Pantau Risiko Obesitas Di Tengah Pandemi. Begini Caranya!

pantau-risiko-obesitas-di-tengah-pandemi
Kurangi risiko obesitas dengan yoga. (Foto: freepik.com/shurkin-son)

Pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya karena COVID-19 telah membuat orang lebih banyak tinggal di rumah untuk mengurangi penyebaran infeksi. Namun, rutinitas bekerja dari rumah, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, makan berlebihan, dan aktivitas fisik yang lebih sedikit adalah beberapa faktor yang secara langsung memengaruhi obesitas. 

Obesitas bukan hanya kelebihan lemak di tubuh seseorang, melainkan cerminan dari keseluruhan pola gaya hidup kondisi kesehatan tertentu dan penyakit yang rentan diderita seseorang. Pada dasarnya lemak tubuh yang berlebih meningkatkan kadar kolesterol yang berdampak pada suplai darah ke jantung dan dapat mengakibatkan penyakit jantung. 

Berat badan berlebih yang sama memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan masalah BP, diabetes, dan stroke yang juga menyebabkan disfungsi organ lain yang dapat menyebabkan hipertiroidisme, ketidakseimbangan hormon, masalah hati, sakit punggung, nyeri sendi, dll. Anda perlu tahu tentang cara mengendalikan obesitas di tengah pandemi. 

Stres pandemi dan makan berlebihan 

Pesta makan berlebihan dikaitkan dengan tingkat stres yang tinggi yang secara langsung menyebabkan obesitas. Mengingat orang-orang yang tinggal di dalam ruangan dengan krisis ekonomi yang parah, masalah keluarga, masa depan yang tidak pasti, stres kehilangan pekerjaan, ketakutan akan ketidakstabilan di antara tekanan lainnya, makan berlebihan cenderung menjadi masalah bagi banyak orang. 

Ini dapat menyebabkan hipertensi, diabetes, dan juga dapat memengaruhi kesehatan mental Anda. Pilihlah alternatif yang lebih sehat yang dibuat sendiri dan dapat membuat Anda kenyang lebih lama. 

Kebiasaan makan harus diubah 

Sebelum masuk ke ide “pemotongan lemak”, kita harus memahami bahwa lemak sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak terutama pada anak-anak. Ini juga memainkan peran kunci dalam pembentukan otot, gerakan sendi, dan banyak fungsi lainnya. Penting untuk memahami lemak baik dan lemak jahat. Cara yang lebih baik untuk mengatasi asupan makanan adalah dengan melakukan pola makan seimbang yang memiliki nilai gizi tinggi, serat tinggi, lemak baik dan banyak cairan. 

Aktivitas fisik 

Sertakan sebanyak mungkin aktivitas fisik dalam rutinitas Anda. Seperti melakukan yoga, stationary cycling, dan stationary jogging adalah pilihan yang dapat Anda lakukan dengan mudah di rumah. 

Pemeriksaan kesehatan 

Penting untuk melakukan tes darah setiap enam bulan dan melakukan pemeriksaan seluruh tubuh setiap tahun. Ini akan sangat membantu dalam mengawasi faktor risiko seperti peningkatan kadar kolesterol, kadar gula darah, toksisitas hati, dan lain-lain.