Notification

×

Iklan

Iklan

Guru dan Staf SMK Negeri 1 Bongas Jalani Vaksinasi COVID-19

Jumat, 19 Maret 2021 | 11:07 WIB Last Updated 2021-03-19T04:07:52Z
guru-dan-staf-smk-negeri-1-bongas-jalani-vaksinasi-covid-19
Kepala SMK Negeri 1 Bongas, H. Damudin, M.Pd jalani vaksinasi Covid-19 (Foto: FB H. Damudin)

Pemberian vaksin Covid-19 untuk guru-guru sekolah umum di Indramayu telah berjalan bagi sebagian kecil pendidik. Termasuk di SMK Negeri 1 Bongas sejumlah guru dan staf yang telah menerima menerima surat panggilan untuk vaksinasi pertama.

Surat tugas untuk pemberian vaksinasi tahap pertama telah keluar pada tanggal 17 Maret, yang ditanda tangani oleh dr. H. Rosyid selaku Kepala UPTD Puskesmas Bongas.

Di dalamnya terlampir daftar nama 174 guru dan staf SMK Negeri 1 Bongas. Mereka dipanggil untuk menerima dosis pertama vaksinasi Covid-19 pada Kamis, 18 Maret 2021, di AULA SMK Negeri 1 Bongas.

Saat ini sudah 174 telah menerima vaksinasi Covid-19 tahap pertama di SMK Negeri 1 Bongas. Bagi Guru dan Staf yang telah menerima vaksin tahap pertama ini, akan dijadwalkan menerima vaksin tahap kedua pada 1 April 2021.
guru-dan-staf-smk-negeri-1-bongas-jalani-vaksinasi-covid-19
Screening kesehatan sebelum menerima Vaksin COVID 19 (Foto: Mas Tosu)
guru-dan-staf-smk-negeri-1-bongas-jalani-vaksinasi-covid-19
Pemberian vaksin COVID 19 (Foto: Mas Tosu)

Tatap muka

Harapan tenaga pendidik di SMK Negeri 1 Bongas, kondisi bisa segera aman dan pandemi terkendali. Jika keadaan telah memungkinkan, kemungkinan pembelajaran tatap muka dapat segera dilakukan.

Masalah PJJ (pembelajaran jarak jauh) atau daring bukan di soal pulsa dan gawai. Kalau untuk di SMK Negeri 1 Bongas, dua hal itu bisa tertanggulangi, dengan ada sarana yang memadai seperti wifi disejumlah titik lingkungan SMK dan bagi siswa yang tidak memiliki gadget dapat belajar di Lab. Komputer tentunya dengan protokol kesehatan.

Masalah PJJ, ialah hilangnya pendidikan subliminal yang diperoleh murid-murid melalui interaksi langsung dengan teman, guru, dan orang sekitar. Pendidikan sejatinya tidak sebatas transfer pengetahuan teknis mengenai berbagai pelajaran. Faktor terpenting ialah pengembangan karakter dan budi pekerti.

Aspek kecerdasan emosional ini hanya bisa berkembang jika murid mengalami langsung. Misalnya melihat keteladanan guru dalam berperilaku. Kemudian mempraktikkan ketika berinteraksi dengan teman-temannya seperti cara meminta tolong, cara bercanda tanpa perlu menyinggung perasaan, dan cara berkonfrontasi atau berdebat yang sehat.

Semoga pembelajaran tatap muka di sekolah segara terwujud dan pandemi cepat berlalu.
Komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
×
Berita Terbaru Update