Makanan Yang Dianjurkan Dan Harus Dihindari Jika Ingin Berhenti Merokok

hindari-makanan-ini-jika-ingin-berhenti-merokok

Jika sebelumnya Anda sebagai pecandu rokok, memang tidak mudah rasanya untuk keluar dari bayang-bayang rokok. Ada kalanya, beberapa yang sebelumnya perokok hampir menyerah karena tak kuat dilanda stres setelah berhenti merokok.

Nah, bagi Anda yang ingin berhenti dari efek kecanduan rokok, Anda harus mencobanya dengan mengatur pola makan yang sehat, Seperti apa saja makanan untuk berhenti merokok yang bisa membantu usaha Anda? Berikut ini berbagai makanan untuk berhenti merokok, seperti yang dilansir dari laman hallosehat:

Makanan untuk berhenti merokok

Ada banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh Anda ketika memutuskan berhenti merokok. Yang paling sering adalah Anda jadi mudah stres. Bukan cuma itu, reseptor lidah dan hidung Anda pun ikut rusak akibat terkena zat-zat kimia dalam rokok.

Satu kepulan asap rokok melepaskan sekitar 7.000 bahan beracun. Bayangkan hanya dalam satu kali merokok saja, sudah berapa banyak racun yang merusak saraf-saraf di mulut. Alhasil, saraf di lidah dan hidung jadi baal dan hanya mengenali sensasi bahan aktif dari rokok.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Tobacco Induced Diseases tahun 2017, mengatur pola makan ternyata bisa menjadi salah satu cara sukses untuk berhenti merokok, lho.

Nah, berikut ini berbagai makanan untuk berhenti merokok yang bisa membantu Anda, yaitu:

1. Susu

Ketika hasrat merokok kembali muncul, jangan buru-buru mengambil sebatang rokok untuk memuaskan keinginan tersebut, ya! Ada baiknya, segeralah pergi ke dapur dan ambil segelas susu. Ya, susu bisa menjadi alternatif makanan untuk berhenti merokok, lho.

Temuan ini berawal dari sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Nicotine and Tobacco Research tahun 2007 silam. Pada penelitian tersebut, sekitar 209 perokok diminta untuk menikmati berbagai makanan dan menilai jenis makanan apa saja yang bisa membuat lidahnya terasa enak dan tidak.

Ternyata, makanan untuk berhenti merokok yang paling banyak dipilih adalah susu dan produk susu. Ini karena susu dapat membantu menghilangkan sensasi pahit di lidah akibat merokok.

2. Sayur dan buah

Anda sedang mencari makanan untuk berhenti merokok? Coba pilih berbagai sayur dan buah kesukaan Anda. Misalnya jeruk, pir, apel, atau pisang yang mengandung banyak antioksidan, vitamin, dan serat.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nicotine and Tobacco Research tahun 2013, para mantan perokok yang suka makan sayur dan buah cenderung lebih mudah terbebas dari jeratan rokok. Bahkan, hasrat untuk setop merokok terus menguat hingga 30 hari ke depan, dibandingkan mereka yang jarang makan sayur dan buah.

Sama seperti susu, makan sayur dan buah dapat membantu mengembalikan sensitivitas lidah. Dengan begitu, Anda tak lagi mencari rokok saat stres, justru beralih ke sayur dan buah yang lebih sehat.

3. Popcorn

Siapa bilang kalau popcorn cuma boleh dimakan saat menonton film? Popcorn juga bisa menjadi makanan untuk berhenti merokok yang bisa Anda andalkan.

Bukan cuma membuat tangan jadi sibuk ngemil, makan popcorn juga bisa membuat Anda lebih cepat kenyang. Sekitar 1.000 gram atau setara dengan 5 cangkir popcorn hanya mengandung 150 kalori. Jadi, Anda tak perlu cemas akan kegemukan setelah makan popcorn.

Dengan catatan, hindari menambahkan mentega, gula, atau garam pada popcorn. Gantilah dengan sedikit minyak zaitun atau keju parmesan supaya lebih gurih dan menambah cita rasanya.

4. Kacang

Salah satu efek berhenti merokok yang paling umum adalah berat badan naik drastis. Hal ini terjadi karena nafsu makan mantan perokok cenderung meningkat dan dilampiaskan dengan ngemil makanan yang tidak sehat.

Tenang, ini bukan berarti Anda tidak boleh ngemil demi menjaga berat badan tetap stabil, kok. Yang terpenting, Anda harus lebih hati-hati saat memilih makanan untuk berhenti merokok.

Nah, agar lebih sehat dan aman untuk berat badan, pilihlah kacang sebagai camilan Anda hari ini. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Annals of Internal Medicine tahun 2015 mengungkapkan bahwa orang yang makan makanan tinggi serat mengalami penurunan berat badan hingga 2,5 kilogram (kg) dalam sebulan.

Makanan tinggi serat ini tidak hanya kacang, tapi juga termasuk brokoli, raspberry dan jenis buah beri lainnya, serta oatmeal.

Makanan yang harus dihindari saat berhenti merokok

Selain memilih makanan untuk berhenti merokok, ada beberapa jenis makanan yang juga harus Anda hindari. Pasalnya, ada makanan tertentu yang justru bisa memicu hasrat kembali merokok jadi lebih tinggi.

Makanan yang harus dihindari saat berhenti merokok

1. Kopi

Berlawanan dengan susu, kopi justru menjadi salah satu teman terbaik untuk diminum saat sedang merokok. Bukan berarti baik, hal ini justru menjadi bumerang bagi Anda yang sedang berusaha berhenti merokok.

Kandungan kafein dalam rokok dapat merangsang reseptor di lidah untuk kembali merokok. Sebisa mungkin, hindari jenis minuman ini supaya usaha Anda untuk berhenti merokok berhasil.

2. Alkohol

Sama seperti kopi, tidak sedikit orang yang suka minum alkohol sembari mengisap rokok dalam waktu yang bersamaan. Katanya, efek menenangkannya bisa berkali-kali lipat jika Anda melakukannya sekaligus.

Padahal, efek menenangkan ini hanya bersifat sementara. Justru, dibalik itu semua, ada banyak zat-zat racun yang mengalir dalam darah dan merusak organ-organ tubuh Anda secara perlahan.

3. Makanan rendah kalori

Banyak orang mengira bahwa makanan rendah kalori menjadi makanan untuk berhenti merokok terbaik untuk dipilih. Sebab, makanan rendah kalori dipercaya dapat membantu mengurangi risiko kelebihan berat badan yang umum terjadi setelah berhenti merokok.

Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Para pakar kesehatan justru mengungkapkan bahwa makanan rendah kalori justru menjadi bumerang bagi Anda yang sedang berupaya menjauhkan diri dari rokok.

Menurut studi yang dimuat dalam jurnal Psychopharmacology tahun 2005, perokok yang mengurangi 700 kalori dalam makanannya justru ditemukan lebih banyak merokok daripada yang tidak melakukannya. Sayangnya, para ahli masih belum mengetahui penyebab jelasnya.