​Makanan cepat saji atau populer disebut dengan fast food yang ​kebanyakan ​tinggi akan kalori, rendah serat, vitamin, dan juga mineral. Jika dikonsumsi ​terlalu sering fast food ini dapat ​memicu ​kegemukan pada anak​. Penelitian terbaru juga menyebut ​​hal tersebut juga ​menurunkan kecerdasan otak pada anak.

Penelitian terbaru: makanan cepat saji dapat turunkan fungsi otak anak
(Foto: Daily Mail)
​Dalam ​penelitian yang melibatkan anak-anak yang mengonsumsi fast food dalam frekuensi yang ​tinggi. Ternyata mereka ​memiliki nilai matematika, ilmu pengetahuan, dan membaca yang buruk. Hal ini dikarenakan fast food tinggi akan kandungan lemak, natrium, garam, dan juga bahan tambahan pangan. Hasil analis bahwa semua bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan kegemukan yang berlebihan atau obesitas pada anak  dan menurunkan fungsi otak. Hal ini diungkapkan oleh Dr Kelly Putrell sebagai pemimpin penelitian di Ohio State University yang berfocus pada bagaimana makanan yang dikonsumsi anak-anak dapat memberi dampak terhadapat epidemi obesitas.

Dalam penelitiannya bahwa makanan cepat saji atau fast food dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada anak. Penelitian yang diterbitkan oleh Clinical Pediatrics, menggunakan data sampel representatif nasional sekitar 8.500 anak sekolah dari Amerika Serikat. Konsumsi fast food diukur pada usia 10 tahun dan kemudian dibandingkan dengan tes akademik 3 tahun kemudian setelah memperhatikan lebih dari 24 faktor lain yang relevan. 

Dalam penelitian ini anak-anak diminta menyebutkan berapa kali mereka mengonsumsi makanan berat ataupun ringan dari restoran cepat saji seperti McDonald's, Pizza Hut, Burger King, dan KFC. Sekitar 52 persen anak mengonsumsi fast food sebanyak 1-3 kali dalam seminggu, 10 persen makan 4-6 kali dalam seminggu, serta 10 persen lainnya makan setiap hari. Anak-anak yang mengkonsumsi fast food dalam frekuensi yang tinggi memiliki nilai rata-rata 79 poin dalam hal prestasi akademik dibanding dengan anak-anak yang jarang mengkonsumsi makanan cepat saji dengan nilai akademik 83 poin.

Dikutip dari Daily Mail (21/12/2014) peneliti Australia mengungkapkan konsumsi makanan cepat saji dapat memiliki efek yang merugikan pada otak mencit. Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa obesitas dapat memicu perubahan di otak dan menyebabkan peradangan.

Nah itulah efek buruk yang ditimbulkan dari seringnya mengkonsumsi makanan cepat saji atau fast food. Buat Anda yang mempunyai putra-putri usia 10 tahun harap perhatikan pola makan anak, jangan sampai terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji yang berakibat buruk pada perkembangan otak buah hati Anda. 
Pengen Langganan Berita?

Mangga batur lan sedulur sing pengen langganan berita, ketik Nami lan Email sampean teng andap niki