Sebelumnya telah dibahas tentang macam-macam upacara adat di Jawa Barat yang bersifat religius, kali ini tosupedia.com akan membahas lagi keunikan Jawa Barat lainnya.

Upacara adat Jawa Barat menyangkut pertanian 

1. Seren taun 
seren-taun
Seren taun (courtesy: kuningankab.go.id)
Upacara seren taun merupakan sebuah upacara yang intinya mengangkut padi dari sawah ke lumbung dengan menggunakan rengkong (pikulan khas yang terbuat dari bambu) dan diiringi tetabuhan musik khas tradisional. Upacara ini masih dapat kita temui di Cigugur, Kuningan dan Sirnarasa Cisolok, Sukabumi.

Seren taun yang termasuk upacara adat Jawa Barat menyangkut pertanian ini tujuannya sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebab keberhasilan panen dan permohonan hasil pertanian yang lebih baik di masa mendatang. Karakteristik khas upacara ini ada di prosesi laporan segala hasil tani yang sudah dicapai buat dapat dinikmati para pejabat yang menghadiri upacara ini. Prosesi ini dinamakan seba.

2. Ngarot 
ngarot
Ngarot - desa Lelea Indramayu
Upacara ngarot biasa diadakan di daerah Indramayu. Upacara ini dilaksanakan saat musim tanam dimulai atau musim penghujan. Upacara ini digelar dengan mengadakan arak-arakan ke arah bale desa. Tujuan diadakannya upacara ini ialah sebagai rasa syukur kepada Tuhan dan memohon keberkahan hasil tani.

3. Pesta Laut 

pesta-laut
pesta-laut-blanakan
Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang (courtesy: budaya-indonesia.org)
Di Jawa Barat, upacara pesta bahari sering diadakan, seperti di Pangandaran, Ciamis dan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, maupun daerah-daerah pesisir lainnya di Jawa Barat seperti Indramayu dan Cirebon. Pada pelaksanannya, perahu-perahu nelayan yang mengangkut sesajen dihiasi aksesoris warna-warni. Lalu, nelayan juga membawa kepala kerbau berbungkus kain putih sebagai persembahan dan melemparkannya ke bahari sebagai simbol hadiah kepada penguasa lautan dan penolak bala.

Upacara ini diadakan setiap setahun sekali ini ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur dan memohon keselamatan saat melaut.

4. Ngalaksa 

ngalaksa
Upacara Adat Ngalaksa di desa Rancakalong, Kab Sumedang, Jawa Barat (courtesy: antarafoto.com)

Upacara adat Jawa Barat yang berhubungan dengan pertanian berikutnya ialah ngalaksa . Upacara ini lazim ditemui di daerah Ranca Kalong, Sumedang. Upacara dilakukan dengan membawa padi ke lumbung dengan memakai rengkong (bambu panjang berlubang buat membawa beras). Upacara ini mirip dengan upacara seren taun .

Ngalaksa diadakan setiap bulan Juni. Keunikannya, terletak dibunyi musik yang memiliki ritme sama dengan orang yang sedang berjalan, yaitu pada rengkong yang digoyang-goyang. Seni tradisional tarawangsa digelar selama seminggu jalannya upacara ini. Upacara ngalaksa ditujukan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas keberhasilan panen.

3. Ruwatan Bumi 

ruwatan-bumi
Ruwatan Bumi - Kampung Banceuy Desa Sanca Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang (courtesy: disparbud.jabarprov.go.id)
ruwatan-bumi
Ruwatan Bumi Kampung Adat Banceuy, Subang (courtesy: subang.com)

musik-pengiring-ruwatan-bumi
Gembyung Yang Diikuti Pengusung Dewi Sri, Saung Sangar dan Dongdang (courtesy: subang.com)

Upacara ini diadakan setiap bulan Februari di Kabupaten Subang. Ruwatan ini dapat pula disebut ngaruwat. Ngaruwat sendiri, menurut masyarakat yang mengadakannya, memiliki beberapa manfaat, seperti menjaga keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan kehidupan pertanian.

Dalam upacara ini, digelar kesenian gemyung di malam hari. Lalu pagi harinya, masyarakat mengarak Dewi Sri ke makam leluhur, diiringi oleh kuda kosong, sesepuh, membawa parupuyan, panteret buah kelapa sambil menyanyi beluk. Selain itu, juga diiringi oleh seni gemyung, penari yang membawa hanjuang, penari yang membawa janur, pencak silat, seni dogdog reog, genjdring, tanji, dan seluruh warga yang mengiringinya dari belakang.

Upacara ini sendiri ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur, tolak bala, silaturahmi masyarakat, dan penghormatan kepada leluhur.

Pengen Langganan Berita?

Mangga batur lan sedulur sing pengen langganan berita, ketik Nami lan Email sampean teng andap niki