bakso-beranak
Siapa yang tidak menyukai Bakso?, Hampir semua orang sangat menyukai makanan yang satu ini. Setiap liburan atau jalan-jalan kalau belum makan bakso rasanya kurang afdol. Tapi, alangkah baiknya, kita juga memperhatikan kesehatan. Salah satunya adalah memastikan bakso yang akan Anda makan itu sehat dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Walau sudah terbiasa dengan bakso tersebut, tidak ada salahnya untuk mulai disiplin dengan apa yang Anda makan. Seperti yang dijelaskan Chef Dhea Annisa melalui siaran pers beberapa waktu lalu, berikut adalah ciri bakso yang sehat dan terbebas dari boraks atau formalin.

1. Lihat warnanya

Bakso dengan warna abu-abu menandakan menggunakan daging sapi dalam jumlah cukup banyak. Sementara bakso yang warnanya pucat tandanya banyak menggunakan tepung terigu atau bahan tambahan lain. Bakso yang baik yang menggunakan daging segar tanpa pengawet memiliki warna yang lebih gelap, biasanya berwarna abu-abu. Warna yang gelap mengindikasikan bahwa bakso tersebut menggunakan lebih banyak daging ketimbang bahan lain.

2. Cek tingkat kekenyalan

Tingkat kekenyalan bakso tergantung kualitas daging sapi yang digunakan. Kalau kualitas daging sapinya bagus, maka bakso akan terasa kenyal dan bertekstur garing. Sementara kalau terlalu banyak tepung maka akan bertekstur cenderung kenyal namun keras. Kekenyalan ini juga perlu diperhatikan, karena bakso berformalin biasnya terlalu kenyal.

3. Daya tahan bakso

Bakso termasuk produk pangan yang berpotensi mendapat campuran bahan kimia. Idealnya bakso yang sehat akan bertahan selama kurang lebih 4 hari di suhu ruang. Sementara jika masuk ke dalam lemari es atau chiller, bisa kuat hingga seminggu. Lain lagi jika disimpan dalam suhu beku, maka bisa bertahan selama 3 hingga 6 bulan.

Selebihnya, dilansir dari KKK Medicine, bila Anda mengonsumsi makanan berformalin, tubuh Anda akan merasakan iritasi perut. Dampak dari iritasi ini adalah muntah darah atau diare bercampur darah. Kematian juga menjadi risiko terbesar. Namun, itu terjadi bila Anda mengonsumsi makanan formalin berlebihan atau dalam jangka waktu panjang.

Kemudian, yang paling umum terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan berformalin adalah keracunan kronis. Bila sudah begitu, kanker dan gagal ginjal pun bisa terjadi di masa depan. Jadi, berhati-hatilah dan selalu cek kembali makanan yang akan Anda konsumsi.
Pengen Langganan Berita?

Mangga batur lan sedulur sing pengen langganan berita, ketik Nami lan Email sampean teng andap niki