-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Gentong Gerabah Alat Dapur Tradisional untuk Menyimpan Air yang Kini Berubah Fungsi

Kamis, 30 Januari 2020 | 10:00 WIB Last Updated 2020-01-30T03:00:11Z
gentong-gerabah-alat-dapur-tradisional-untuk-menyimpan-air
Photo: Dok/Tembi
Salah satu alat dapur tradisional pada masyarakat Jawa yang saat ini sudah termasuk langka selain klenthing adalah gentong, terutama yang terbuat dari tanah liat. Gentong adalah tempat air yang berbentuk seperti tempayan besar biasanya terbuat dari tanah liat.

Pada zaman dahulu, gentong hampir dipastikan dapat ditemukan di setiap rumah masyarakat Jawa sebagai tempat menyimpan air untuk memasak. Tempatnya tidak pernah jauh dari dapur, yang diletakkan di luar atau di dalam dapur.

Di zaman yang serba modern seperti saat ini, sudah sangat langka keberadaan gentong di setiap kampung di Jawa. Jika pun ada, biasanya sudah tidak digunakan lagi sebagai fungsi utama, tetapi sudah difungsikan lain, seperti untuk memeram buah, tempat sampah, tempat perkakas lain, tempat hiasan atau bahkan tidak digunakan sama sekali alias hanya ditaruh di gudang, di dapur atau bahkan disisihkan di luar rumah.
gentong-gerabah-untuk-hiasan
Photo: Dok/Radar Kudus
Saat ini keberadaan gentong gerabah telah tergantikan oleh barang serupa yang terbuat dari plastik yang lebih awet. Di sentra pengrajin gerabah, produksi gentong gerabah juga sudah sangat jarang dijumpai kecuali di sentra-sentra besar, itu juga biasanya dipergunakan atau orang membeli gentong gerabah hanya untuk hiasan di taman ketimbang dipergunakan untuk fungsi utamanya.

Pada umumnya, gentong gerabah yang terbuat dari tanah liat berbentuk silinder, bagian tengah cembung, bagian bawah datar, dan bagian atas (mulut) kecil berbibir dan kadang-kadang bertutup. Tingginya bervariasi mulai dari 40 cm hingga 80 cm dengan diameter bagian tengah mencapai 40 - 70 cm sesuai dengan besar kecilnya gentong.

Gentong termasuk alat dapur yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Jawa. Bahkan istilah ini juga sudah masuk dalam kamus Jawa bernama Baoesastra Djawa karangan WJS Poerwadarminta terbitan tahun 1939. Pada halaman 144 disebutkan bahwa gentong adalah alat dapur yang berfungsi sebagai tempat air, bentuknya besar seperti genuk. Itu menandakan bahwa jauh sebelum termuat dalam kamus tersebut, keberadaan gentong sudah menyebar di masyarakat Jawa.

Tergantikannya gentong gerabah karena antara lain kalah awet dibandingkan dengan gentong plastik walaupun harganya lebih mahal dari gentong gerabah. Alasan lainnya yaitu gentong gerabah mudah pecah dan berat. Sedangkan gentong plastik lebih praktis dan mudah perawatannya dan ringan jika dipindahkan. 
gentong-plastik-untuk-menyimpan-air
Gentong plastik
Selain sudah banyak berpindah ke gentong plastik, banyak pula ibu rumah tangga di masyarakat Jawa sekarang ini yang juga menggunakan ember plastik sebagai pengganti gentong gerabah. Dengan pertimbangan ember plastik harganya murah, mudah perawatannya, mudah dipindahkan, dan risiko pecahnya kecil. Maka tidak heran rumah tangga masyarakat Jawa sekarang ini, lebih banyak menggunakan ember dan gentong plastik untuk menyimpan air guna keperluan memasak, daripada gentong gerabah. 
 
referensi: Tembi
×
Berita Terbaru Update