Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Lima Ucapan Dari Filsuf, Georg Wilhelm Friedrich Hegel Sebagai Motivasi Anda

Kamis, 25 November 2021 | 11:30 WIB Last Updated 2021-11-25T04:30:00Z
Georg Wilhelm Friedrich Hegel adalah seorang tokoh penting dalam bidang filsafat. Hari ini, kita melihat lima ucapannya.
lima-ucapan-dari-filsuf-georg-wilhelm

Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831) adalah salah satu filsuf terpenting pada masanya. Faktanya, karya-karyanya termasuk yang paling sulit untuk ditafsirkan oleh para peneliti karena Hegel berusaha untuk membahas topik sebanyak mungkin. Namun, di samping studinya, filosof ini meninggalkan beberapa perkataan yang layak untuk direnungkan. Pada artikel ini, tosupedia memeriksa lima di antaranya. Anda bahkan mungkin mengenali beberapa di antaranya.

Tak lupa pula kita sampaikan bahwa Hegel dianggap mewakili idealisme filosofis. Di antara karya-karyanya yang paling menonjol adalah Science of Logic, The Phenomenology of Spirit, Philosophy of Subjective Spirit, The Philosophy of Law, dan Encyclopedia of the Philosophical Sciences. Sekarang, kita akan melihat lima perkataan Georg Wilhelm Friedrich Hegel.

1. Hanya yang berani yang melakukan kesalahan

“I have the courage to be mistaken”.
(Saya memiliki keberanian untuk salah)

Anda mungkin pernah mendengar ucapan Hegel yang pertama dalam beberapa kesempatan. Nyatanya, berbuat salah sayangnya masih menjadi hal yang tidak disukai oleh masyarakat saat ini. Takut membuat kesalahan, dari mengacaukan, tampaknya tak tertahankan. Namun, ini adalah saat Anda paling banyak belajar.

2. Tenang selalu menang

“He who overcomes anger overcomes his enemies”.
(Dia yang mengatasi kemarahan mengalahkan musuh-musuhnya)

Frase Hegel yang kedua ini memungkinkan Anda untuk merenungkan pentingnya belajar mengelola emosi Anda dengan lebih baik, terutama yang terkait dengan kemarahan atau emosi. Emosi ini mendesak Anda untuk bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya. Ini meningkatkan kemungkinan bahwa Anda akhirnya akan menyesali tindakan Anda.

Tanpa ketenangan, seperti yang ditunjukkan Hegel, sulit untuk mengalahkan musuh, karena Anda kehilangan kendali dan, karenanya, semua kemungkinan kemenangan. Bermeditasi, berlatih mindfulness, atau melakukan yoga adalah kegiatan yang dapat membantu Anda meningkatkan manajemen emosi Anda. Tentu saja, Anda juga bisa meminta bantuan profesional.

3. Untuk melangkah jauh, Anda butuh semangat

“We may affirm absolutely that nothing great in the world has been accomplished without passion”.
(Kita dapat menegaskan secara mutlak bahwa tidak ada hal besar di dunia yang dicapai tanpa semangat)

Dalam frasa ketiga Georg Wilhelm Friedrich Hegel ini, dia membahas subjek gairah. Jenis antusiasme yang mendorong Anda untuk menetapkan tujuan yang ingin Anda capai dengan penuh semangat. Bahkan jika Anda mendengar kata-kata, 'Anda salah' atau 'itu tidak akan membawa Anda kemana-mana', semangat seperti mesin yang mendorong Anda, tidak peduli kesulitan apa yang Anda alami di sepanjang jalan.

Namun, apakah hanya semangat yang Anda butuhkan? Tidak, Anda juga membutuhkan disiplin untuk menjalankan proyek, ide, dan usaha. Namun demikian, semangat adalah jawaban atas pertanyaan yang mungkin Anda tanyakan pada lebih dari satu kesempatan. 'Mengapa aku melakukan ini?' Bahkan, jika Anda memiliki antusiasme untuk apa yang Anda lakukan, Anda tidak akan kesulitan menjawabnya.

4. Keputusan yang sulit

“Genuine tragedies in the world are not conflicts between right and wrong. They are conflicts between two rights”.
(Tragedi sejati di dunia bukanlah konflik antara benar dan salah. Mereka adalah konflik antara dua hak)

Keempat ucapan Hegel mengundang Anda untuk merenungkan pengambilan keputusan. Semua orang tahu perbedaan antara yang baik dan yang jahat, jadi memilih di antara dua pilihan ini tidaklah sulit. Apa pun yang Anda pilih, Anda tahu apa yang mungkin terjadi selanjutnya. Namun, bagaimana jika keputusannya berada di antara dua hak?

Ketika Anda memilih di antara dua kemungkinan keputusan yang benar, Anda memiliki ketakutan yang mengerikan untuk salah. Memang, karena kedua opsi itu layak, rasa tidak aman Anda lebih besar. Selanjutnya, jika itu adalah keputusan penting, inilah saatnya Anda harus lebih berani. Menganalisis semua alternatif dapat membantu Anda membuat pilihan yang tepat.

5. Menginginkan segalanya membuat Anda tidak memiliki apa-apa

“He who wants everything, in reality, doesn’t want anything and gets nothing”.
Dia yang menginginkan segalanya, pada kenyataannya, tidak menginginkan apa pun dan tidak mendapatkan apa-apa.

Ucapan terakhir Georg Wilhelm Friedrich Hegel ini berbicara tentang keserakahan dan keinginan untuk menginginkan segalanya. Jika Anda selalu menginginkan semuanya, Anda tidak benar-benar mendefinisikan apa tujuan Anda. Akibatnya, ini tidak membawa Anda ke mana-mana, karena Anda tidak benar-benar tahu apa yang Anda inginkan.

Mungkin Anda harus bertanya pada diri sendiri, 'apa yang saya inginkan?' Jawabannya akan memberi Anda gambaran tentang ke mana harus pergi, keputusan apa yang harus diambil, ke mana harus fokus… Karena menginginkan segalanya, terkadang, identik dengan kekosongan.

Pernahkah Anda mendengar tentang Hegel sebelum hari ini? Apakah Anda mengenali beberapa frasa ini? Seperti yang Anda lihat, ucapan-ucapannya mengundang Anda untuk melihat ke dalam diri Anda sedikit untuk merenungkan berbagai aspek yang mungkin bisa dilakukan dengan sedikit perbaikan.
×
Berita Terbaru Update