Batik Paoman Indramayu: Sentuhan Tangan Indah Wanita Pesisir

batik-paoman
Jika Cirebon membunyai industri batik Trusmi dan batik dengan motif mega mendung yang sudah terkenal di dunia, Indramayu juga mempunyai industri batik dengan ciri khas tersendiri yaitu batik Paoman. Nama Paoman sendiri merupakan diambil dari sebuah tempat di Indramayu yang mayoritas masyarakatnya sangat mahir dalam hal membatik. Ironisnya, keterampilan membatik ini tidak serta merta membuat batik Paoman dikenal luas, seperti halnya batik Trusmi Cirebon. Mungkin karena kurangnya promosi serta keterampilan membatik ini memang hanya dilakukan di waktu-waktu senggang ketika musim penghujan dimana masyarakat paoman yang notabene sebagian besar berprofesi sebagi nelayan ini sedang tidak melaut karena cuaca yang buruk dengan kata lain sebagain besar masyarakat Paoman hanya membatik pada waktu-waktu tertentu saja karena sifatnya yang home industri.

Sebenarnya batik Paoman atau dikenal juga dengan nama batik Dermayon ini mempunyai prospek yang cukup menjanjikan jika dikerjakan secara kontinuitas dan didukung dengan promosi yang luas serta bantuan modal yang memadai bagi pengrajinnya. Ini juga merupakan tanggung jawab pemerintah daerah setempat agar kedepannya industri batik di Indramayu seperti kota-kota lainnya yang sudah dikenal luas.

Motif Batik Paoman

Batik yang berciri khas pesisir, memiliki corak yang berbeda dengan batik daerah lainnya. Perpaduan antara kepercayaan, adat istiadat, seni dan lingkungan kehidupan daerah pesisir, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar, seperti Cina, Arab dan Timur Tengah, Hindu-Jawa serta Eropa ikut memengaruhi terbentuknya motif dan karakter batik tulis pesisir.

Sentra industri kerajinan batik tulis ini terdapat di Kelurahan Paoman, Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu dan desa Terusan, Sindang, Indramayu. Kualitas dari batik yang mem punyai ± 200 motif ini kini telah mampu menembus pasar internasional, terutama para kolektor batik dari mancanegara. Dari total motif diatas ada 99 motif yang telah terdaftar di Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) menjadikan Kabupaten Indramayu menjadi pelopor hak cipta batik.

batik-paoman
Ibu Ani Yudhoyono ketika meninjau batik Paoman

Batik Paoman merupakan batik tradisional Indramayu yang mempunyai ciri khas tersendiri karena disamping proses pembuatannya yang menggunakan teknik lukis, juga motif-motif yang dihasilkannya pun sangat tegas baik dalam teknik pewarnaan maupun ilustrasi motifnya dan sama sekali berbeda dengan motif batik yang ada di Indonesia, sekalipun dibandingkan dengan batik Trusmi yang merupakan kota tetangga sekaligus sentra batik di Cirebon.

Corak batik Paoman ini diyakini oleh beberapa ahli dipengaruhi oleh akulturasi kebudayaan dari luar dan beragam unsur seperti kepercayaan penduduknya, lingkungan dan juga adat istiadat penduduk setempat. Unsur kebudayan China merupakan salah satu kultur asing yang mudah dikenali dari beberapa motif yang tertuang dalam batik Paoman tersebut, seperti Lokcan, Banji dan burung Hong. Bagi masyarakat keturunan China, ketiga unsur tersebut merupakan simbolisasi flora dan fauna makna dari harmonisasi hubungan antara manusia dengan alamnya yang satu sama lain saling berkait.

Selain motif kultur China juga terdapat kultur dari budaya Arab dengan kaligrafi dan sawat riwe-nya. Sedangkan unsur-unsur lokal dalam corak batik Paoman berupa motif liris yang kental dengan pengaruh Hindu yang di dominasi oleh motif garis miring dan silang, atau juga disebut motif parang atau kawung.

Sentra Industri Batik Paoman

Anda bisa mendapatkan batik Paoman ini di sentra pengrajin batik Paoman di Jl. Kopral Yahya, Anjun, Indramayu dan atau bisa datang langsung ke butik batik Paoman milik Hj. Siti Ruminah yang menjual dan mengkoleksi berbagai motif batik Paoman dengan alamat di Jl. Siliwangi No. 315/A, Kelurahan Paoman Indramayu, Tlp. (0234) 271151.
 
foto1: JalajahNusae/Iwan