Kurangi Sampah Plastik Jadi Komitmen SMK Negeri 1 Bongas Melalui Gerakan Go Green

Iklan

Kurangi Sampah Plastik Jadi Komitmen SMK Negeri 1 Bongas Melalui Gerakan Go Green

Mas Tosu
29/02/20, 10:00 WIB Last Updated 2020-02-29T03:00:01Z
kurangi-sampah-plastik-jadi-komitmen-smk-negeri-1-bongas-melalui-gerakan-go-green
Foto by: Mas Tosu
Siswa-siswi di SMK Negeri 1 Bongas Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk mengurangi timbunan sampah plastik melalui pengurangan penggunaan botol minum plastik sekali pakai atau kemasan jajanan dan minuman berbungkus dari plastik.

Mamat Rahmat, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bongas, mengimbau para siswa untuk membawa botol minuman dan tempat makan (tumbler) masing-masing untuk mengurangi sampah plastik dari botol minuman dan makanan kemasan plastik melalui gerakan “Zero Plastic Waste.”

“Sudah tidak ada lagi penjualan kemasan botol plastik maupun pembungkus/wadah plastik di kantin sekolah dan kantin harus komitmen menjaga lingkungan sekolah terutama sampah plastik yang tidak bisa terurai,” - kepala sekolah. 
kurangi-sampah-plastik-jadi-komitmen-smk-negeri-1-bongas-melalui-gerakan-go-green
Foto by: Mas Tosu
kurangi-sampah-plastik-jadi-komitmen-smk-negeri-1-bongas-melalui-gerakan-go-green
Foto by: Mas Tosu
Ia menjelaskan, upaya untuk mengurangi timbunan sampah plastik berawal dari keinginan untuk mengurangi terutama wadah/kemasan atau tempat jajanan minuman es dari plastik yang cukup banyak di SMKN 1 Bongas.

Diperkirakan, jumlah botol plastik bekas yang timbul dari konsumsi air minum baik dalam kemasan ataupun instan mencapai 390 botol bekas per hari termasuk dari sampah jajanan es. Pelarangan penjualan air minum dalam kemasan plastik itu, awalnya mendapatkan penolakan dari penjual di kantin sekolah yang khawatir program go green ini akan berdampak pada pendapatannya, selain siswa awalnya juga belum terbiasa. Namun, setelah diberikan opsi lain kepada para penjual pada akhirnya mereka menyetujui.

Saat ini, timbunan sampah plastik di SMK Negeri 1 Bongas hanya tersisa 1,5 kilogram per harinya. Sampah plastik tersebut kebanyakan merupakan sisi bungkus makanan minuman.

Program penggunaan wadah makan tersebut telah dimulai sejak sebulan yang lalu, sebagai wujud dari sekolah yang peduli terhadap kebersihan, lingkungan yang lebih asri, indah dan nyaman.
 
(Mas Tosu)
Komentar

Tampilkan

Terkini