ngampar-boekoe-haurgeulis
foto dokumentasi pribadi (tosupedia.com)
Dalam memenuhi peranannya sebagai sumber belajar yang dapat memfasilitasi pembelajaran seumur hidup, TBM mempunyai fungsi sebagai tempat belajar dan mencari informasi yang dibutuhkan masyarakat, baik mengenai masalah yang langsung berhubungan dengan masalah pendidikan maupun tidak berhubungan dengan pendidikan.

Fakta yang terjadi adalah budaya baca-tulis bangsa kita saat ini sangat rendah. Sejak era kecanggihan teknologi saat ini, kecenderungannya yang menjadi daya tarik bagi anak-anak bukanlah lagi buku, namun gadget, dan televisi. Kalau kita perhatikan di sekitar lingkungan kita, anak-anak merunduk bermain game atau aktif di dunia medsos melalui gadgetnya, bukan lagi merunduk membaca buku.

Atas dasar itulah sebuah komunitas sosial di Wilayah Haurgeulis – Indramayu, termotivasi untuk menumbuhkan budaya literasi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah untuk meningkatkan minat baca tanpa harus membeli buku. 
ngampar-boekoe-haurgeulis
Siti Nur Hizriyanti (Tengah: Pengelola Ngampar Boekoe Indramayu) foto: Toto Sudiyanto
Kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari Minggu, mulai pukul 07.00 sd 10.00 WIB di Alun-alun Haurgeulis, dengan nama “Ngampar Boekoe”. Sesuai dengan namanya Ngampar Buku yaitu duduk lesehan sambil baca-baca buku. Menurut pengelola atau penanggung jawabnya yaitu, Siti Nur Hizriyanti atau biasa dipanggil Yanti, kegiatan yang ia lakukan dengan kawan-kawannya ini bersifat non-profit, seperti halnya perpustakaan keliling pengunjung dapat membaca langsung ditempat atau memilih buku untuk dibaca dirumah, dan hari minggu berikutnya dikembalikan lagi ditempat ini (Alun-alun Haurgeulis) dan gratis alias tidak dipungut biaya. 
 
ngampar-boekoe-haurgeulis
foto dokumentasi pribadi (tosupedia.com)
ngampar-boekoe
foto dokumentasi pribadi (tosupedia.com)
ngampar-boekoe
foto dokumentasi pribadi (tosupedia.com)
Jumlah koleksi buku juga sangat lengkap sebagai penunjang kurikulum program pendidikan luar sekolah, khususnya program keaksaraan.

Menurut, Yanti selaku pengelola TBM “Ngampar Boekoe” di Haurgeulis, Ada 5 cara untuk membentuk budaya minat baca yaitu :
  • Pendekatan akses fasilitas baca
  • Kemudahan akses mendapatkan bahan bacaan
  • Murah / Tanpa biaya (gratis)
  • Menyenangkan dengan segala keramahan
  • Keberlanjutan / istiqomah
Nah, buat kalian yang berada di Haurgeulis dan sekitarnya, ayo isi hari libur kalian setiap hari Minggu, dari jam 07.00 sd 10.00 dengan datang langsung di Alun-alun Haurgeulis. Dan selain hari minggu, TBM ini juga tetap melayani pengunjung tapi di sekretariat TBM Ngampar Boekoe yaitu beralamat di BTN Cipancuh Asri Blok C1 No. 19.
Pengen Langganan Berita?

Mangga batur lan sedulur sing pengen langganan berita, ketik Nami lan Email sampean teng andap niki