rokok-elektrik
Ilustrasi Gambar: Pengguna rokok elektrik
Jika Anda adalah seorang perokok mungkin pernah mendengar tentang rokok elektrik atau mungkin Anda adalah salah satu penggunanya. Rokok elektrik menjadi primadona bagi beberapa perokok yang ingin lebih hemat karena bisa diisi ulang dan disesuaikan dengan cita rasa keinginan Anda, atau kanapa orang memilih rokok elektrik bisa jadi karena perokok yang terbuai dengan iming-iming merokok sehat. Lalu apakah rokok elektrik itu tidak mempengaruhi kesehatan? kita simpan dulu jawabannya karena dr. Fransisca Alvionita dari meetdoctor.com akan mereview untuk Anda.

Sejarah rokok elektrik (e-cigarette).

Rokok elektrik atau e-cigarette dikembangkan pertama kali di Tiongkok dan diperkenalkan mulai tahun 2004. Bentuk dan ukuran rokok elektrik beragam, tapi kebanyakan lebih panjang daripada rokok biasa. Ada pula yang menyerupai cerutu atau pipa.

Sama seperti rokok normal, rokok elektrik juga bekerja dengan diisap melalui mulut. Aliran udara yang mengalir dari mulut pengisap akan menyalakan sensor yang memicu bekerjanya pemanas kecil bertenaga baterai.

Dari pemanas tersebut kemudian menguapkan nikotin cair sintesis yang terdapat di dalam wadah sekaligus mengaktifkan cahaya yang menyala di ujung rokok elektrik seperti merokok normal. Pemanas pada rokok elektrik juga menguapkan propylene glycol atau PEG yang akan membuat rokok elektrik mengeluarkan asap.

Bahaya rokok elektrik.

Bicara soal efek samping rokok elektrik, FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat sudah merilis data dari 18 penelitian mengenai rokok elektrik. Nikotin cair sintesis dalam rokok elektrik ternyata bisa membuat paru-paru teriritasi. Saat rokok elektrik diisap, cairan ini akan berubah menjadi carbonyl yang mengakibatkan kanker. Wow sama bahayanya yah dengan rokok normal.

Sekarang ini rokok elektrik juga memiliki fitur suhu sehingga bisa mengatur kadar nikotin. Akan tetapi, semakin tinggi pengaturan suhu, maka semakin banyak pula carbonyl yang diproduksi. Selain itu, jumlah formaldehida akan menyamai rokok biasa. Padahal formaldehida sendiri adalah yang membahayakan paru-paru bagi perokok. Asap buatan pada rokok elektrik juga akan menimbulkan aerosol yang sangat berisiko bagi kesehatan paru-paru.

Nikotin cair sintesis sebagai cita rasa dalam rokok elektrik juga mengandung perasa buatan dan pengawet makanan. Bahan-bahan ini aman bila dikonsumsi secara biasa, tetapi kalau dikonsumsi rutin terus menerus efeknya juga lebih berbahaya dari rokok normal. Rokok elektrik juga mengandung bakteri penyebab pneumonia juga akan makin kebal seiring Anda mengisap rokok elektrik. Jadi kesimpulannya yang namanya candu itu tidak baik untuk kesehatan Anda, walaupun itu sifatnya sebagai rokok elektrik, karena dari penelitian dan ulasan diatas rokok elektrik juga sama bahayanya dengan rokok normal bagi kesehatan kita.

Pengen Langganan Berita?

Mangga batur lan sedulur sing pengen langganan berita, ketik Nami lan Email sampean teng andap niki