yadi-mulyadi
Yadi Mulyadi
Yadi Muyadi namanya dielu-elukan saat mendapatkan tropi pemain terbaik nasional U-12. Perawakannya, dengan perawakan yang tergolong tinggi dibanding teman-teman satu timnya, membuatnya mempunyai kelebihan tersendiri saat dia mengolah si kulit bulat.

Kini, namanya sudah mendunia. Sejumlah pihak dari media TV asing mengincarnya untuk wawancara. Bahkan, bulan depan, ada media TV asal Perancis yang sengaja datang ke Indonesia hanya untuk mewawancarainya. Bocah yang juga siswa SMPN 6 Purwakarta, Jawa Barat ini dalam kesehariannya sangat sederhana, sangat jauh dari kemewahan ataupun hura-hura. Kehidupannya saat ini merupakan anugerah terbesar baginya. Dulu, selain sekolah, ia bekerja sebagai pengembala kerbau.

Yadi tinggal bersama kakeknya di sebuah rumah panggung dari kayu. Ukurannya kecil, nyaris tak bersekat. Letaknya agak mengerikan, berada di kemiringan yang relatif terjal di pelosok Plered, Purwakarta. Di bagian bawah rumah terdapat sawah, tempat sang kakek mengadu nasib.

Sang kakek bekerja sebagai petani. Sejak kecil, Yadi suka membantu kakeknya. Menggembalakan kerbau sudah dilakukannya sejak masih bersekolah di SDN Linggarsari I Purwakarta. Sepulang sekolah, ia pasti membantu kakeknya dengan menggembala kerbau.

Pertemuan Yadi dengan tim Asad 313 Purwakarta bermula dari pertandingan SD se-Purwakarta. Saat itu, perhatian Alwi selaku manajer, dan Ramdan selaku pelatih SSB Asad 313, tersedot oleh penampilan Yadi. Setelah permainan usai, tanpa pikir panjang, mereka berdua langsung mengajak Yadi bergabung ke SSB Asad.

Yadi yang dikenal tekun berlatih ini bahkan ia kerap menambah jadwal latihan yang telah ditetapkan, terutama saat akan bertanding di Brasil. "Suka nambah latihan dengan sasapedahan (naik sepeda) biar napasnya lebih kuat, jadi tandingnya bisa lama. Kan lawannya besar-besar," ucapnya.

Yadi pun tak segan-segan untuk meminta latihan ekstra kepada pelatih. Mulai dari latihan menendang ke arah gawang atau latihan fisik lainnya. Keseriusannya di bidang ini membuatnya bisa bermain di berbagai posisi.

yadi-mulyadi
Yadi Mulyadi, dkk saat mengikuti instruksi latihan dari Pelatih Jacksen F. Tiago
Kemampuannya dalam bermain sepak bola saat ia dan timnya mengikuti kejuaraan DNC 2014 di Sao Paulo, Brazil yang membawa Indonesia finish di posisi tujuh, membuat Yadi dilirik klub sepak bola Eropa. Belum lama ini, perwakilan klub tersebut berbincang dengan Alwi, Manajer Asad. "Pembicaraan itu, intinya, mereka tertarik dengan pemain Asad, yaitu Yadi, selain itu juga Reynaldi Saela Hakim penjaga gawang tebaik dalam turnamen tersebut. Info selanjutnya, kami akan beri tahu. Yang pasti, kalau Eropa menginginkan Yadi, kami pasti akan mendukungnya karena pembinaan di sana lebih baik dibanding di sini," ungkap Ramdan. 
reynaldi-saela-hakim
Reynaldi Saela Hakim, Kiper terbaik DNC 2014
Dengan bakat yang luar biasa mudah-mudahan anak-anak ini mendapat pembinaan yang kontinuitas hingga nanti Indonesia mempunyai Timnas yang hebat.

sumber: Kompas
Pengen Langganan Berita?

Mangga batur lan sedulur sing pengen langganan berita, ketik Nami lan Email sampean teng andap niki