Travelling yang Menyenangkan Sekaligus Ramah Lingkungan

travelling-yang-menyenangkan-sekaligus-ramah-lingkungan
Budayakan travelling yang ramah lingkungan (Foto: 123rf)

Travelling atau bertamasya merupakan salah satu aktivitas favorit masyarakat Indonesia ketika liburan. Sayangnya kesadaran masyarakat mengenai lingkungan tempat mereka bertamasya masih minim, di mana sering ditemukan pemberitaan mengenai sampah yang tidak dibuang pada tempatnya. Untuk itu, sebaiknya kita mulai menggalakkan travelling yang ramah bagi lingkungan, yang dapat dilakukan dengan cara:

Gunakan transportasi umum
travelling-yang-menyenangkan-sekaligus-ramah-lingkungan
(Foto: Shutterstock)

Dengan menggunakan transportasi umum akan mengurangi jumlah kendaraan yang ada di jalanan. Selain mengurangi kemacetan, kalian juga akan membantu menyelamatkan bumi dengan mengurasi emisi dari kendaraan yang kalian bawa sehingga dapat mengurangi polusi udara dan pemborosan energi. Keuntungan lain dari menggunakan kendaraan umum adalah kalian dapat bertemu dengan orang baru dari warga lokal hingga sesama traveller sehingga dapat memperkaya liburan kalian dengan berbagi cerita bersama mereka.

Kurangi sampah plastik sekali pakai

Sampah merupakan masalah utama pada tempat wisata di Indonesia, khususnya sampah plastik yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Padahal plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai di tanah. Bahkan di daerah pantai ditemukan hewan-hewan misalnya kura-kura atau penyu yang tersangkut sampah plastik karena mengira itu adalah makanan mereka. Kalian dapat mengurangi penggunaan plastik dengan cara membawa botol minum atau tumbler yang dapat digunakan berkali-kali, tidak menggunakan sedotan untuk minuman yang kita pesan dan mengurangi kebiasaan membawa pulang makanan dengan kemasan styrofoam.

Bawa barang seperlunya

Apabila bertamasya menggunakan pesawat sebaiknya mulai mengurangi beban barang bawaan yang kalian bawa atau bawa seperlunya saja. Karena selain menambah biaya yang dikeluarkan untuk sewa bagasi, pesawat yang membawa beban terlalu berat akan meningkatkan jumlah emisi karbon, dampaknya adalah polusi udara dan pemanasan global.

Hemat air

Ketika menginap di sebuah hotel atau penginapan, sebaiknya gunakan pancuran daripada bathub untuk menghemat air yang digunakan. Bila tidak membawa peralatan mandi, jangan ragu untuk menghabiskan sisa sabun, shampoo atau pasta gigi yang diberikan oleh pihak hotel, karena sisa-sisa barang tersebut akan dibuang dalam bahasa jawa “eman-eman” apabila dibuang begitu saja.

Patuhi aturan tempat wisata

Misalnya kalian mendaki gunung, patuhi jalur atau track yang telah disediakan, hindari mencabut bunga-bunga atau tanaman yang sekiranya bagus, dan yang utama adalah jangan meninggalkan sampah dan akan lebih baik lagi apabila membawa sampah ketika turun dari puncak untuk mengurangi jumlah sampah dan juga membuat pemandangan menjadi lebih asri.