Apa Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan?

Apa Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan?
Photo: BorisBulychev - Shutterstock
Saat ini merebaknya wabah virus Corona mungkin kamu sering mendengar kata antiseptik dan disinfektan. Sebenarnya apa sih kesamaan dan perbedaan dari keduanya? Yuk kita cari tahu!

Antiseptik dan disinfektan, sama-sama memiliki fungsi membunuh virus, bakteri maupun kuman. Tapi cara penggunaannya sangatlah berbeda. Maka kamu perlu tahu perbedaan antiseptik dan disinfektan agar tidak salah memakainya.

Apa itu antiseptik?


Seperti dikutip dari Health Line, antisepsi adalah zat yang bisa memperlambat perkembangan mikroorganisme. Antiseptik biasanya digunakan di rumah sakit untuk mengurangi risiko infeksi saat operasi atau prosedur medis lainnya.

Ada berbagai jenis antisepsik yang digunakan untuk keperluan medis. Antiseptik yang digunakan sebelum operasi biasanya memiliki bahan-bahan khusus dan berwarna oranye. Digosokkan pada tangan hingga lengan.

Sementara antiseptik untuk non-operasi biasanya berbentuk cairan bening atau terkadang biru muda, berupa hand rub (cairan atau gel untuk digosokkan ke tangan), sabun cuci tangan dan alcohol swabs. Ada pula antiseptik yang dijual di pasaran.

Salah satu contoh antiseptik adalah hand sanitizer. Umumnya mengandung pelembap dan memiliki aroma agar lebih nyaman digunakan. Antiseptik juga ada yang berupa tisu basah, spray dan obat luka.

Jenis-jenis antiseptik.

Ada beberapa jenis antiseptik yang biasa digunakan sehari-hari. Masing-masing biasanya dikemas menjadi jenis yang berbeda, seperti berikut ini:
  • Chlorexidine, biasanya digunakan untuk antiseptik pembersih luka terbuka.
  • Antibacterial dye, yang sering digunakan untuk merawat luka jatuh dan luka bakar.
  • Peroxide dan permanganate, yaitu bahan yang umumnya digunakan dalam obat kumur yang mengandung antiseptik dan pada luka terbuka.
  • Turunan halogenated phenol, yang umumnya digunakan dalam sabun bagi rumah sakit dan prosedur medis, serta cairan pembersih.
  • Povidine iodine, sebagai bahan yang biasanya digunakan sebagai antiseptik untuk membersihkan luka yang terkontaminasi, area tubuh yang akan dioperasi, hingga membersihkan area kulit yang masih sehat.
  • Alkohol. Alkohol dengan konsentrasi 60%-70% lebih efektif sebagai antiseptik jika dibandingkan dengan yang memiliki konsentrasi 90%-95%.

Apa itu disinfektan? 
Apa Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan?
Disinfektan adalah zat atau proses membunuh kuman pada benda mati. Kuman bisa berupa virus, bakteri atau mikroorganisme lainnya yang bisa menyebabkan infeksi dan penyakit.

Seperti dilansir Cancer.gov, kebanyakan disinfektan mengandung bahan kimia keras dan beracun. Sehingga dilarang digunakan pada kulit atau tubuh manusia atau makhluk hidup lainnya.

Hidrogen peroksida adalah salah satu bahan yang umum terkandung pada antiseptik dan disinfektan. Namun konsentrasinya lebih rendah pada antiseptik ketimbang disinfektan.

Zat lainnya yang sering digunakan pada disinfektan adalah sodium hipoklorit. Bahan aktif yang juga umum terkandung pada cairan pemutih ini efektif membunuh virus, bakteri dan jamur, 10-60 menit setelah disemprotkan pada permukaan benda keras.

Berikut ini bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai disinfektan beserta kegunaannya:

• Glutaraldehyde 2%

Bahan ini biasanya digunakan sebagai disinfektan alat-alat operasi yang tidak bisa disterilkan menggunakan suhu panas. Bahan ini juga bisa digunakan untuk membersihkan permukaan benda-benda lainnya.

• Chloroxylenol 5%

Bahan ini sebenarnya bisa digunakan, baik sebagai antiseptik maupun disinfektan. Biasanya, chloroxylenol dipakai untuk membersihkan alat-alat medis, dengan cara direndam dengan campuran alkohol 70%.

• Chlorine

Chlorine adalah bahan yang sering kita sebut sebagai kaporit. Selain bisa membersihkan air di kolam renang, bahan ini rupanya juga digunakan sebagai bahan disinfektan untuk permukaan barang-barang.

Apa perbedaan antiseptik dan disinfektan?

Dari penjelasan di atas, bisa dipahami bahwa antiseptik digunakan pada tubuh. Antiseptik juga kerap disebut sebagai disinfektan kulit.

Biasanya, antiseptik digunakan untuk:
  • Mencuci tangan
  • Membersihkan permukaan kulit sebelum operasi
  • Membersihkan permukaan kulit yang terluka
  • Mengobati infeksi kulit
  • Mengobati infeksi di rongga mulut

Sementara itu, disinfektan, digunakan untuk:
  • Membersihkan permukaan lantai, meja, dan permukaan lain yang sering disentuh
  • Membersihkan kain atau pakaian yang terpapar bakteri dan virus
  • Mensterilkan peralatan medis yang bisa digunakan berulang kali

Referensi:
Wolipop: Beda Antiseptik dan Disinfektan yang Kini Banyak Dipakai untuk Cegah Corona.
SehatQ: Mengenal Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan untuk Mencegah COVID-19