu.

5. Mengatur jam tidur

Karena harus sahur saat dini hari, cobalah untuk mengatur jam tidur agar tidak terlalu larut dan bisa sahur tepat waktu.

6. Pastikan tidak melewati waktu sahur

Salah satu hal yang disarankan dalam menjalankan ibadah puasa adalah makan sahur. Sebab, dengan makan sahur tubuh akan memiliki tenaga untuk bertahan hingga waktu berbuka puasa tiba saat sore hari.

Sahur memiliki peran penting untuk membuat tubuh tetap memiliki energi dalam menjalankan berbagai kegiatan selama seharian penuh.

Jika sengaja atau tidak melewati waktu sahur, Kamu berisiko mengalami dehidrasi dan merasa lelah di siang hari. Selain itu, Kamu pun cenderung makan berlebihan saat waktu berbuka puasa tiba yang menyebabkan kenaikan berat badan tidak sehat.

7. Jangan makan berlebihan saat waktu buka puasa

Tak sedikit orang yang makan berlebihan saat waktu buka puasa. Semua menu makanan yang ada di meja makan rasanya ingin dicicipi karena penasaran dengan rasa dari makanan tersebut. Selain itu, beberapa orang menjadikan berbuka puasa sebagai momen untuk balas dendam setelah seharian berpuasa.

Faktanya, makan berlebihan saat berbuka puasa dapat berisiko membahayakan tubuh kamu. Makan terlalu banyak dan konsumsi makanan berlemak tinggi secara berlebihan saat berbuka puasa dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan peningkatan berat badan.

8. Kurangi minum kopi

Meski kopi memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, seseorang akan sulit terlepas dari kopi jika mereka telah kecanduan. Mengurangi minum kopi saat berpuasa adalah perilaku yang bijak, karena perut akan kosong. Jika tetap minum kopi saat berbuka akan menyebabkan lambung produksi asam klorida dan cairan lambung di perut. Ini akan berdampak buruk bagi kesehatan.

9. Melakukan olahraga

Persiapan Ramadan tidak hanya dari asupan makanan atau pola tidur, melainkan juga perlu didukung oleh aktivitas fisik atau olahraga. Berolahraga secara rutin akan membuat tubuh lebih siap dalam menghadapi puasa Ramadan.

Jika ingin melakukan olahraga di hari awal-awal puasa, sebaiknya lakukan olahraga dengan intensitas rendah terlebih dahulu. Misalnya, dengan melakukan jalan santai, yoga ringan, peregangan ringan, atau hanya sekadar melakukan pekerjaan rumah tangga.

Hal yang paling penting adalah ketahui kondisi tubuh Kamu sebelum olahraga dan segera beristirahat jika Kamu merasa kesulitan berolahraga saat berpuasa. 

10. Konsultasikan diri ke dokter

Konsultasi dengan dokter sangat baik dilakukan jika memiliki penyakit seperti diabetes atau darah tinggi. Dengan memeriksakan diri, maka dapat mengetahui apa saja larangan yang harus dihindari agar tetap sehat saat berpuasa.

Secara umum, ada beberapa kondisi kesehatan yang sebaiknya tidak direkomendasikan untuk berpuasa, antara lain:
  • Orang lanjut usia yang perlu dipertimbangkan kondisi tubuhnya
  • Orang dengan kondisi medis tertentu, seperti tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, penyakit ginjal kronis, atau diabetes tipe 2
  • Orang-orang yang memiliki masalah dengan gula darah
  • Wanita yang sedang hamil, serta ibu menyusui
  • Orang yang mengalami gangguan makan
  • Orang yang baru saja sembuh dari infeksi penyakit tertentu atau baru saja selesai melakukan prosedur operasi

Sementara, pemerintah melalui Kemenag hari ini, Kamis (23/4) menggelar sidang Isbat untuk menetapkan tanggal 1 Ramadan 1441 H pada 23 April 2020.

Hingga hari ini, pemerintah telah menetapkan tanggal 1 Ramadan 1441 H yaitu jatuh pada 24 April 2020. Belum lama ini, Menteri Agama Fachrul Razi telah merilis panduan bagi umat muslim di Indonesia dalam melaksanakan ibadah saat pandemik corona.
referensi: sehatq
×
Berita Terbaru Update